
Seorang penjaga rumah kediaman Azkio membukakan pinttu mobil ubtuk dua keonakan tuan mereka yang datang bersama seorang wanita. Tentu saja kedtangan mereka kesini untuk melihat kondisi Nona Muda Bril yang semalam pulang bersama seorang pria tampan dalam kondisi tidak sadarkan diri.
Mereka sempat ingin menagkap pria yng bernama Willy naum saat penjaga bayangan milik Bril melaporkan jika pria itu baik akhirnya mereka membiarkan pria itu menjaga nona muda mereka.
“Selamat datang Tuan Muda Abrian, Tuan Muda Abrico dan nona cantik.” Sapa pelayan di pintu dengan ramah. Abrian dan Abrico hanya mengangguk saja berbeda dengan Bella yang tersenyum.
“Dimana ayah, ibu dan paman?” tanya Abrico pada pelayan.
“Tuan dan nyonya berada di kamar Nona Bril, tuan muda.”
Dengan sedikit berlari Abrico menaiki lift bersama Abrian dan Bella. Bella yang baru kali ini melihat rumah yang mewahnya melibihi kediaman Gu dan kediaman Abrian hanya bisa berdecak kagum/ Sungguh keuarga kaya yang hartanya sulit habis.
Sampai di lantai 4 Abrian dan Abrico melangkah cepat masuk kamar Bril diikuti Bella dibelakang. Kedatanagn mereka disabut oleh Azkio.
“Tidak usah terburu-buru nanti kalian terjatuh.” Paman Azkio terlihat tenang dan itu membuat Abrian dan Abrico sedikit tenang juga.
“Bagaimana kabar Abrilla, paman?” tanya Abrian melihat Abrilla tidur bersama ayah dan ibu mereka.
“Ayo kita bicara di luar supaya lebih leluasa. Dan kalian juga belum mengenalkan gadis cantik dibelakang kalian pada paman.”
“Halo paman, aku Bella teman mereka.” Sapa Bella mengintip dari belakang tubuh Abrian.
“Mendekatlah nak, jangan sungkan.”
Abrico menarik lengan Bella supaya lebih dekat dengan mereka. “Kau ini jangan malu-malu dan takut, kaluarga kami tidak ada yang jahat.”
Azkio tersenum melihat keponakannya satu ini, tidak ada rasa malu sama sekali dan cepat akrab dengan orang lain.
“Kalian lihatlah dulu keadaan Bril, tapi jangan sampai membangunkannya karena dai baru saja tertidur. Paman tunggu di luar.”
Abrian dan Abrico mendekati ranjang Abrilla, wajah sang adik terlihat masih pucat dan tangannya masih terpasang selang infus. Kakak mana yang tidak ikut merasa sakit melihat kondisi adiknya seperti itu.
__ADS_1
“Abrian, Abrico kalian sudah datang.” Cilla yangtertidur disamping putrinya terbangun bersama dengan Alfi karena mencium parfum putranya.
“Maaf ibu, ayah kami mengganggu tidur kalian.” Ucap Abrico pada orang tuanya.
“Tidak apa, ibu dan ayah tadi hanya menemani Rilla yang kesulitan untuk tidur.”
“Benar kata ibumu, ayo kita bicara di luar. Biarkan Rilla istirahat.”
***
Saat ini mereka sudah berkumpul di luar kamar Abrilla.
“Kalian sudah tahu bukan apa yang sudah terjadi dengan Brill? Jadi aku tidak perlu menjelaskan lagi penyebabnya. Yang akan aku jelaskan efek yang di dapat Bril.” Ucap Azkio mewakili Alfi.
Azkio menarik nafas panjang.
“Seperti yang pernah dokter dulu jelaskan jika punggung Bril tidak boleh terbentur sesuatu karena akan berakibat buruk untuk kesehatannya. Tapi karena kajadian itu perkataan dokter benar adanya. Bril merasakan sakit di bagian punggungnya dan harus menjalni operasi dalam waktu dekat. Dan satu hal yang akan merubah sifat Bril kedepan, dia sepertinya kembali menjadi gadis dingin seperti waktu kecil kalian dulu. Dan itu terbukti saat dia sadar tadi. Paman, ayah, ibu, Wlly dan dokter saksinya.”
Abrian dan Abrico tidak terkejut lagi karena sudah mendapatkan informasi ini dari anak buah mereka yang berada di rumah ini. Mereka juga sudah mengetahui siapa itu Willy dan dia pria baik-baik.
“Baik paman kami mengerti.”
“Apa kalian sudah melakukan sesuatu pada mereka yang sudah membuat putri ibu seperti ini?” tanya Cilla pada 2 putranya.
