
“Vely tolong mama..”
“Mama, kenapa mama bisa tertangkap oleh mereka?” Vely menatap mamanya yang sudah berpenampilan acak-acakan.
“Bagaimana kalian bisa masuk kesini?” Paman Gerry terkejut melihat orang lain bisa masuk kesini padahal anak buahny sudah berjaga disekitar Gedung ini.
“Anak buah anda sudah tewas di tangan orang lain.” Jawab seseorang menatap Paman Gerry terkejut.
“Kamu turunkan anakku atau mama mu akan aku tembak.”
“Jangan Alfiii..” Teriak Vely menggelengkan kepala.
Ya orang yang membawa mamanya Vely adalah Alfi serta anak buahnya, tidak lupa dengan Zay juga.
“Bibi Fen…” Panggil Cila pada wanita yang pernah merawatnya.
“Kamu Cila kan?” Kata Bibi Fen yang tak lain mamanya Vely.
“Mama hati-hati dengan dia, dia itu jahat ma.” Teriak Vely mengingatkan mamanya.
“Vely cepat hempaskan bayi itu,” Paman Gerry kembali meminta Vely menghempaskan bayi itu.
“Lepaskan ibuku atau bayi kalian akan mati.” Kata Vely bersiap menghempaskan bayi itu.
“Hempaskan saja karena itu bukan bayi Cila.” Seorang pria berjalan dari belakang Alfi menatap Vely tajam.
"Bagaimana dengan anak buah mereka diluar?" Tanya Alfi pada orang itu.
"Tenang saja mereka sudah tewas sesuai perkataan ku tadi." Jawab orang itu dengan santainya.
__ADS_1
“Siapa kamu? Apa maksud ucapanmu?” Vely menatap pria bertopeng itu dengan penuh selidik.
“Yang jelas aku musuhmu dan bayi yang ada ditanganmu memang bukan putri Alfi dan Cila. Bayi mereka saat ini sudah berada di tempat yang aman dan bersama orang yang sangat baik.” Ucap pria bertopeng itu yang tak lain adalah Azkio.
“Tidak, tidak mungkin, ini adalah anak Alfi dan Cila. Pasti kamu berbicara seperti itu supaya aku tidak menyakiti bayi ini. Kamu pasti berbohong.” Jawab Vely yakin.
“Ckck.. Untuk apa aku berbohong itu memang bukan anak Alfi dan Cila karena anak buahku sudah menukar bayi itu saat kekasihmu berkelahi dengan anak buahku. Jika tidak percaya silahkan cari apakah di kaki bayi itu ada tanda bintang? Karena hanya anak keturunuan Chen lah yang memiliki tanda itu dari lahir.” Ucap Azkio tersenyum mengejek karena rencana Vely gagal.
Mendengar itu Vely langsung mengecek di kaki bayi itu dan benar tidak ada tanda bintang di kaki bayi itu. Alfi dan Cila tersenyum senang mengetahui benar jika itu bukan anak mereka.
“Kurang ajar kalian sudah mempermainkan aku.” Teriak Vely meletakkan bayi itu di kursi dan mendekati pamannya.
Sedangkan Azkio mengkode anak buahnya untuk mengambil bayi itu.
“Jangan senang dulu kalian walupun putri kalian selamat tapi 2 putra kalian dalam bahaya besar karena aku sudah meminta anak buahku mengepung rumah kalian.” Kata Paman Gerry membuat mereka terkejut terutama Alfi dan cila.
“AKu meminta mereka melenyapkan kedua putramu beserta siapapun yang menghalangi rencanaku. Hahaa..” Paman Gerry tertawa bahagia.
Dorr…
“Ahhh..” Sebuah tembakan melesat menggores bahu Paman Gerry. Vely juga ikut terkejut melihatnya.
“Jangan pikir rencana kamu berhasil Tuan Gerry.”
“Ahh ternyata kamu Jack, apa maksudmu hah?” Ternyata Paman jack yang menembak bahu Paman Gerry.
“Tidak akan aku biarkan anak buah mu menyentuh cucu Tuan Maxim Chen yang sudah aku anggap seperti cucuku sendiri. Aku beri tahu jika anak buahmu sebelum masuk ke rumah untuk mencelakai sikembar sudah habis di tangan anak buah putriku dan tenang saja mayatnya sudah aku bawa sekalian kesini.” Kata Paman Jack menatap sinis Paman Gerry.
“Tidak mungkin, anak buahku adalah orang-orang terpilih dan tidak mungkin bisa kalah begitu saja.” Ucap Paman Gerry tidak percaya.
__ADS_1
“Tapi buktinya anak buah anda kalah dengan anak buah ku Tuan Gerry.”
Dari belakang Paman Jack, Alin berjalan bersama Bibi Hana, Mami Ara dan Mama Rena yang menggendong si kembar baby boy dengan dikawal anak buah Alin.
Semua orang menoleh pada Alin dan rombongan, Mami Ara dan Mama Rena berjalan mendekati Alfi dan Cila menyerahkan si kembar.
“Apa mereka baik-baik saja?” Tanya Cila menatap anaknya.
“Tenang sayang, si kembar aman tanpa lecet sedikitpun. Itu semua berkat anak buah Alin.”
Kembali ke Alin dan Paman Gerry yang saling menatap sinis.
“Kau penghianat Alin.” Tunjuk Paman Gerry pada mantan anak buahnya.
“Aku hanya mencontoh apa yang anda lakukan pada masa lalu, mengkhianati saudara tiri anda sendiri. Sebenarnya sedari awal aku tidak berniat menjadi anak buah anda namun itu terpaksa aku lakukan demi membalas kejahatan anda di masa lalu.” Balas Alin tegas.
“Ahhhh gara-gara kalian semua anakku gagal menjadi calon ketua Black star.” Kali ini Vely yang berteriak tidak terima.
“Sedari awal memang itu bukan hak kalian bukan. Paman mu juga tidak ada hak menjadi ketua Black Star dan kamu juga tidak berhak mendapatkan itu demi anakmu kelak?” Balas Azkio menatap Vely datar.
“Kata siapa anak Vely tidak berhak? Anak yang dikandung Vely juga keturunan Chen karena mamanya Vely, Fen anak dari Martine Chen dengan istri keduanya. Jadi anak Vely juga berhak menjadi Ketua Black Star.” Kata Paman Gerry lantang.
"Kata siapa Fen anak kandung seorang Martine Chen?"
****
Hai Reader's
Jangan lupa Like dan Komen yaa ❤❤❤
__ADS_1