Pembalasan Putri Yang Diusir

Pembalasan Putri Yang Diusir
BAB 53 - Pesta Pernikahan Alfi Cila


__ADS_3

Hari ini pesta pernikahan Alfi dan Cila diselenggarakan secara mewah dan elegan. Bunga-bunga segar dan lampu kristal menghiasi rumah keadiaman Alfi yang disulap menjadi tempat pesta. Tidak hanya itu catering di pesan langsung dari restoran milik Tante Hesti dan pelayan yang ada dipesta adalah pelayan tempat cafe Kak Dinda dan pelayan dari hotel milik Anjar, sedangkan pengawalan ditempat pesta adalah anak buah Alfi sendiri yang dikomando oleh Zay.


Dikamar Alfi yang sudah dihias bak kamar pengantin, Cila baru selesai dirias oleh salon langganan Mami Ara. Cila menggunkan gaun berwarna putih dengan mahkota menghiasi kepalanya. Gaun yang Cila pakai merupakan gaun rancangan Mami Ara sendiri. Walaupun kandungan Cila sudah mulai sedikit membesar tapi tidak membuat Cila kehilangan tubuh indahnya. Semua persiapan pesta juga disiapkan oleh Mami Ara dibantu Mama Rena dan Tante Hesti.


Alfi menghampiri istrinya yang sedang duduk didepan cermin dan memeluk Cila dari belakang.


“Sangat cantik sekali istriku ini.”


Cila tersenyum menatap Alfi dari cermin, “Suamiku juga terlihat sangat tampan.”


Mami Ara dan Mama Rena menghampiri mereka mengajak turun kebawah karena acara akan dimulai. Alfi langsung menggandeng Cila dengan senyum merekah mereka melangkahkan kaki secara perlan menuruni anak tangga.


Para tamu undangan dibuat kagum dengan penampilan Alfi dan Cila yang sangat tampan dan menawan, banyak yang dibuat iri oleh keduanya karena pesta pernikahan yang dubuat secara mewan serta paangan yang sangat serasi.


Tama dan Erik juga hadir di pesta pernikahan sahabatnya itu, mereka ikut Bahagia menyaksikan sahabatnya yang dulu sangat anti dekat dengan seorang wanita kini sudah memiliki pendamping hidup yang terlihat sangat cantik bahkan sebentar lagi akan menjadi seorang ayah.


Terlihat Alfi dan Cila sudah naik kepelaminan bersama dengan keluarga besar mereka.


“Selamat malam semuanya, selamat datang di pesta pernikaha saya. Pertama saya ucapakan terimakasih kepada tamu undangan yang sudah menyempatkan diri untuk hadir dipesta pernikahan saya. Mungkin sedikit banyak kalian semua sudah mendengar jika saya sudah menikah dan mala ini saya akan memperkenalkan istri saya Fricilla Andini Windari Anggara, wanita yang sudah saya nikahi 3 bulan yang lalu. Mungkin banyak diantara kalian yang bertanya dari keluarga mana istri saya berasal, menurut saya itu tidak terlalu penting tapi supaya tidak ada yang merendahkan istri saya dikemudian hari akan saya beritahu jika istri saya anak dari saudara Nyonya Rena Andara yang sudah diangkat menjadi anaknya sendiri, tidak usah dijelaskan pasti kalian semua sudah tahu siapa itu orang yang memiliki nama belakang Andara. Saya juga sangat mencintai istri saya.” Alfi berkata seperti itu sesuai dengan kesepakatan bersama untuk membungkam mulut-mulut orang luar yang tidak suka kepada Cila, terutama wanita-wanita yang selalu berusaha mendekati Alfi. Alfi terus menggenggam tangan Cila untuk menunjukkan jika dia sangat mencintai istrinya itu.


Terdengar riuh suara tamu undangan menggoda pasangan tersebut, mereka juga tidak berani menyinggung lebih jauh tentang identitas Cila karena tidak mau membuat masalah dengan Alfi.


“Yang kedua disini juga saya akan mengumumkan jika Perusahaan Andara dan Perusahaan Anggara telah bergabung menjadi satu perusahaan, namun tetap memakai nama perusahaan masing-masing dalam menjalin kerjasama. Untuk sementara waktu perusahaan Andara akan dipimpin oleh adik saya yaitu, Zayan Anggara.” Keputusan itu juga dibuat atas kesepakatan bersama karena setelah semua aset serta perusahaan Andara sudah kemabali atas nama Mama Rena, beliau malah menyerahkan semuanya kepada Cila. Akhirnya dengan berat hati Cila menerima itu semua dengan catatan dibantu Alfi yang akan memegang kendali perusahaan selama dia belum melahirkan dan Alfi setuju.


