Pembalasan Putri Yang Diusir

Pembalasan Putri Yang Diusir
Pertemuan


__ADS_3

Siang ini Keyra sedang duduk di taman tempat terkhir dia melihat mantan calon suaminya setelah tadi mengunjungi ayahnya di rumah sakit. Dia kembali mengenang pertemuan akhir mereka yang menyakiti kedua belah pihak.


“Apa kabar dirimu, Abri? Kau sudah menikah atau belum?” ucap lirih Keyra.


“Kabarku sangat buruk Key. Bagaiamana aku bisa menikah jika calon istriku saja pergi meninggalkan aku.”


Keyra terkejut mendengar suara seseorang yang sangat dia kenali, dia menoleh kebelakang dan melihat pria yang dulu pernah dia tinggalkan, Abrian. Keyra menggelengkan kepalanya, dia pikir sedang berhalusinasi.


“Aku Abrian, calon suamimu yang kau tinggalkan.” Abrian menatap Keyra dengan tatapan rindu, wanita di depannya masih sama cantiknya.


Dari tadi pagi sebenarnya Abrian sudah mengikuti semua kegiatan Keyra, mulai dari ke café, menjenguk seseorang di rumah sakit dan akhirnya pergi ke taman ini. Dan bekat mengikuti Keyra, Abrian menemukan rahasia besar yang selama ini Keyra sembunyikan yaitu orang tua Keyra.


Keyra menatap Abrian cukup lama kemudia berniat pergi tapi dengan cepat Abrian menarik tangan Keyra dan menggendongnya. Dia tidak akan membiarkan wanitanya pergi meninggalkan dia lagi, selain masalah hati ada masalah lainyang harus Abrian selesaikan dengan Keyra.

__ADS_1


“Abri, tolong lepaskan aku.” Keyra meronta-ronta minta diturunkan.


“Diamlah Key, aku sudah bersusah payah mengalihkan anak buah ibumu jadi jangan buat pengorbananku sia-sia.” Abrian membawa Keyra masuk ke mobilnya yang disupiri Haidar.


“Bos, Nona Abrilla sudah membawa Nona Arbella ke rumah utama.” Kata Haidar.


“Ayo kita langsung kesana.”


Keyra duduk disamping Abrian dengan wajah kebingungan, dia tidak tahu apa yang akan Abrian lakukan. Keyra juga melirik sekeliling jalan untuk memastikan anak buah ibunya tidak tahu jika dirinya sedang bersama Abrian.


“Kau tahu ibuku?” tanya Keyra terkejut.


“Aku tahu tapi tidak mengenalnya. Simpanlah dulu tenaga dan suaramu, karena nanti aka nada waktunya kau menjelaskan semuanya.”

__ADS_1


Kecanggungan terjadi antara Abrian dan Keyra. Abrian memperhatikan ponsel sesekali melirik Keyra sedangkan Keyra kalut dalam pikirannya sendiri sesekali melirik Abrian. Jangan tanya bagaiama dengan Haidar, pria ikut ikut canggung ketika melirik dua orang dilekang lewat kaca.


“Kenapa bos terlihat canggung padahal jika ingin cepika cepiki dengan wanita yang dia rindukan aku sudah siap sedia membuat benteng pertahanan supaya tidak baper.” Ucap Haidar dalam hati.


Sedangkan di kediaman utama rumah Keluarga Anggara, terlihat Abrilla sedang melihat koleksi mobilnya yang sudah lama tidak dia lihat. Berderet beraneka ragam jenis mobil di garasi samping rumah hanya untuk menampung mobil milik Abrilla.


“Kak Rilla, sebenarnya siapa tamu yang sedang kita tunggu? Dan kenapa kakak bilang tamu ini berhubungan juga denganku?” tanya Bella duduk di ayunan.


Abrilla duduk di kursi dengan meneguk jus jeruk miliknya. “Aku tidak bisa menjelaskannya sekarang, yang jelas orang ini sama-sama korban seperti dirimu.”


Tadi Abrian menghubunginya bersama Abrico juga dan menjelaskan singkat apa yang sedang dia lakukan. Dan Abrilla mengerti dengan penjelasan kakaknya. Kemudian keduanya merencanakan sesuatu dengan tugas yang sudah mereka bagi.


“Nona Muda silahkan masuk ke ruang baca, sebentar lagi Tuan Muda Abrian akan tiba.” Ucap slah seorang anak buah Abrian yang sudah menunggu disitu.

__ADS_1


“Baik, terimakasih. Ayo Bella kita masuk.”


__ADS_2