
Keyra kembali ke rumah dengan perasaan was-was, tadi setelah menjelasakan semua pada Abrian, Abrico, Abrilla dan juga Senafa Gu atau Arbella mereka berbincang sejenak merencanakan sesuatu. Dan rencana pertama Keyra yang harus memulainya.
“Darimana saja kamu Keyra?”Keyra terkejut mendapati Kinan duduk di ruang tamu menunggu dirinya.
“Ibu tadi aku bertemu dengan teman lama ku, oh ya bu aku seteju dengan rencanamu. Aku bersedia menggantikan Senafa.” Ucap Keyra duduk disamping Kinan.
“Benarkah? Keputusan yang bagus Keyra.” Kinan tersenyum senang akhirnya Keyra bersedia mengikuti rencananya tanpa paksaan.
“Aku sudah memikirkannya tadi bu jadi ibu tidak perlu khawatir. Oh ya bu, apakah ibu mengenal pengusaha muda dan sukses, Abrian Anggara?” tanya Keyra mulai menjalankan rencana, sedikit takut tapi harus dia lakukan.
“Abrian Anggara, oh putra dari Tuan Alfian Anggra dan Nonya Fricilla Andara. Tentu saja ibu mengenalnya, dia pengusaha tampan dan juga mapan. Memang ada apa? Jangan bilang kau membuat masalah dengannya Keyra?” tanya Kinan khawatir.
“Tidak ibu, dia itu teman lama ku. Dan dia menyukaiku bu, apakah ibu setuju jika aku bersamanya?” Ucap Keyra bersikap manja, biar kali ini dia harus berpura-pura menurut asal rencananya berhasil.
“Ah benarkah? Tentu saja ibu setuju Key. Itu sangat bagus jika kau bersamanya, perusahaan akan berkembang pesat dan tentunya ibu akan dikenal banyak orang. Akan tetapi bagaimana kau bisa berteman dengannya?”
“Emm itu bu, aku dulu bekerja di rumah sakit milik keluarga Abrian, kami sempat bertemu di rumah sakit dan acara amal di panti asuhan. Sempat kami tidak berhubungan karena kau kembali keluar negeri tapi tadi kami bertemu kembali di rumah sakit saat aku menjenguk ayah.” Jawab Keyra sedikit jujur, akan tetapi dia tidak menceritakan jika Abrian itu calon suaminya dulu. Bisa-bisa ibunya marah dengannya.
“Apa yang kalian bicarakan tadi?” tanya Kinan terlihat antusias, tentu dia tidak ingin kehilangan untuk mendapatkan berlian berharga itu.
“Tidak terlalu banyak bu, hanya kabarku dan kegiatanku saja. Dan nanti malam dia berniat akan berkunjung ke rumah bu. Apa ibu keberatan?”
“Apa nanti malam, kenapakau tidak dari tadi memberi tahu ibu Key. Tentu saja ibu tidak keberatan, sekarang kau pergilah beristirahat supaya nanti malam terlihat segar. Biar ibu yang menyiapkan jamuan untuk Abrian? Berapa orang yang akan datang Key?” Kinan tidak akan menyiakan kesempatan, malam nanti dia harus bisa mengambil hati Abrian supaya bisa secepatnya menikahi Keyra.
“Ada 4 orang bu, dia datang bersama saudari kembarnya dan adiknya. Orang taunya tidak bisa datang karena sedang berada di luar negeri.” Jawab Keyra.
“Wajar saja, orang tuanya itu pembisnis hebat pastinya sangat sibuk dengak pekerjaan. Ibu akan menyiapkan dari sekarang. Pergilah ke kamar, nanti akan ibu belikan gaun cantik untukmu.” Ucap Kinan lalu pergi meghubungi butik langganannya.
Keyra masuk ke kamarnya dan mengunci pintu, kemudian dia mengirim pesan pada Abrian.
“Abria, aku sudah lakukan sesuai rencana kita tadi dan Ibu Kinan terlihat sangat senang.”
Tidak lama pesannya mendapat balasan dar Abrian.
__ADS_1
“Baguslah jadi aku tidk perlu repot-repot untuk membujuknya nanti. Istirahtlah, aku tahu kau pasti lelah.”
Setelah mendapat balasan dari Abrian, Keyra memutuskan untuk beristirahat. Dia memang lelah akibat kurang tidur memikirkan rencana ibunya tapi sekarang beban pikirnya mulai berkurang setelah tadi berbagi cerita dengan mereka.
Malam tiba, tepat pukul 7 Abrian tiba di rumah kediaman Gu bersama Abrico, Abrilla dan Arbella. Untuk Arbella sendiri dia sudah diubah sedemikian rupa supaya Kinan tidak mengenalinya.
“Jangan gugup Bella jika ingin rencana kita berhasil.” Ucap Abrico menggandeng erat tangan Bella.
“Iya tenang saja kak, kau ini cerewet sekali. Kak Rilla saja cukup sekali mengingatkan aku.” Jawab Bella menatap jengah Rico.
