
Saat ini Alfi sedang mengecek beberapa pekerjaan kantornya sambil menemani Cila yang sedang bermain dengan Rian dan Rico. Namun kegiatannya berhenti saat suara dering telepon miliknya berbunyi.
“Hallo ada apa?” Tanya Alfi pada anak buahnya.
“Dokter tadi melaporkan jika Nyonya Alin tidak sadarkan diri di ruangan nona muda dan kami langsung memeriksa ruangan namun kami tidak menemukan hal mencurigakan apapun.” Lapor anak buah Alfi.
“Lalu bagaimana dengan putriku?” Tanya Alfi cemas.
“Nona Rilla tadi bersama Tuan Anjar dan dokter bekata Nona Rilla dipindahkan terlebih dahulu ke ruangan yang aman.”
Ada rasa lega mendengar putrinya bersama dengan Anjar.
“Baiklah temui Anjar dan putriku jangan lupa periksa keadaan Alin, sekarang juga aku ke rumah sakit.” Alfi mematikan telepon dan mendekati istrinya yang dari tadi memperhatikan.
“Ada apa mas?” Tanya Cila sambil menggendong Rian.
“Mas harus ke rumah sakit, Alin tidak sadarkan diri untung Rilla aman sama Anjar. Sekarang aku harus kesana.” Jelas Alfi singkat.
“Mas aku ikut ya? Aku takut Rilla kenapa-napa.” Cila ikut cemas memikirkan putrinya.
“Jangan sayang, kamu dirumah aja oke jagain Rian sama Rico. Percaya Rilla baik-baik aja.”
__ADS_1
Akhirnya Alfi pergi kerumah sakit dengan ditemani Zay sedangkan Cila tetap dirumah bersama Ayunda.
“Zay perasaan gue ngak enak.” Ucap Alfi terlihat gelisah.
“Perasaan lo aja kali, kan Rilla sama Anjar pasti baik-baik aja lah.” Kata Zay menenangkan Alfi.
“Masalahnya Anjar gue telpon ngak di angkat-angkat. Gue takut dia sama Rilla kenapa-napa.” Alfi dari tadi sudah mencoba menghubungi ponsel Anjar namun sayangnya tidak diangkat juga.
Tidak sampai 30 mereka sampai dirumah sakit namun ternyata rumah sakit sedang ramai ditemukan seorang dokter meninggal dengan luka tembak di perutnya. Hal tersebut membuat Alfi dan Anjar berlari menuju ruangan Rilla. Samapai di depan ruangan Rilla Alfi langsung bertanya pada anak buahnya.
“Dimana putriku dan juga Anjar?”
“Maaf tuan Nona Rilla menghilang dan Tuan Anjar ditemukan tidak sadarkan diri di dalam ruangan dokter yang menangani nona muda. Sayangnya dokter itu juga ditemukan meninggal dunia akibat luka tembak di perutnya di atap Gedung rumah sakit.” Jelas anak buah Alfi.
“Tahan Fi, sekarang bukan saatnya lo marah-marah. Ayo kit acari Rilla. Kalian cek CCTV rumah sakit sekrang dan cek semua rungan yang ada dirumah sakit ini.” Perintah Zay pada anak buah mereka.
Mendengar perintah tuan mereka, semua bergerak cepat. Sedangkan Alfi dan Zay memutuskan pergi ke tempat Anjar dan Alin dirawat.
“Bagaimana keadaan mereka dok?” Tanya Alfi melihat Alin dan Anjar.
“Untuk kondisi Nona Alin masih tidak apa-apa karena racun belum menyebar keseluruh tubuh tapi untuk kondisi Tuan Anjar kritis karena racun sudah menyebar keseluruh tubuh, apalagi Tuan Anjar ditemukan sangat lama sedangkan racun sudah bekerja selama 1 jam.” Jelas dokter pada Alfi.
__ADS_1
“Tunggu dok bagaimana bisa Anjar lebih parah kondisinya dari pada Alin? Bukannya Alin yang terlebih dahulu tidak sadarkan diri?” Tanya Zay merasa aneh.
“Maaf tuan, Nona Alin tidak sampai 5 menit dia tidak sadarkan diri kami langsungdatang menangani sedangkan Tuan Anjar sudah tidak sadarkan diri selama 1 jam tentu kondisinya lebih parah.” Kata dokter tersebut.
Alfi dan Zay saling menatap, “Ngak beres nih fi.”
Setelah keluar dari ruangan Alin dan Anjar, anak buah Alfi dan Zay datang dan memperlihatkan rekaman CCTV.
“Pasti itu bukan Anjar, gue yakin itu.” Kata Zay setelah meihat rekaman CCTV.
“Gimana nasi banak gue Zay? Gimana kalo Cila tau Rilla ilang?” Ucap Alfi bingung.
“Kalian juga kenapa bisa kecolongan? Ehh bukannya kalian bertugas dengan anank buah Dragon Gold? Lalu dimana mereka semua?” Tanya Zay baru menyadari tidak menemukan anak buah Azkio.
...***...
...Hayo anak buah Bababgt Azkio pada kemana nih? ...
...Like...
...Komen...
__ADS_1
...Vote...