
Dengan polosnya Dinda hanya mengikuti kemana Valen membawa dirinya, dan ternyata gadis tersebut membawa Dinda ke salah satu gedung kosong yang berada di belakang kampus mereka. Dan ternyata di gedung tersebut terlepas dari jangkauan cctv yang berada di kampus itu, yang berarti secara otomatis tidak akan merekam perbuatan yang akan dia lakukan
Sesampainya di dalam gedung tersebut Dinda pun langsung berusaha untuk melarikan diri, hal tersebut dia lakukan karena ternyata di sana sudah ada beberapa orang pria yang tidak dia kenal. Dan para pria tersebut langsung menampilkan sebuah senyuman yang terlihat mengerikan di mata Dinda
Sebesar apapun upaya yang Dinda lakukan saat itu tak bisa membuahkan hasil apapun, karena dengan sangat mudah Dinda berhasil di tangkap oleh beberapa pria tersebut. sambil tertawa lepas para pria tersebut membawa Dinda tepat ke hadapan Valen
"Kenapa kamu untuk berusaha kabur? apa sekarang kamu baru merasakan yang namanya takut?" tanya Valen sambil tersenyum sombong
"Apa-apaan ini mbak?" tanya Dinda dengan suara yang bergetar karena merasa ketakutan
"Ternyata kamu benar-benar masih tau yang namanya rasa takut?"
Valen pun mencengkram kedua pipi Dinda dengan keras
"Kalau gitu kenapa kamu bisa punya keberanian untuk merebut Alex dari aku?!" tanya Valen sambil berteriak
Dinda tak bisa menutupi perasaan takut yang dia rasakan pada saat itu, tatapan mata dari Valen dan beberapa pria di sana membuat Dinda benar-benar merasa bahwa dirinya kini berada dalam keadaan bahaya
"Mbak ngomong apa sih mbak? siapa yang merebut den Alex dari mbak?" ucap Dinda dengan mata yang mulai berkaca-kaca
Valen pun menghempaskan wajah Dinda dengan kasar sambil tersenyum sinis
"Kamu pikir mata saya buta?"
"Saya ga merebut den Alex dari mbak kok, mbak kan juga tau kalau saya ini cuma anak supir di rumah den Alex. Tadi pagi itu cuma kebetulan aja saya ketemu den Alex di jalan mbak, terus den Alex menawarkan saya untuk berangkat bareng ke kampus." ucap Dinda dengan air mata yang mulai mengalir
"Ga usah banyak alasan!! aku tau perempuan seperti kamu akan melakukan seribu cara untuk mendapatkan laki-laki seperti Alex!!"
"Ga mbak, saya benar-benar ga melakukan itu mbak"
__ADS_1
Valen pun tersenyum sinis ke arah Dinda
"Perempuan seperti kamu ga akan pernah bisa sadar diri sebelum di beri pelajaran!!"
