
“Apa? Bagaimana bisa kalian lalai menjaga Bril? Kurang ajar sekali dia berani membuat Bril terjatuh. Aku akan segera kembali dan kalian awasi mereka pria dan wanita itu.”
Azkio Sharga, pria yang sudah tidak muda lagi tapi wajahnya masih membuat banyak wanita tergila-gila padanya. Disaat usia Bril 8 tahun dirinya memutuskan untuk menikah dengan wanita cantik pilihan kakeknya, Grisella Fathan. Grisella dulunya seorang yatim piatu karena ayah ibunya meninggal akibat kecelakaan dan di asuh oleh kakek Azkio. Memiliki keterampilan pengobatan tradisional dan sifatnya sangat lemah lembut. Awalnya tidak ada cinta di hati Azkio untuk istrinya namun ternyata setelah menjalani hidup layakanya pasangan suami istri rasa cinta tumbuh di hati Azkio.
Memasuki usia pernikahan ke-2 tahun Grisella mengandung, hari-hari dilalui pasangan itu dengan penuh bahagia. Apalagi Abrilla, keponakan mereka mulai sembuh dari sakit. Gadis cilik itu sudah tidak pernah merasakan sakit ditubuhnya karena pengobatan tradisional dari Grisella dan melakukan beberapakali operasi. Grisella dan Abrilla memiliki kedekatan seperti ibu dan anak. Grisella juga memiliki keinginan jika nama anak yang dia kandung harus memiliki kemiripan dengan Abrilla.
Hari itu Grisella dan Abrilla pergi melihat hamparan bunga aster berwarna-warni yang merupakan pemandangan khas musim semi. Tempatnya beradi di sebelah utara dari ibu kota Afrika Selatan. Azkio yang saat itu tidak ikut pergi menemani mereka karena harus terbang ke Cina hanya bisa memberikan pengawalan ketat untuk menjaga 2 perempuan kesayangannya.
Dalam perjalanan menuju Afrika Selatan, cuaca yang tadinya sangat cerah kini terlihat mendung. Benar saja masih setengah perjalanan hujan deras besrta angina kencang datang dengan sangat cepat. Mobil yang ditumpangi Grisella dan Abrilla tertimpa pohon tumbang dan menyebabkan dua perempuan itu tercepit dalam mobil. Para pengawal Azkio berusaha mengeluarkan nyonya dan nona muda mereka.
Azkio yang baru sampai di Cina mendapat kabar tersebut memutuskan untuk kembali ke Afrika. Dia juga menelpon Cilla yang berada di Indonesia. Tentu saja Cila yang pada saat itu sudah memiliki firasat buruk pada putrinya langsung memutuskan untuk terbang ke Afrika bersama suami dan 2 putranya.
Perjalanan yang membutuhkan waktu sangat lama membuat Azkio menangis. Pria itu memikirkan nasib istrinya yang sedang mengandung usia 6 bulan serta keponakannya yang baru sembuh dari sakit.
***
Disinilah mereka semua berkumpul, rumah sakit terbaik yang letaknya di Cape Town. Azkio duduk di kursi tanpa menampilkan ekspresi apapun. Wajahnya dan matanya merah dan tubuhnya terlihat lemah sekali.
__ADS_1
Satu jam lalu dokter menyatakan istrinya meninggal dunia bersama bayi di kandungan akibat terjepit kursi. Saat mendengar itu tubuh Azkio ambuk ke bawah, Maxim Chen ayah Azkio melihat itu langsung menguatkan putranya. Sedangkan Xin Qian memeluk Cillayang masih menunggu kabar tentang kondisi Abrilla.
“Kenapa mereka meininggalkan aku? Kenapa kebahagian kami harus terenggut secepat ini? Padahal aku sudah menanti kelahiran putri ku.” Ucap Azkio tidak bisa menerima kepergian istri dan anaknya.
“Ini sudah takdir nak, kita tidak bisa menyalahkan takdir. Ikhlaskan kepergian Grisella dan bayi di kandungannya. Kasian mereka jika melihatmu seperti ini.” Maxim Chen sangat tahu bagaimana perasaan putranya saat ini karena dia pernah mengalami hal yang sama saat Cilla dinyatakan meninggal.