“Tenang saja bu, kami sudah mengirim hadiah untu mereka semua.”
“Iya bu, tidak mungkin kami berdiam diri saat adik kami diperlakukan seperti itu.”
Kini mereka mulai tenang dengan kondisi Abrilla dan saat ini mereka malah berbincang tentang Bella. Bella diterima baik oleh mereka, apalagi Cilla yang pernah mengalami hidup hampir mirip dengan cerita Bella.
“Ternyata ada yang lebih buruk dari nasib ku dulu. Kamu harus kuat nak, jangan taku untuk melawan ayah dan ibu tirimu. Kami pasti akan membantumu.” Ucap Cilla geram dengan tindakan ayah dan ibu tiri Bella.
__ADS_1
“Iya bibi, Bella saat ini Bella sedang belajar menjadi wanita kuat di bantu Abrian.”
“Jangan panggil aku bibi, panggil saja ibu.” Bella merasa terharu mendengar ucapan Cilla.
“Panggil paman juga dengan sebutan ayah.” Tambah Alfi melihat Bella.
“Aku sekarang memiliki ibu dan ayah?” suara Bella tercekat saat menyebut kata ibu dan ayah.
Entah sudah berapa lama panggilan itu terpendam dihatinya. Terakhir panggilan ibu tersemat pada ibu tirinya tadi Bella malah terkena siksaan. Bella hanya boleh memanggil Kinan dengan sebuatan ibu saat Kinan menyuruhnya. Sedangkan panggilan ayah sudah tidak pernah Bella keluarkan karena dia tidak pernah sekalipun berbicara dengan ayahnya setelah kepergian opa dan omanya.
“Siapa nama lengkap mu sebenarnya nak? Tanya Azkio penasaran.
“Senafa Gu, paman.” Ucap Bella lirih.
Azkio terdiam sejenak, beberapa detik kemudian dia berucap. “Kau cucu dari Tuan Jefan Gu dan Nyonya Suzy Gu atau Yunma?”
“Iya benar, paman mengenal opa dan oma ku?” Bella terlihat antusias saat ada yang mengenal mendiang opa dan omanya.
“Tentu saja, oma mu itu dulu bernama Yunma. Beliau pernah meminta bantuan pada ayah paman untuk melindunginya dari kejaran mantan kekasihnya. Dan ayah paman berhasil membantu oma mu selamat. Setelah bertahu-tahun tidak bertemu, oma mu bertemu dengan kami lagi saat sedang mengadakan pertemuan bisnis antar negara. Nama oma mu berganti menjadi Suzy Gu setelah menikah dengan opa mu. Kami sempat menjalin kerjasama dan beberapaki bertemu dengan opa mu. Beliau juga pernah bercerita dengan paman jika dia memiliki cucu perempuan yang cantik sekali. Ternyata gadis ini yang yang sering diceritakan Tuan Jef dulu.” Jelas Azkio mengenang pertemuan yang sudah lama terjadi.
“Sungguh sebuah kebetulan yang hebat bukan?” ujar Alfi yang masih ingat dengan cerita yang pernah mendiang paman Gerry bicarakan saat awal datang ke Indonesia.
“Jadi karena kau sudah menjadi anak angkat orang tau kami, kau harus menaggil kami berdua dengan panggilan kakak.” Kata Abrico bersemangat.
“Berapa usiamu nak?” tanya Cilla memperhatikan Bella.
“Usiaku 19 tahun bu.”
“Apa 19 tahun? Tidakkah terlalu tua untuk anak seperti dirimu nak? Bukankah seharusnya usiamu saat ini baru akan menginjak 17 tahun? Pertemuan terakhirku dengan Tuan Jef 14 tahun yang lalu dan usiamu saat itu Tuan Jef berkata akan menuju 3 tahun.” Azkio memiliki daya ingat yang kuat jadi tentu saja dia tahu berapa usia Bella saat ini.
“Tidak paman, di kartu identitasku yang asli usiaku memang 19 tahun.” Ucapan Bella diangguki oleh Abrian karena Abrian yang menyiman kartu identitas yang asli milik Bella.
__ADS_1
“Sepertinya ada kesalahan pada usiamu nak.” Alfi percaya dengan ucapan Akio karena mana mungkin Azkio berbohong.
“Jangan-jangan ini ulah ibu tiri dan ayahmu karena berhubungan dengan harta warisan?” ucap Abrian berpendapat, karena jika ingin Bella bisa mengelola sendiri harta warisan dari kakeknya minimal harus berusia 20 tahun. Karena tidak ingin menunggu lama, dibuatlah dentitas dimana umur Bella dituakan. Dan tentu saja rencana ini sudah di buat sangat lama mengingat Bella yakin jika usianya memang 19 tahun.