"Saya mohon jangan berbuat yang aneh-aneh mbak," ucap Dinda dengan air mata yang semakin deras
Dinda seolah menunjukkan bahwa dia sedang memohon belas kasihan dari Valen sebagai sesama wanita, tetapi hal tersebut tak membuat Valen yang sudah gelap mata mau mengubah apa yang ingin dia lakukan
"Beresin anak ini," ucap Valen sambil tersenyum penuh kemenangan
Para pria tersebut pun mulai tertawa lepas saat mendapatkan perintah dari Valen karena mereka merasa bahagia di dalam hatinya, selain mereka akan mendapatkan bayaran dari Valen mereka juga bisa menikmati keindahan tubuh Dinda secara gratis
Pria yang memegang tubuh Dinda pun mulai melempar tubuh Dinda dengan kasar ke atas lantai, dan salah satu dari mereka mulai berusaha menarik jaket Alex yang Dinda gunakan. Dinda pun berusaha untuk menghindar mundur sampai jaket Alex terlepas dari tubuhnya
Dinda pun berusaha bangkit untuk melarikan diri tetapi hasilnya hanya sia-sia, salah satu dari mereka langsung menarik kaos yang Dinda gunakan hingga kaos yang Dinda gunakan menjadi terkoyak dan meninggalkan bekas merah di kulit putih Dinda
Bukannya merasa iba para pria tersebut kembali tertawa lepas melihat keadaan Dinda yang seperti itu, bahkan beberapa pria yang lain sudah bersiap dan membuka pakaian yang mereka gunakan
Sekuat apapun Dinda berusaha meronta tetap tak membuahkan hasil apapun, dan sehebat apapun tangisan Dinda tak bisa merubah niat Valen sama sekali. Gadis itu bahkan tertawa penuh kemenangan melihat keadaan Dinda yang terlihat mirip
Sebagian pria di sana mulai sibuk untuk memaksa Dinda melepaskan pakaian yang melekat di tubuhnya, dan sebagian lagi sibuk untuk melepaskan pakaian mereka sendiri
"Aku mohon, siapapun tolong aku!! aku ga mau di rendahkan seperti ini, aku lebih baik mati dari pada harus di perlakukan seperti ini" harap Dinda di dalam hatinya
Dinda sudah bersiap untuk menggigit lidahnya sendiri untuk mengakhiri hidupnya, di detik-detik terakhir tiba-tiba saja brak... Terdengar suara pintu gedung tersebut di buka secara paksa oleh seseorang
Dinda hanya bisa menutupi tubuhnya yang hampir terekspos dengan bebas dengan kedua tangannya, Dinda bahkan tak memiliki keberanian untuk menatap ke arah orang yang baru hadir di tempat itu. Dinda menekuk kedua lututnya dan menjadikan itu sebagai tumpuan bagi wajahnya dan menangis dengan hebatnya
FLASH BACK
__ADS_1
Riska yang masih merasa jengkel akan sikap Valen terhadap Dinda tak bisa menutupi perasaan jengkel yang sedang dia rasakan, dan saat Riska sedang menuju ke kelas dia pun berpapasan dengan Julian secara tak sengaja
"Idih kenapa itu muka kelihatan jelek banget?" tanya Julian sambil tersenyum meledek
Riska yang masih merasa jengkel pun merasa malas untuk meladeni candaan Julian pada saat itu
"Tapi ngomong-ngomong kok tumben kamu sendirian? biasanya kamu selalu kayak amplop dan perangko sama Dinda, yang kerjanya nempel terus"
"Jadi kakak tegur aku cuma mau tanya Dinda kan? percuma kak, aku lagi ga sama Dinda. Soalnya Dinda lagi di ajak ngobrol sama mbak Valen"
Tiba-tiba saja senyuman ramah dari wajah Julian pun langsung menghilang entah ke mana, hal tersebut karena terjadi karena Julian tau dengan pasti dengan sikap Valen selama ini. Julian sempat melihat dia mengancam seorang gadis yang berusaha untuk mencari perhatian Alex
"Valen?"
Sontak saja perubahan ekspresi wajah Julian pun berhasil membuat Riska sedikit cemas
"Iya kak, memang kenapa kak?"
Julian yang melihat Riska terlihat cemas pun langsung menampilkan kembali senyuman khas dirinya
"Oh ga kok, ya udah aku duluan ya. Sebentar lagi aku ada kelas," ucap Julian dengan santai
Julian hanya berusaha untuk menutupi rasa khawatir yang sedang dia rasakan, dia hanya tak mau jika Riska ikut merasa khawatir. Julian pun langsung melarikan diri dari hadapan Riska
Julian pun langsung menghubungi Alex setelah dia menjauh dari Riska, dia pun memberitahukan apa yang baru dia dengar dari Riska. Dan dengan mudah Alex bisa mengetahui ke mana Valen membawa Dinda pada saat itu
FLASH OFF
Alex masuk ke dalam bangunan tersebut dengan perasaan takut yang belum pernah dia rasakan selama ini
__ADS_1