Perjuangan Cinta Beda Kasta

Perjuangan Cinta Beda Kasta
Bersedia Menjadi Lawan


__ADS_3

Walaupun Dinda mengucapkan kata-kata tersebut dengan suara yang kecil tetap saja Alex bisa mendengar ucapan Dinda, entah mengapa Alex bisa merasakan nada kecemburuan di dari kata-kata yang Dinda ucapkan tersebut


Alex pun merasa bahagia di dalam hatinya, karena setidaknya dia bisa melihat bahwa Dinda masih menyimpan perasaan untuk dirinya


"Kalau kamu cemburu seharusnya kamu membujuk aku untuk melepaskan perempuan itu, bukan malah meminta aku melepaskan kamu pergi. Kalau kamu meminta aku melepaskan perempuan itu, aku akan melepaskan perempuan itu tanpa rasa ragu sama sekali Din"


Cukup lama Alex menunggu Dinda mengucapkan hal tersebut, tetapi sudah pasti Dinda tak mempunyai keberanian sebesar itu. Sehingga Alex yang akhirnya mencoba untuk membuka suara lebih dulu


"Apa kamu mau minta aku untuk membatalkan acara pertunangan aku?"


Dinda pun membuang nafasnya dengan kasar dan mulai menatap ke arah Alex dengan tatapan mata yang terlihat sendu


"Apa aku punya hak untuk meminta itu dari kamu kak?" tanya Dinda dengan lirih


Rasanya ingin sekali Alex berteriak dan mengingatkan Dinda bahwa dia kini telah menjadi istri yang sah, jangankan untuk hal sekecil itu bahkan Dinda memiliki hak untuk melarang Alex melakukan apapun yang dia tak suka


"Apa kamu ga keberatan aku memiliki hubungan dengan perempuan lain di luar sana? bahkan perempuan itu akan di kenal oleh semua orang sebagai calon pendamping hidup aku di masa depan"


Alex sengaja mengatakan hal tersebut agar bisa membuat Dinda merasa cemburu, tetapi yang terjadi adalah Dinda semakin merasa terpojokkan


"Aku ga punya keberanian untuk melarang kamu kak, perempuan kotor seperti aku cuma pantas untuk menjadi wanita simpanan seperti sekarang." ucap Dinda dengan nada suara yang terdengar sinis


Dalam sekejap wajah Alex pun berubah menjadi dingin


"Bagus kalau kamu sadar diri"


Entah dari mana keberanian Dinda saat itu dia pun langsung menatap ke arah Alex dengan tajam

__ADS_1


"Lagi pula kamu sudah dapat perempuan yang sempurna seperti mbak Melinda, kenapa kamu masih minta aku ada di sini kak?!!" tanya Dinda penuh penekanan


"Untuk membalas semua perbuatan kamu di masa lalu," ucap Alex dengan dingin


Dinda pun tak memiliki keinginan untuk melanjutkan perdebatan mereka pada saat itu, Dinda langsung mengambil tas miliknya tanda dia bersiap untuk pergi bekerja


"Jangan cuma selalu mengingat kesalahan orang lain kak, sesekali kamu juga harus belajar untuk mengingat kesalahan yang sudah kamu perbuat." ucap Dinda dengan tegas


Alex hanya bisa terdiam sambil mengerutkan keningnya


"Lagi-lagi dia bilang begitu, apa sebenarnya yang sudah terjadi? apa ada sesuatu yang ga aku ketahui selama ini?"


Dinda mulai melangkahkan kakinya untuk meninggalkan apartemen tersebut, Dinda pun menghentikan langkah kakinya sebelum dia membuka pintu apartemen tersebut dan mulai membuka suara tanpa menoleh ke arah Alex sama sekali


"Lakukan apapun yang kamu mau sampai kamu merasa kesalahan aku di masa sudah terbayar lunas kak, aku akan selalu berdoa semoga kamu akan segera merasa bosan dengan tubuh aku. Dengan begitu aku bisa pergi dari sisi kamu untuk selamanya," ucap Dinda dengan tegas


"Aku memang belum tau apa maksud ucapan kamu Din, tapi sampai kapan pun aku ga akan pernah melepaskan kamu. Dan aku mau lihat apa perasaan kamu baik-baik aja saat aku berada di samping perempuan lain?" gumam Alex sambil mengepalkan kedua tangannya


Alex pun segera mencari keberadaan ponselnya dan menghubungi seseorang


"Bagaimana? apa sudah ada kemajuan?"


