
Seorang gadis berjalan terburu-buru masuk ke rumah kediaman Gu, gadis itu bertubuh mungil dan matanya berwarna biru. Gadis itu berjalan ke taman belakang dengan sesekali membalas saapan para pelayan dirumah ini.
“Ibu, kau tahu bukan jika aku sudah lelah diatur-atur seperti ini. Aku itu sudah besar dan berhak menentukan jalan hidupku sendiri. Usiaku sudah tidak muda lagi bu tapi kenapa ibu tetap mempersulit hidupku? Aku mohon lepaskan aku bu, biarkan aku hidup tenang dan bahagia.”
Kinan yang sedang duduk sambil mengesap teh menoleh ke sumber suara. Didinya tersenyum melihat kedatangan putrinya dari Amerika. “Akhirnya kau datang sayang, bagaimana perjalananmu? Apakah ada masalah? Sebaiknya kau istirahat dulu Keyra, pelayan sudah menyiapkan kamar untukmu.”
“Aku tidak perlu istirahat bu, selama apapun aku istirahat tidak akan membuat diriku tenang.” Gadis bernama Keyra itu terlihat menahan air matanya supaya tidak jatuh.
Mendengar jawaban putrinya Kinan mulai berubah dingin, wajah keibuannya sudah hilang. Dia meminta para pelayan meninggalkannya bersama putrinya.
__ADS_1
“Kau tidak ingin diatur oleh ibu? Mana balas budimu untuk ibu? Ibu sudah menolongmu dan membesarkanmu, tanpa ibu kau pasti sudah meninggal saat itu Keyra. Jika kau ingin hidupmu lepas dari ibu maka turuti rencana ibu kali ini dan setelah semuanya selesai ibu akan melepasmu dan tidak akan ikut campur lagi tentangmu.” Ucap Kinan menatap tajam Keyra.
“Tidak, aku tidak mau menuruti rencana ibu. Sudah cukup aku mengorbankan hidupku untuk kepentingan ibu bahkan kisah cintaku harus berakhir buruk demi memenuhi keinginan ibu. Apa itu semua belum cukup bu untuk membalas budi?” jawab Keyra mengenang kejadian beberapa tahun yang lalu.
“Jika rencana dulu berhasil mungkin ibu sekarang sudah melepasmu tapi kerena rencana itu gagal maka sekarang ibu belum bisa melepasmu. Ingat Keyra, keberhasilanmu saat ini menjadi dokter bedah yang disegani orang itu berkat uang dari ibu. Kau pikir itu sedikit hah? Sudah turuti saja kemauan ibu dan setelah itu balas budmimu cukup terserahmu ingin pergi kamana. Jika kau menolak maka kau tidak akan pernah tahu siapa orang tua kandungmu.” Kinan terkata seperti itu lalu pergi meninggalkan Keyra sendiri.
Keyra menangis, dia sudah muak mendengar janji ibunya itu. Dia sudah menuruti kemauan ibunya untuk meninggalkan calon suaminya karena rencana ibunya belum berhasil. Dulu bisa saja Keyra menolak tapi dia tidak mau calon suaminya ikut terkena masalah. Bahkan ibunya mengancam akan membunuh orang tua kandung Keyra jika kemauannya tidak dituruti. Maka dari itu dengan berat hati Kerya terpaksa menuruti keinginan ibunya.
Di kediaman Abrian.
__ADS_1
“Bos, ada ternyata dugaanmu benar.” Ucap Haidar.
Abrian yang sedang membaca laporan perusahaan menghentikan aktivitasnya. “Jadi itu benar dia, sungguh wajahnya tidak berubah sama sekali tapi tubuhnya terlihat kurus dari terkahir aku melihatnya.”
“Apa bos masih mencintainya?” tanya Haidar berhati-hati.
“Ya, aku masih mencintainya. Dia cinta pertama dan terakhirku. Perintahkan anak buah kita untuk mengawasinya dan jangan sampai kehilangan jejak lagi. Oh ya aku ingin semua informasi cepat didapatkan.” Abrian membuka laci meja kerjanya dan mengeluarkan sebuah foto wanita cantik.
“Andai dulu aku tidak mempercayai identitasnya pasti saat itu dengan mudah aku menemuinya.”
__ADS_1
Haidar menatap iba bosnya, dibalik sifat dinginnya saat ini ada kesedihan mendalam akibat kegagalan cinta yang dialami Abrian. Kisah cinta ang kandas tanpa alasan yang jelas.