Setelah menunggu dua jam lamanya dokter yang menangani Abrilla keluar dari ruang operasi. Dokter melihat satu per satu wajah dari keluarga korban.
“Bagaimana keadaan putri saya dok?” tanya Alfi mendekati dokter tersebut.
Dokter menghembuskan nafas seperti berat untuk memberitahunya. “Kondisi Abrilla sudah mulai stabil, untung saja tubuhnya tidak terhimpit mobil dan tidak tertimpa pohon secara langsung. Akan tetapi ada benturan di kepala Abrilla dan kemungkinan terburuk dia kan mengalami hilang ingatan atau amnesia.” Jelas singkat dokter itu.
“Apa ingtannya bisa kembali lagi dok?” tanya Cilla ikut mendekati dokter.
“Ingatan dapat kembali tapi secara bertahap sesuai berjalnnya waktu. Jadi tidak bisa ditentukan berapa lamanya.”
Ada sedikit harapan di hati mereka semua untuk kesembuhan Abrilla. Namun kenyataan pahit harus singgah di hati mereka lagi saat dokter mengatakan sesuatu.
__ADS_1
“Apakah Abrilla pernah sakit dan melakukan operasi beberapa kali di punggungnya?”
Azkio yang dari tadi hanya mendengar kini dia berdiri dan menjawab. “Ya benar, Abrilla pernah melakukan beberapa operasi karena saat dalam kandungan tubuhnya terkena racun dan saat usia 7 tahun harus menjalani transplantasi sum-sum tulang belakang. Apa ada masalah dok?” tanya Azkio sangat mengkhawatirkan kondisi Abrilla.
“Iya benar, tulang punggungnya bermasalah. Jangan sampai punggung Abrilla terbentur sesuatu yang bisa membuatnya merasakan sakit. Khawatirnya ini akan membuat tubuhnya drop. Tapi saya kan berusaha memberikan penangan terbaik untuk Abrilla.”
***
Banyak hal yang terjadi setelah peristiwa naas itu. Benar saja Abrilla mengalami hilang ingatan, akan tetapi dia ingat Azkio dan Grisella. Dan beranggapan jika Azkio dan Grisella adalah orang tuanya. Sifatnya juga ikut berubah, jika dulu Abrilla sangat dingin, cuek dan hanya ramah pada orang terdekat kini Abrilla sifatnya sangat ceria dan periang.
Keluarga sepakat untuk membiarkan Abrilla beranggapan seperti itu karena saran dokter. Akan ada masanya dia secara perlahan mengingat masa lalunya. Abrilla juga memnggil Azkio dengan panggilan ayah. Kondisnya sempat kembali tidak stabil saat tahu jika Grisella yang dianggap sebagai ibu meninggal dunia bersama calon adiknya. Untung saja Azkio bisa membuat Abrilla tenang dan menerima kenyataan yang ada seperti dirinya.
Alfi dan Cilla sebenarnya sangat sedih melihat kondisi putri mereka seperti itu, tidak mengenali orang tua kandung dan saudara kembarnya. Tapi demi kesembuhan Abrilla mereka berusaha kuat dan sabar.
Nama panggilannya pun di ubah menjadi Bril untuk memenuhi diinginkan Grisella yang ingin nama anaknya ada kemiripan dengan Abrilla yaitu Gabrilella Sharga. Tentu sebagai adik ipar yang sangat menyanyangi Grisella, Cilla berkenan anaknya menggunakan nama panggilan Bril.
Benar saja dengan berjalannya waktu Abrilla mulai mengingat sedikit demi sedikit ingatan masa lalunya. Dan di usia Abrilla yang ke 12 tahun semua ingatannya sudah benar pulih. Tentu saja sebagai orang tua kandung, Alfi dan Cilla sangat bahagia. Abrian dan Abrico juga ikut merasa senang karena Abrilla baru bisa mengingat mereka dan kenangan bersama mereka di usia ke-12 tahun.
__ADS_1
Tidak ada perubahan besar saat Abrilla mengingat semuanya. Dia tetap memilih tinggal bersama Azkio yang sudah dia anggap seperti ayahnya sendiri, Bril juga tetap menjadi nama panggilannya saat berada di Afrika. Sifat cerianya juga tetap ada di dalam dirinya.