Pembalasan Putri Yang Diusir

Pembalasan Putri Yang Diusir
Season 2 - Gagalnya penyelundupan


__ADS_3

Derap langkah kaki memecahkan sunyi di sebuah pelabuhan dipinggir kota. Beberapa anggota kepolisian berpencar kebeberapa sudut bagian kapal-kapal yang sudah terbengkalai. Fugo, anak buah Abrico yang ditugaskan untuk memimpin penyergapan ini berada paling depan, tidak lupa tubuhnya memakai baju anti peluru. Kedua tangannya memegang pistol dan di sepatunya terselip sebuah pisau beracun.


“Kapal berwarna hitam putih dengan angak 779 di bagian depan.” Tunjuk Fugo pada salah satu kapal yang hanya menggunakan penerangan beberapa lentera.


“Anda yakin itu mister?” tanya kepala polisi yang merasa kurang yakin. Pasalnya kapal tersebut seperti tidak layak berlayar apalagi membawa para budak di dalamnya.


“Jangan lihat tampilan luarnya pak. Luar boleh using tapi dalam mungkin seperti berlian.”


Malam ini dari pihak kepolisian hanya membawa tiga tim penyergapan yang berjumlah 15 orang. Sedangkan Fugi dia membawa pasukan penembak jitu miliknya yang ditempatkan dibeberapa titik, dimana ada beberapa orang merupakan anak buah Azkio Sharga. Hal itu sebagai antisipasi apabila musuhnya memiliki pasukan pelindung tanpa sepengetahuan mereka.


Di dalam kapal seseorang membisikkan sesuatu pada Lanin, penanggung jawab penyelundupan budak pada mala mini.


“Shit!! Buru-buru Lanin mengambil senjata kesayangannya yaitu sebuah pistol. Tidak lupa mengisyaratkan anak buahnya untuk tetap tenang supaya mereka bisa berpikir jernih.


“Bagaimana bisa pihak kepolisian mengendus penyelundupan kita pada malam hari ini?” Lanin mengintip dari celah kapal, suasana masih sepi seperti biasanya namun sebuah bayangan tertangkap oleh mata Lanin.


“Cepat beri tahu Tim Herdugo untuk segera datang kesini.” Perintah Lanin pada anak buahnya.


Tim Herdugo adalah kelompok yang melindungi pekerjaan kelompok Lanin. Dimana mereka bekerjasama dalam menyelundupkan barang. Jika Tim Lanin menyelundupkan budak wanita makan Tim Herdugo menyelundupkan senjata illegal.


Tim epolisian sudah mengepung kapal, Fugo memberikan isyarat pada pihak polisi untuk segera melakukan penyergapan.


“Kalian sudah terkepung, cepat keluar dan menyerahlah.”


Merasa diabaikan Fugo langsung menembak salah satu celah kapal yang sudah dia prediksi ada beberapa orang di dalamnya.


Dorrr

__ADS_1


Dengan sekali tembakan sudut kapal langsung terbongkar, ternyata tembakan yang diluncurkan Fugo di lumuri sebutir peledak yang sudah diracik oleh bosnya, Abrico.


Lanin yang sudah tidak bisa meneymbunyikan diri lagi meminta anak buahnya keluar dan menghadapi pihak kepolisian. Terjadilah adu tembak antara kelompok Lanin dan polisi. Fugo tidak keluar dari tempat persembunyiannya, dia saat ini hanya memantau saja. Jika memang nanti situasi tidak terkendali lagi maka dia kan turun tangan bersama timnya.


Dorrr Dorrr Dorrr


“Kurang ajar, aku kalah jumlah dengan mereka. Ahh kenapa lama sekali Tim Herdugo datang. Jika terus seperti ini aku pasti akan mati.” Ucap Lanin sambil menghindar dari tembakan polisi.


Dorr Dorr Dorr


“Menyerahlah.”


Sudah tidak ada kesempatan untuk melawan pihak kepolisian, anak buah Lanin hanya tersisa 4 orang sedangkan yang lain sudah tumbang dan tertangkap. Namun saat pihak polisi ingin mendekati Lanin, beberapa orang bertubuh besar dan menyeramkan datang dengan menambak anggota kepolisian.


