
Haii Reader's
Maaf ya aku kalo update ngak teratur dikarenakan beberapa hal.
Tapi insyaallah beberapa waktu kedepan bakal rajin update 😁
Do'ain lancar ya 🙏
Sehat selalu kalian ❤❤❤
Selamat membaca
***
Dua minggu persiapan pernikahan dipersiapkan oleh Mami Ara dan Mama Ayu, baik Zay dan Ayunda hanya menerima beres saja. Hari ini pernikahan Zay dan Ayunda dilaksanakan di rumah kediaman Alfi seperti pernikahan Alfi dan Cilakemarin. Rumah didekor dengan bunga-bunga cantik dan lampu kristal berwarna putih dan biru.
Setelah ijab qabul pukul 9 pagi dilangsungkan dengan respsi, Ayunda tampil cantik dengan menggunakan gaun berwarna putih rancangan Mami Ara sedangkan Zay menggunkan jas berwarna hitam. Mereka terlihat sangat serasi membuat tamu undangan terpesona oleh keduanya. Tidak sedikit wanita yang putus harapan karena gagal mendapatkan Zay, janur kuning sudah melengkung dan tidak bisa untuk ditikung. Walaupun Zay terlihat kurang ramah kepada orang lain terutama wanita tapi pesonanya sebagai pria tampan dan berwibawa membuat daya tarik tersendiri bagi para wanita.
Di pelaminan terlihat Zay dan Ayunda menyalami tamu undangan, senyum mengembang saat keduanya menyapa dan menjawab sapa dari para tamu.
“Aduh Zay udah nikah terus makhluk disamping ini kapan ya? Ngak sadar umur udah tua.” Tante Hesti melirik Anjar yang berdiri disebelahnya. Merasa disindir oleh mamanya Anjar mendengus kesal kemudian menjawab, “Jangan suka nyindir ma, Anjar denger nih.”
Tante Hesti langsung menoleh pada Anjar, “Bagus dong, biar peka dan sadar. Alfi udah mau punya anak, Zay udah nikah dan kamu sendiri masa masih jomblo.”
Anjar mendengus kesal melihat mamanya mulai memojokkan dirinya, kemudian dia berkata “Tunggu aja ma, nanti kalo Anjar nikah punya anak langsung kembar 4.” Sontak jawaban nyeleneh Anjar langsung membuat orang disekitarnya tertawa.
Acara terus berlanjut hingga Ayunda mulai terlihat kelelahan, Zay yang melihat istrinya kelelahan meminta Ayunda untuk beristirahat dulu.
__ADS_1
“Apakah kamu sudah lelah? Lebih baik kamu istirahat dulu ke kamar, biar nanti tamu undangan aku yang urus.” Zay menggandeng tangan Ayunda turun pelaminan, namun langkah mereka dihentikan oleh panggilan Mami Ara.
“Zay kalian mau kemana?” Mami Ara mendekati anak dan menantunya.
“Ayunda sudah lelah mi, Zay mau mengantarkan dia ke kamar nanti Zay kesini lagi.”
Mendengar jawaban Zay, Mami Ara mempersilahkan mereka ke kamar, ”Zay kamu ngak usah kesini lagi temenin istri kamu aja. Biar tamu undangan jadi urusan mami sama mama.”
Mendengar ucapan Mami Ara tanpa berkata lagi Zay dan Ayunda langsung pergi beristirahat.
Lain halnya dengan pasangan pengantin yang pergi berstirahat, pasangan Alfi dan Cila saat ini sedang menikmati mangga muda di halaman rumah orang. Tadi saat acara pernikahan Zay, Cila tiba-tiba ingin makan mangga muda yang dipetik langsung dari pohonnya dan mau tidak mau Alfi harus menuruti permintaan istrinya itu.