"Maaf pak karena sampai saat ini kami masih belum berhasil menemukan orang yang bersangkutan"


"Kerahkan orang sebanyak mungkin, saya mau orang itu ketemu secepatnya." ucap Alex penuh penekanan


"Baik pak"

__ADS_1


Alex pun langsung memutuskan sambungan teleponnya


"Sebenarnya apa yang dulu pernah terjadi saat aku di luar kota? sampai saat ini aku cuma tau Dinda menyerahkan tubuhnya kepada laki-laki itu untuk biaya rumah sakit ayahnya, tapi sekarang aku yakin ada kejadian lain saat itu. Ini bukan yang pertama dia bilang kalau aku juga berbuat salah"


Alex pun memilih untuk menghindari Dinda terlebih dahulu, dia hanya tak ingin ada keributan lain saat mereka berdekatan. Dia juga ingin membuktikan hati Dinda yang sebenarnya terhadap dirinya


Waktu pun terus berlalu acara pertunangan antara Alex dan Melinda sudah berada di depan mata, tetapi Alex sama sekali tetap tak menunjukkan batang hidungnya di hadapan Dinda


Alexa dan Julian pun sudah di buat kelimpungan dengan pengumuman acara pertunangan Alex dan Melinda, Julian bahkan sudah berusaha untuk mengingatkan Alex agar memikirkan hal tersebut sekali lagi


Tetapi Alex tetap berpegang teguh pada pendiriannya saat itu, dia akan segera menghentikan acara tersebut jika Dinda sendiri yang meminta hal tersebut. Tetapi yang terjadi sampai hari itu tiba Dinda tak pernah menghubungi Alex sama sekali


Sedangkan di tempat yang berbeda ada seorang pria yang sedang mendudukkan tubuhnya di bangku kebesarannya, pria tersebut adalah orang yang pernah menghabiskan malam bersama Dinda


Saat itu dia sedang menerima semua informasi tentang Dinda dan Alex, ternyata dia memerintahkan hal tersebut kepada sekretaris pribadinya setelah pertemuan mereka


Lembar pertama hanya berisi tentang biodata Alex dan Dinda, saat di lembar kedua dia pun mulai mengerutkan keningnya. Karena lembar kedua berisi tentang kecelakaan ayah Dinda


"Jadi kamu melakukan itu untuk biaya operasi ayah kamu, saya semakin merasa bersalah sama kamu"


Pria tersebut berpikiran seperti itu karena melihat tanggal kecelakaan ayah Dinda dan malam yang mereka habiskan bersama, lembar ketiga menyatakan bahwa Dinda adalah perempuan baik-baik yang tak pernah memiliki hubungan dengan pria manapun kecuali Alex


"Walaupun saya ga bisa mengendalikan diri saya pada malam itu, tapi secara samar saya bisa mengingat kalau kamu memohon dan menangis meminta saya melepaskan kamu. Saya janji saya akan berusaha untuk menebus kesalahan saya terhadap kamu"


Dan lembar berikutnya menyatakan semua tentang keadaan Dinda belakangan ini, di mulai dari ibunya yang harus di operasi Dinda yang kini tinggal di apartemen Alex. Bahkan di situ tertulis dengan jelas bahwa Alex akan segera bertunangan dengan wanita lain


"Apa sebenarnya yang ada di dalam pikiran orang ini? kalau kamu ga bisa menghargai dia dengan baik maka saya yang akan melakukan hal itu, saya akan melakukan apapun untuk membuat perempuan ini bahagia"

__ADS_1


Pria tersebut bertekad akan melakukan apapun untuk menembus perasaan bersalah yang dia punya terhadap Dinda, dia bahkan bersedia bila dia harus menjadi lawan bagi seorang Alexander Wijaya


__ADS_2