Mereka datang dengan anggota berjumlah 15 orang. Kini ganti pihak kepolisian yang kewalahan dan itu membuat Lanin kembali menyombongkan diri.


“Kalian tidak akan pernah bisa menangkapku.”


Sayangnya sebelum Lanin kabur sebuah pisau menancap di pundaknya.


“Ahhh… Siapa yang berani menikam ku?”


Dari atas kapal lain, Fugo loncat dan menendang tubuh Lanin.


Brugg…


“Aku, aku yang menikam mu.” Ucap Fugo menertawakan kebodohan Lanin yang tidak memiliki kewaspadaan.

__ADS_1


“Siapa kau? Kenapa mengganggu urusan kami?” tanya Lanin berisngsut mundur, tubuhnya terasa sangat emah dan jantungnya berdetak lebih cepat membuat nafasnya terengah-engah.


“Tidak perlu tahu siapa aku. Aku mengganggu urusan kalian karena bos kalian sudah berani mencelakai nona muda kami. Jadi jangan salahkan aku jika urusan kalian gagal tapi salahkan bos mu yang salah menyenggol orang.”


Mendengar ucapan orang di depannya, Lanin langsung mencaci maki bosnya. Siapa lagi jika bukan Madam Elfa. Entah apa yang sudah wanita itu lakukan hingga membuat orang lain tersinggung dan marah serta menggagalkan penyelundupan pada malam hari ini.


Belum sempat Lanin mengajukan pertanyaan lagi, tiba-tiba dirinya sudah hilang kesadaran karena racun yang ada di pisau telah bereaksi ke seluruh tubuhnya.


“Ckck ternyata mereka hanya orang-orang lemah.”


Sedangkan di kapal, Tim Herdugo sudah tumbang. Herdugo, sang ketua juga sudah melarikan diri meninggalkan anak buahnya yang tertangkap polisi. Tim Herdugo dikalahkan oleh penembak jitu milik Fugo.


“Terimakasih Mister Fugo atas informasi serta bantuan yang anda berikan untuk kami, mereka yang ada di kapal akan kami bebaskan setelah melakukan pemeriksaan.” Ucap kepala polisi.


“Ya sama-sama. Aku pergi dulu.” Balas Fugo lalu pergi dari pelabuhan itu.


Sedangkan di sebuah hotel mewah, seorang wanita sedang menikmati secangkir kopi tiba-tiba menghempaskan cangkir dari tengannya.


“Apa katamu, gagal? Bagaimana bisa pihak kepolisian mengetahui rencana kita?”


“Kalian bodoh, percuma kau sudah membayar kelompok mu sangat mahal, Herdugo. Lalu dimana Lanin?”


“Lanin sedang diperiksa oleh dokter, sempat sadar dia berkata jika ini salahmu yang telah menyinggung nona muda kelompok itu. Setal itu Lanin tidak sadarkan diri lagi.” Jawab Herdugo di sebrang telepon.


“Aku tidak menyinggung nona muda dari kelompok manapun. Karena selama 4 hari aku disini hanya bertemu dengan para pengusaha saja.” Bantah Madam Elfa yakin.


“Coba ingat-ingat kembali. Jangan sampai bisnis kita hancur karena kebodohanmu madam.” Kata Herdugo kesal lalu menutup telepon.

__ADS_1


Madam Elfa mengerutkan kening, sungguh dia yakin tidak ada menyinggung nona muda mana pun. Kecuali gadis tadi yang berada di jamuan makan malam para pengusaha. Gadis yang dia dorong hingga terjatuh, tapi bukankah Edrice berkata jika gadis itu seorang penggoda jadi dia bukan berasal dari kalangan setara dengannya.


Dia juga terpaksa mendorong gadis tadi karena cemburu melihat kecantikannya. Sedangkan dirinya yang sudah melakukan operasi wajah dan tubuh berkali-kali tidak semenarik gadis itu. Sungguh malam ini dia dibuat tidak bisa tidur dengan nyenyak akibat penyelundupan budak miliknya terendus polisi dan anak buahnya juga tumbang.


__ADS_2