
Rezan mengetuk pintu apartemen Tuan Muda-nya dengan tergesa-gesa. Tepat pukul 2 dini hari tadi, dia mendapat laporan dari anak buahnya jika beredar bukti kecurangan yang dilakukan karyawan di perusahaan cabang untuk mendapatkan proyek di pertambangan. Dan masalah lain, pemegang saham tertinggi ke-2 di perusahaan mencabut seluruh sahamnya dengan alasan belum diketahui.
Sempat Rezan menghubungi ponsel Edrice tapi tidak mendapat jawaban. Hal itu membuat Rezan kelabakan tidak menemui jalan penyelesaian. Mau tidak mau akhirnya dia harus mendatangi apartemen milik Tuan Muda-nya tak lain Edrice.
“Tuan Muda ini saya Rezan tolong buka pintunya. Perusahaan mendapat masalah.” Ucap Rezan terus mengetuk pintu apartemen Edrice. Bisa saja Rezan langsung masuk karena dia tahu sandi apartemen ini tapi demi menjaga privasi Tuan Muda-nya Rezan memilih menunggu sampai Edrice membuka pintu.
“Ada apa Zan? Kau mengganggu waktu istirahat ku. Kua tahu bukan jika aku pulang larut malam.” Ucap Edrice membuka merasa terganggu dengan kedatangan Rezan pagi sekali.
“Maaf Tuan Muda, tapi ini sangat penting. Perusahaan cabang dalam masalah dan pemegang saham tertinggi ke-2 di perusahaan mencabut seluruh saham miliknya. Memang sudah mengganti biaya kerugian akan tetapi tetap saja ini berpengaruh dengan citra perusahaan.” Jelas Rezan berucap cepat.
Brakkkkkk
“Tunggu 5 menit aku bersiap.” Edrice memukul pintu apartemennya lalu masuk lagi.
***
Alzam Group
__ADS_1
Edrice dengan menahan amarah berjalan cepat memasuki perusahaan. Tangannya memegang bukti kecurangan yang dilakukan perusahaan cabang dan membuat nama perusahaanya buruk di mata publik. Belum lagi setelah Mr.Ab, pemilik saham tertinggi mencabut sahamnya dan mmebuat para pemegang saham yang lain mempertanyakan penyebabnya. Edrice memang tidak mengenal siapa itu Mr.Ab tapi yang jelas pria mistrius itu bukan orang sembarangan.
“Apakah semuanya sudah berkumpul di ruang rapat, Zan?”
Pagi ini pera pemegang saham sudah berkumpul di perusahaan untuk membahas masalah ini. Tentu sebagai CeO Alzam Grup, Edrice harus siap siaga menyelesaikan semuanya.
“Sudah Tuan Muda. Tuan besar juga sudah datang sejak 5 menit yang lalu.” Jawab Rezan.
“Bahkan papa juga sampai datang ke sini. Sungguh masalah semalam merupakan guncangan besar jika papa sampai turun tangan.” Ucap Edrice tersenyum kecut.
“Apa anda baik-baik saja Tuan Muda?”
Edrice menarik nafas dalam kemudian masuk ruangan yang sudah berisi para pemegang saham dan juga papanya, Khumaid Alzam. Belum sempat dirinya berkata apapun seorang pemegang saham langsung mencecarnya dengan berbagai macam pertanyaan.
“Tuan Edrice jujur saya sangat kecewa melihat berita yang sudah beredar. Bagaimana bisa perusahaan cabang melkukan hal kotor seperti ini? Ditambah Mr.Ab mencabut sahamnya yang jumlahnya terbilang tinggi. Sebenarnya apa yang membuat ini semua bisa terjadi? Dan kenapa berita ini bisa tersebar dengan sangat cepat bahkan tidak bisa dihapus? Apakah anda sudah menyinggung Mr.Ab?”
“Benar sekali, kita tidak mungkin berdiam diri seperti ini. Apalagi anda sebagai cEO Alzam Group seharusnya bisa memberikan solusi terbaik.”
__ADS_1
“Maaf Tuan Edrice dan Tuan khumaid, saya juga akan menarik saham saya dari Alzam Group. Terimakasih dan permisi.”
“Tuan Val, jangan mengambil tindakan gegabah. Ini masih bisa diselesaikan dan kita tidak memiliki kerugian cukup besar bukan?” Edrice terkejut karena Tuan Val berani mengambil keputusan seperti itu.
“Maaf Tuan Edrice, ini tidak hanya tentang kerugian tapi juga image buruk perusahaan.” Jawab Tuan Val lalu pergi keluar ruangan.
“Saya juga menarik saham saya dari Alzam Group, alasan saya sama dengan Tuan Val.”
Dan akhirnya seluruh pemegang saham meninggalkan ruangan dengan mengambil keputusan yang sama. Kini hanya tersisa Edrice, Rezan dan Tuan Khumaid. Sedari tadi Tuan Khumaid tidak mngeluarkan sepatah kata apapun. Tadi baik Edrice dan Rezan mereka tahu jika pria di depannya menyimpan amarah cukup banyak.
“Kau tahu dimana letak kesalahan mu Edrice?” satu pertanyaan yang keluar dari mulut papanya membuat Edrice kebingungan harus menjawab apa.
“Kau tidak bisa menjawab? Masalah kali ini papa tidak bisa membantu mu, tapi satu yang harus papa sampaikan. Jangan menyakati atau menyinggung seseorang yang tidak kau ketahui latarbelakangnya dengan jelas. Selesaikan masalah ini secepatnya.” Ucap Tuan Khumaid lalu pergi.
Setelah kepergian papanya, Edrice memijat pelipisnya. Dia yakin papanya sudah mengetahui siapa orang di balik semua ini. Tapi melihat papanya menanyakan kesalahan, Edrice tahu ini memang salahnya. Tapi sungguh dirinya masih tidak paham dimana letak kesalahannya dan siapa seseorang yang sudah dia singgung.
Sedangkan di mobil, Tuan Khumaid sedang menelpon seseorang.
__ADS_1
“Saya sudah menasehati Edrice, saya tidak akan ikut campur untuk kesalahannya kali ini. Silahkan jika dari pihak anda ingin memberikan pelajaran untuk putra saya, saya tidak akan menghalangi. Sekali lagi saya mohon maaf atas tindakan putra saya dan terimakasih sebelum pihak anda bertindak sudah memberitahu terlebih dahulu.