Setelah memberikan ucapan selamat pada pengantin mereka berpamit pulang dulu untuk mencari mangga muda. Ditemani beberapa bodyguard akhirnya mereka menemukan pohon mangga didepan halaman milik orang tak dikenal. Alfi mendatangi rumah itu untuk membeli beberapa buah mangga muda namun pemilik rumah itu tidak mau dibayar, katanya jika memang untuk orang hamil dengan senang hati mereka memberi.
Disinilah Alfi berusaha memanjat pohon mangga demi istri tercintanya.
“Sabar sayang, pasti akan aku ambilkan.”
Melihat tuan mereka kesulitan salah seorang bodyguard Alfi menawarkan bantuan, “Tuan biar saya saya yang mengambilkan mangga muda keinginan nyonya.” Alfi menggelengkan kepala tanda menolak, “Terimakasih, tidak usah. Ini keinginan anak dalam perut istriku jadi harus aku yang mengambilkan.”
Pemilik pohon mangga tersebut juga sebelumnya sudah menawarkan bantuan tapi Alfi menolaknya.
Walaupun terihat kesulitan di atas pohon tapi Alfi tetap berusaha keras mengabulkan permintaan istrinya, Cila juga terlihat sangat senang meilah suaminya tidak mengeluh dengan permintaanya. Akhirnya setelah 30 menit diatas pohon Alfi turun dengan selamat dan tentunya dengan sekantong mangga muda yang diinginkan Cila.
Melihat mangga muda yang dia inginkan sudah ada ditangan suaminya Cila langsung mengambil dan meminta air bersih pada pemilik pohon untuk mencuci mangga mudanya. Setelah di cuci bersih Cila langsung memakan mangga muda tersebut tanpa merasa asam sama sekali. Alfi dan para bodyguard yang merasa ngilu melihat Cila dengan senang memakan mangga muda tersebut.
“Apa itu tidak asam sayang?” Tanya Alfi mendekati Cila.
__ADS_1
Cila menggelengkan kepalanya dan terus memakan mangga muda tersebut.
“Ini tidak asam sama sekali mas, malah sangat manis. Jika mas tidak percaya silahkan saja coba sendiri.” Ucap Cila menyodorkan mangga muda kepada Alfi.
Dengan ragu-ragu Alfi mengambil mangga muda tersebut dan mulai memakannya, baru sekali gigit Alfi langsung meletakkan mangga muda tersebut, “Sayang ini sangat asam sekali tidak ada manis-manisnya, kenapa kamu malah membohongi aku.” Kata Alfi menatap Cila.
“Tidak mas, ini manis tidak asam.” Cila kekeh berkata jika mangga muda tersebut manis.
Wanita istri pemilik rumah terkekeh melihat Alfi dan Cila, kemudian dia berkata “Wanita hamil memang seperti itu, manis bisa jadi asam, enak bisa jadi tidak enak, wangi jadi bau dan hal itu wajar dialami nona ini.”
Alfi menganggukkan kepala mendengar perkataan wanita itu dan bertanya “Apa anak kami tidak akan sakit perut bu?”
Pertanyaan Alfi membuat wanita tadi dan suaminya tertawa, “Maaf tuan kami tertawa, sepertinya tidak tuan tapi jika ingin tahu lebih jelas boleh tanya langsung kepada dokter kandungan. Karena saya tidak tau jika bayi dalam kandungan bisa sakit perut.”
Alfi mengganguk kepala, memang benar kata pasangan suami istri tersebut memang bayi dikandungan bisa mengalami sakit perut? Toh itu juga keinginan si ibu dan bayi ingin makan mangga muda.
Setelah Cila selesai memakan mangga muda mereka berpamit untuk pulang, tidak lupa mengucapkan terimakasih pada pemilik pohon mangga tersebut. Dalam perjalanan pulang Cila tertidur nyenyak, mungkin karena kelelahan pikir Alfi.
LIKE
KOMEN
VOTE
FAVORIT
🙏🙏🙏
__ADS_1