Perjuangan Cinta Beda Kasta

Perjuangan Cinta Beda Kasta
Aktor Terbaik


__ADS_3

Alexa pun akhirnya mendengus melihat senyuman yang di paksakan oleh Irwan, dia langsung menatap tajam ke arah Alex


"Kak Alex ga bisa berbuat semaunya sama aku," ucap Alexa dengan tegas


"Maksud kamu?"


"Apa kak Alex pikir ini masih jaman Siti Nurbaya? kak Alex mau atur jodoh buat aku"


"Kak Alex bisa"


"Ga," jawab Alexa dengan tegas


"Pertama kamu sudah cukup umur, dan kedua kak Alex harus jadi pengganti orang tua kita untuk mencarikan jodoh yang baik untuk kamu." ucap Alex dengan santai


Alex saat itu tak memiliki niat apapun dia hanya melanjutkan sesuatu yang sudah terjadi, tetapi sudah pasti Alexa tak bisa terima itu semua begitu saja


"Pokoknya ga!! pasangan hidup aku harus aku yang menentukan!!" ucap Alexa penuh penekanan


Alexa pun langsung menatap tajam ke arah Irwan


"Kamu juga laki-laki kenapa terima gitu aja? kak Alex hanya berjuang keras untuk dapat Dinda, ini kamu cuma bisa pasrah." ucap Alexa dengan sinis


"Gimana aku bisa nolak kalau calon istri aku secantik kamu," ucap Irwan dengan lembut


Alexa hanya bisa mendengus kesal dan membuang pandangan matanya ke sembarang arah, semua hanya bisa tertawa melihat tingkah Alexa saat itu. Sedangkan Julian menatap Alex dengan lekat


"Apa lu ga mau jelasin apa yang sebenarnya terjadi Lex? lu cuma bilang ke gw lu akan resmikan pernikahan lu sama Dinda, tapi lu ga pernah cerita apapun tentang ini"


FLASH BACK


"Apa kamu sudah membuat keputusan?"


"Saya sendiri tidak tau apa yang harus saya lakukan pak? di satu sisi yang tidak sanggup melihat kak Alex terpuruk, tapi di sisi lain ada perasaan ibu saya yang harus saya jaga dan masih di harus di tambah ancaman dari perempuan itu." ucap Dinda lirih

__ADS_1


"Sebelum kita mengambil langkah apapun sebaiknya kamu temui ibu kamu, supaya hati kamu juga bisa semakin yakin untuk mengambil keputusan"


Ucapan ibu Sari dan Riska semakin membuat Dinda yakin untuk melupakan semua kejadian di masa lalu, tetapi semua tak bisa berhenti begitu saja karena masih ada sebuah ancaman yang Melinda berikan


Irwan mengatakan kepada Dinda agar mereka berpisah untuk sementara waktu karena dan meminta Alex untuk menikahi Melinda, hanya dengan cara itu kewaspadaan Melinda bisa sedikit lengah dan mereka bisa menyelesaikan semua urusan mereka


Dinda mengatakan itu hal yang sulit untuk di minta dari Alex, belum lagi beberapa hari terakhir di antara mereka berdua hanya ada perang dingin. Itulah alasan Dinda merubah sikapnya di beberapa hari terakhir, hingga pada saat mereka makan malam terakhir Dinda mulai meminta untuk berpisah dari Alex


"Tapi aku ga bisa Din, aku ga akan sanggup kehilangan kamu lagi"


"Aku yakin kita bisa kak," ucap Dinda penuh keyakinan


"Apa kamu benar-benar mau melihat aku mengakhiri nyawa aku Din?" tanya Alex dengan air mata yang mulai terjatuh


Dinda langsung memindahkan posisi duduknya tepat di samping Alex dan menggenggam kedua tangan Alex dengan erat


"Kak kita melakukan ini cuma untuk sementara waktu aja kak, cuma dengan cara ini hidup kita bisa bahagia di kemudian hari." ucap Dinda dengan lembut


Di saat itu Irwan pun hadir di antara mereka dan mulai menjelaskan semuanya kepada Alex, dia menceritakan semua yang dia tau termasuk laki-laki yang di sembunyikan oleh Melinda


