Perjuangan Cinta Beda Kasta

Perjuangan Cinta Beda Kasta
Pembalasan


__ADS_3

Alexa pun mulai tidak suka dengan sikap yang Maria tunjukkan, dia yakin bahwa saat itu Maria hanya sedang mencari letak kelemahan Irwan. Dan Alexa merasa bahwa dia harus melindungi Irwan dari sikap sombong Maria


"Kenapa kamu kelihatan tertarik sama pasangan aku malam ini? apa kamu suka sama dia karena dia tampan," ucap Alexa dengan nada sinis


"Ya ga lah Alexa, aku cuma mau menawarkan dia pekerjaan yang lebih layak supaya dia bisa menikahi kamu dengan uang dia sendiri." ucap Maria dengan sombongnya


"Maksud kamu?" tanya Alexa sambil mengerutkan keningnya


"Dia bilang dia usaha di bidang transportasi jadi aku pikir dia pasti seorang supir, wajar sih kalau pasangan kamu berasal dari kalangan biasa. Kan kakak kamu juga melakukan hal yang sama," ucap Maria sambil tersenyum puas


Dari ketegangan kedua wanita ada tiga pria yang menampilkan ekspresi berbeda, suami Maria yang terlihat tersenyum puas seolah dia mendukung perbuatan sang istri. Ada asisten pribadi Alex yang tak berani mengangkat wajahnya sama sekali, dan ada Irwan yang tetap setia dengan wajah santai yang terlihat biasa saja


"Aku harus jawab apa sekarang? aku sendiri ga tau apa-apa tentang dia," batin Alexa sambil menundukkan kepalanya


"Aku memang supir," ucap Irwan dengan santai


Maria tersenyum penuh kemenangan sedangkan Alexa hanya bisa menatap Irwan dengan tajam


"Tapi aku cuma mau jadi supir Alexa aja, cuma dia yang punya hak untuk membuat aku jadi apapun yang dia mau." lanjut Irwan dengan santai


Saat itu Alexa rasanya ingin tertawa lepas melihat eksepsi wajah Maria yang langsung berubah menjadi tak enak untuk di pandang saat mendengar jawaban dari Irwan, dia berusaha keras untuk menahan tawanya dan saat dia melihat ke arah Irwan ternyata Irwan terlihat biasa saja


Suami Maria pun melihat seseorang yang cukup terkenal di kota itu, dia pun langsung berbisik kepada istrinya bahwa dia akan pergi untuk menyapa orang tersebut. Suami Maria mulai terlihat menghampiri orang tersebut dan berusaha untuk mendekati orang itu, Irwan hanya tersenyum penuh arti melihat hal tersebut


"Apa selama ini mereka selalu mengganggu kamu?" bisik Irwan kepada Alexa


"Ya seperti yang kamu lihat, dan aku ga mungkin duduk di meja yang sama dengan kak Alex karena dia akan bilang aku berlindung di belakang kak Alex. Tapi ya memang belakangan ini mereka sedikit agak keterlaluan sih," bisik Alexa


"Keterlaluan gimana?"


"Mereka selalu pamer kemesraan di depan aku, dan bilang percuma aku punya wajah yang cantik tapi ga pernah bisa bawa pasangan kalau datang ke sebuah acara"

__ADS_1


Irwan pun hanya bisa tersenyum tipis melihat tingkah Alexa yang sedang mengadu kepada dirinya, dia benar-benar seperti melihat sosok gadis kecil yang selalu menanti dirinya di kediaman mereka


"Apa kamu berniat diam aja?" bisik Irwan kepada Alexa


Alexa langsung menatap ke arah Irwan dengan seksama dan melambaikan tangannya tanda meminta Irwan untuk lebih mendekat, dengan patuh Irwan pun permintaan Alexa


"Itu kenapa aku minta tolong sama kak Alex supaya asisten pribadi dia temani aku ke acara ini, yang ada malah berantakan semua"


"Apa mau bantuan dari aku untuk membalas mereka?"