“Kau ini, aku hanya menguatkanmu saja. Siapa tahu aku akan pingsan saat bertemu nenek lampir itu.”
“Aku tidak akan pingsan kak, kakak jangan lebay.”
“Apa kalian ingin aku lempar ke planet mars? Selalu saja bertengkar.” Abrian menatap tajam Bella dan Rico. Dia tidak habis pikir dengan keduanya yang sering bertengkar atau adu mulut, yang satu bermulut lemes yang satu bermulut pedas.
“Kau ini galak sekali kak, baiklah sana kau dengan Rilla saja.” Abrico melepaskan gandengan tangan Bella.
“Sudah ayo masuk, kalian siap berakting tidak?” kata Rilla mengedipkan mata.
“Selamat datang di rumah kami, silahkan masuk.” Kinan mempersilahkan mereka masuk.
Arbella masuk paling terakhir bersama Rilla, dia melihat sekeliling rumah ini. Rumah dimana dia tumbuh besar, rumah dimana ibunya harus meregang nyawa dengan cara kotor, rumah dimana kebahagian hanya dia dapatkan saat opa dan omanya masih hidup.
“Kenapa?” tanya Rilla memperhatikan Bella.
“Tidak kak, aku hanya mengenang apa yang pernah aku alami dirumah ini. Tenang saja, aku kuat.”
“Baiklah, ayo kita masuk.”
Abrian duduk bersebelahan dengan Abrico, Abrilla bersebelahan Arbella. Sedangkan Kinan duduk bersama Keyra berhadapan dengan dua laki-laki tampan itu.
“Nyonya Kinan, perkenalkan saya Abrian Anggara, saya datang bersama adik-adik saya. Dia Abrico Aanggara adik kedua saya, itu Abrilla Anggara adik ketiga saya dan itu Arbella Andara adik terkahir saya.” Kata Abrian dengan sopan.
__ADS_1
“Maaf, kenapa adik anda yang terakhir tidak memakai nama Andara?” tanya Kinan menatap Arbella.
“Sebenarnya dia anak dari adik ibu kami, tapi karena orang tuanya sudah meninggal hak asuh jatuh pada orang tua kami. Akan tetapi dia tetap menggunakan nama Andara.” Jelas Abrian secara singkat.
“Oh jadi dia pewaris dari keluarga Andara?” tanya Kinan tidak menyangka, pasalnya gadis itu pernah ia marahi saat pesta yang diadakan oleh Tuan Fras. Kinan berharap gadis itu tidak menceritakan kejadian pesta pada Abrian.
“Bisa dibilang begitu tapi dia memilih hidup tanpa mengurusi warisan keluarga. Alhasil adikku, Abrico yang harus mengurusnya.” Ucap Abrian.
“Dia sebenarnya bukan pewaris Keluarga Andara tapi Keluarga Gu. Karena keserakahanmu dia harus hidup tersiksa bahkan Keyra juga harus menanggungnya.” Kata Abrian dalam hati.
“Nyonya dimana Tuan Jonathan? Kenapa beliau tidak ikut bergabung dengan kami?” tanya Abrico membuat Kinan langsung menampakkan wajah sedih.
“Suamiku sudah cukup lama sakit akibat terkena serangan jantung, saat ini sedang menjalani perawatan dirumah sakit.”
“Ah maafkan aku nyonya, aku tidak tahu. Semoga beliau cepat sembuh.”
“Tidak apa, terimakasih atas doanya.”
“Nyonya kedatanganku kesini sebenarnya untuk meminta izin menikahi Keyra. Apakah nyonya keberatan?” Abrian tidak ingin basa-basi lagi jadi langsung mengutaran tujuan kedatangannya.
“Tentu saja tidak, asal keyra bahagia aku juga bahagia.” Jawab Kinan tersenyum.
“Dasar rubah, yang ada tidak apa Keyra mengorbankan Keyra asal dirimu bahagia.” Ucap Rilla dalam hati.
“Syukurlah jika begitu aku berencana menikahi Keyra dalam waktu dekat karena keluagaku di Paris akan mengadakan acara keluarga. Apakah nyonya tidak masalah jika aku menikahinya dalam waktu dekat? Tenang saja pesta akan tetap meriah nyonya.”
“Tidak masalah nak, lebih cepat lebih baik bukan? Jadi aku pasti setuju.” Kinan tidak menyangka jika Keyra mendapatkan calon suami penguasaha terkenal.
Mereka mulai berbincang untuk acara pernikahan, terlihat Kinan lebih antusias dari pada Keyra, gadis itu lebih banyak menunduk dan hanya mengeluarkan suara ketika ditanya.
“Nyonya Kinan, aku ingin ke kamar mandi. Bolehkan aku tahu dimana letaknya?” tanya Abrilla dengan sopan.
“Oh tentu saja nona, silahkan ikuti lorong kiri itu dan kamar mandi letaknya ada di samping sebelah kanan.”
__ADS_1
“Baik nyonya terimakasih, ayo Bella temani kakak sebentar.” Ajak Rilla pada Bella.