Irwan sudah menjelaskan bahwa dia sudah mengirimkan orangnya untuk mencuri data-data yang Melinda miliki, dan tak ada satu pun data yang asli berada di tangan gadis tersebut


"Apa harus dengan cara seperti ini?" tanya Alex lirih


"Cuma dengan cara seperti ini dia akan menemui laki-laki itu, apa kamu mau jadi laki-laki lemah yang bisa di ancam setiap saat dengan data itu." ucap Irwan dengan tegas


Dinda memeluk tubuh Alex dengan erat


"Perjuangan cinta kita selama ini ga mudah kak, dan aku yakin setiap cinta yang sudah di takdirkan akan kembali ke tempat dia yang seharusnya." ucap Dinda dengan lembut


Dinda juga meyakinkan Alex bahwa dirinya dan sang ibu tak memiliki dendam yang tersisa untuk kesalahan orang tua Alex di masa lalu, dengan berat hati Alex mengantarkan Dinda menuju ke mobil Irwan


"Apa aku boleh peluk kamu sekali lagi Din?"

__ADS_1


Dinda pun merentangkan kedua tangannya untuk memeluk tubuh Alex, Alex memeluk tubuh Dinda dengan erat dan mulai berpisah di malam itu


Waktu terus berlalu dan semua berjalan, dan Melinda bisa tersenyum puas karena bisa membuat sang papa bangga terhadap dirinya. Alex sengaja membuat penekanan melalui perjanjian pra nikah mereka, agar Melinda menemui pria tersebut sebelum mereka menikah


Dan satu kebodohan Melinda lakukan dengan menemui pria tersebut secara langsung, selepas dia meninggalkan tempat itu orang-orang Alex dan Irwan segera menangkap pria tersebut


Mereka juga menyisir semua bagian di tempat itu dengan teliti, mereka hanya tak mau ada hal sekecil apapun yang masih tersisa


Pria tersebut adalah anak dari asisten pribadi pemimpin keluarga Wijaya di masa lalu, dia memegang semua bukti tersebut untuk di jadikan jaminan di hari tuanya


Tetapi semua berantakan karena sang pemimpin keluarga Wijaya di masa lalu meninggal dunia, dan dia pun tak bisa menghirup masa tua. Berakhir dengan semua data berada di tangan sang anak


Di tengah rencana besar Irwan yang sedang berlangsung mereka juga menceritakan itu semua kepada ibu Sari, mereka tak mau ibu Sari menjadi khawatir dengan rencana pernikahan Alex yang tersebar di mana-mana


Di saat hari pernikahan tiba sudah pasti salah satu orang suruhan Alex menghapus semua sisa data yang Melinda miliki, dan pernikahan Alex dan Dinda secara resmi pun bisa terjadi


FLASH OFF


"Lebih baik mulai besok lu ganti profesi Lex," ucap Julian dengan santai


"Maksud lu?"


"Lebih baik lu jadi sutradara sekaligus merangkap jadi aktor, gw yakin film lu akan laku keras Lex." ucap Julian di akhiri dengan tawa


"Sutradara terbaiknya dia bukan gw," ucap Alex sambil menunjuk ke arah Irwan


"Tetap aja lu aktor terbaiknya"


Alex hanya bisa memasang wajah malas bila Julian sudah seperti itu, dia yakin dia tak akan memiliki kesempatan untuk menang jika berhadapan dengan sahabatnya tersebut


Tapi itu semua tidak ada artinya bagi Alex, karena bagi Alex saat ini bisa menjalani hidup bersama dengan Dinda sudah membuat hidupnya terasa sempurna. Alex langsung menatap ke arah Dinda dengan lembut


"Terima kasih karena kamu tetap memilih ada di samping aku Din, aku ga pernah mengira bahwa cinta kamu bisa memaafkan kesalahan orang tua aku dengan mudah. Dan aku berharap perasaan kita ga akan pernah berubah sampai kita menghembuskan nafas terakhir kita," batin Alex sambil tersenyum

__ADS_1


__ADS_2