Para tamu undangan seperti mendapat angin segar setelah mendengar perkataan Alfi. Jika mereka tidak bisa menjalin kerjasama dengan perusahaan Anggara makan mereka bisa mencoba menjain kersama dengan perusahaan Andara, toh keduanya sudah bergabung. Tidak sedikit wanita yang tadinya ingin mendapatkan Alfi kini juga mulai mendapatkan opsi lain yaitu mendaptkan Zay yang sekarang menjadi pimpinan di perusahaan Andara, walaupun hanya sementara tidak menutup kemungkinan bisa dalam jangka waktu yang lama, pikir mereka seperti itu.

__ADS_1


“Baiklah mungkin itu saja yang bisa saya sampaikan, sekali lagi terimakasih atas kehadiran tamu undangan sekalian. Selamat menikmati hidangan yang udah siapakan.”


Alfi turun dari pelaminan bersama dengan Cila untu memtong kue pernikahan mereka.Setelah itu dilanjut dengan sesi foto bersama dan menyalami tamu undangan.


Pesta pada malam hari terlihat sangat ramai sekali, selain dihadiri oleh keluarga besar Alfi juga mengundang kolega bisnis baik yang ada didalam negeri maupun luar negeri.


Untuk tamu dari luar negeri Alfi menyediakan fasilitas hotel mewah dan kendaraan. Sovenir yang mereka berikan kepada tamu undangan juga terbilang cukup mahal yaitu jam tangan mewah. Untuk yang membawa pasangan mereka akan mendapatkan couple.


Pesta pernikahan itu juga dimeriahkan oleh tamu undangan yang ingin bernyanyi. Mereka yang bernyanyi mendapatkan bingkisan parfum untuk pria dan dress cantik untuk wanita. Itu semua sudah disiapkan oleh Mami Ara dan Mama Rena.


Saat acara pelemparan bunga tiba tidak sedikit beberapa tamu undangan ikut berpartisipasi untuk menangkap. Termasuk Anjar yang ikut menyeret Zay untuk bergabung dengan kerumunan.


"Lo ngapain tarik-tarik gue?" Zay tadinya hanya ingin menonton saja terpaksa ikut.


"Siapa tau kalo dapet itu bunga bisa cepet nikah kita." jawab Anjar bersemangat.


"Calon mah banyak, tinggal ajak aja apa susahnya." ujar Anjar sombong.


"Permasalahannya mereka pada mau ngak lo ajak nikah." kata Zay terkekeh.


"Mau ngak mau ya harus mau lah,"


Mereka berdua tertawa bersama di kerumunan itu dan saatnya pelemparan bunga tiba.


"SATU DUA TIGA"

__ADS_1


"YAAAAAAAAAA"


Alfi dan Cila melemparkan bunga berwarna merah tersebut dari atas tangga. Mereka yang dibawah berteriak semangat untuk mendapatkan bunga tersebut. Tapi ternyata bunga yang Alfi dan Cila lemparan tidak tepat sasaran kepada mereka yang sudah mengantri untuk mendapatkan. Bunga itu malah mendarat tepat ditangan seorang wanita yang menggunakan dress warna biru.


"Ya ampun kok bisa nyasar kesini ya, mama Ayu belum mau nikah."


Ya wanita yang mendapatkan bunga tersebut adalah Ayu, gadis kecil Zay.


Orang-orang yang sudah mengantri untuk mendapatkan bunga berseru kecewa akibat gagal mendapatkan bunga tersebut. Anjar dan Zay sendiri tertegun menatap Ayu yang masih terkejut melihat bunga di tangannya.


"Wihh cakep tuh cewek, udah punya pasangan belum ya? Kalo belum mau gue lamar aja sekalian disini." ucap Anjar menatap Ayu tersenyum.


Zay ternganga mendengar ucapan Anjar, dia melirik sinis Anjar dan berjalan mendekati Ayu. Tanpa ragu dan malu Zay tersenyum menatap Ayu dan menarik Ayu ke pelukannya.


**LIKE


KOMEN


VOTE


TAMBAH FAVORIT


Sorry Reader's baru bisa update 🙏🙏


Do'ain bisa lancar terus yaa updatenya ❤

__ADS_1


Semangat puasanya 💪


Sehat selalu Reader's 😍**


__ADS_2