"Caranya?" tanya Alexa sambil menatap serius


Irwan tersenyum penuh arti dan menunjukkan ponselnya kepada Alexa, sedangkan Alexa hanya bisa mengerutkan keningnya karena tak mengerti sama sekali arah ucapan Irwan pada saat itu


"Memang apa yang bisa di lakukan handphone kamu itu untuk membalas dia?" tanya Alexa dengan wajah penasaran


"Kalau kamu setuju kamu bisa lihat sendiri," ucap Irwan sambil tersenyum


Alexa memasang wajah seperti tak percaya,


"Gimana?" lanjut Irwan


Alexa pun menganggukkan kepalanya tanpa rasa ragu sama sekali, dia hanya ingin sesekali Maria bisa merasakan apa yang dia rasakan selama ini. Irwan pun terlihat mulai mencari salah satu nama di dalam ponselnya


Sedangkan suami Maria terlihat sedang berusaha keras untuk mengambil hati orang yang tadi dia hampiri, sedangkan Irwan menghubungi sebuah nomor yang berada di dalam ponselnya. Dan ternyata orang yang sedang di dekati oleh suami Maria adalah orang yang di hubungi oleh Irwan


Orang tersebut mengeluarkan ponselnya dan saat mengetahui bahwa Irwan adalah orang yang menghubungi dirinya dia pun segera sedikit menjauh dari kerumunan


"Selamat malam pak Irwan," ucap orang tersebut dengan sopan


"Saya lihat kamu di acara reuni, benar tidak?"

__ADS_1


"Apa bapak juga ada di sini?" tanya pria tersebut sambil mencoba mencari keberadaan Irwan


Irwan hanya melambaikan ponselnya yang masih menyala ke arah orang tersebut, dan tanpa menunda waktu orang tersebut tersenyum ramah ke arah Irwan dan langsung menghampiri meja di mana Irwan berada. Dan bodohnya suami Maria mengikuti langkah kaki orang tersebut


"Bapak ada di acara ini juga? apa bapak juga alumni sekolah yang sama dengan saya?" tanya orang tersebut dengan ramah


"Oh ga, saya cuma temani calon istri saya ke acara ini." ucap Irwan dengan santai


Orang tersebut mulai memperhatikan meja di mana Irwan berada pada saat itu, dan posisi meja Irwan memang berada di posisi agak belakang. Semua yang ada di meja tersebut hanya bisa merasa bingung tentang siapakah Irwan yang sebenarnya


"Kalau bapak berkenan bapak bisa pindah ke meja saya pak, kebetulan meja saya ada di posisi depan." ucap orang tersebut dengan sopan


Irwan langsung menatap ke arah Alexa sambil tersenyum


"Menurut kamu gimana sayang?" tanya Irwan dengan lembut


"Ga usah lah ya sayang, aku ga enak kalau harus tinggalin teman-teman aku." ucap Alexa sambil tersenyum


"Sepertinya saya di sini saja, tolong sampaikan ke pak Handoko besok saya siap untuk membahas kerja sama kita"


Senyuman kebahagiaan langsung terlihat jelas di wajah orang tersebut


"Baik pak, saya akan sampaikan ke papa saya tentang kabar baik ini." ucap orang tersebut bersemangat


"Bagaimana pun juga ternyata kamu berasal dari sekolah yang sama dengan calon istri saya, jadi saya ga mungkin mengabaikan itu begitu saja." ucap Irwan dengan santai


"Terima kasih banyak pak, kalau begitu saya permisi dulu. Saya takut menganggu waktu bapak bersama calon istri bapak"


Irwan hanya membalas dengan senyuman dan orang tersebut menundukkan sedikit kepalanya terhadap Alexa lalu pergi meninggalkan meja mereka


Suami Maria hanya bisa tertunduk malu pada saat itu, dia tak mempunyai keberanian untuk menunjukkan taringnya atau memberikan dukungan kepada sang istri seperti biasanya

__ADS_1


Suami Maria menyadari bahwa Irwan bukanlah orang yang bisa dia ganggu begitu saja, karena apa yang Irwan lakukan di hadapan dia seperti sedang menunjukkan posisi mereka masing-masing dengan jelas


Tetapi itu tidak berlaku untuk Maria karena dia semakin merasa jengkel dengan itu semua, dia selama masa sekolah selalu di kalahkan Alexa tak ingin lagi di kalahkan oleh Alexa


__ADS_2