Perjuangan Cinta Beda Kasta

Perjuangan Cinta Beda Kasta
Momen Terindah


__ADS_3

Saat jam makan siang hampir tiba Dinda pun mulai bersiap untuk menemui Julian, dia pun segera meninggalkan tempat kerjanya dan menemui Julian di tempat yang telah di tentukan


Dan sekali ini Dinda mengabarkan hal tersebut kepada Alex agar Alex tak merasa kecewa seperti sebelumnya, Alex mengatakan bahwa dia tak bisa menemani Dinda karena dia ada sebuah urusan yang cukup penting. Tetapi Alex mengirimkan seorang supir untuk mengantarkan Dinda ke tempat tujuan


Saat Dinda tiba di tempat itu ternyata Julian sudah tiba lebih dulu, setelah berbincang ringan akhirnya Julian mengatakan tujuan dia mencari Dinda. Ternyata Julian ingin meminta bantuan dari Dinda, dia ingin Dinda membuat sebuah pesta kejutan untuk sang istri dalam rangka memperingati hari pernikahan mereka


Sudah pasti Dinda menerima tugas tersebut dengan senang hati, bagaimana pun juga sosok Riska di mata Dinda bukan hanya sebagai seorang sahabat tetapi juga seseorang yang berjasa di dalam hidupnya


Dinda mulai merencanakan pesta yang di minta Julian dengan sepenuh hati, bahkan saat tiba di kediamannya pun Dinda masih memikirkan tentang hal tersebut. Alex yang melihat istrinya sedang merencanakan itu dengan bersungguh-sungguh pun memilih menemani di samping Dinda


"Apa kamu punya rekomendasi tempat yang cocok untuk acara ini kak?"


"Sebelum tentukan tempatnya, apa kalian sudah menentukan apa saja yang akan di lakukan di acara itu nanti?"


Dinda pun mulai mengatakan beberapa keinginan Julian di acara tersebut, dia juga menjelaskan susunan acara yang sudah dia siapkan untuk acara tersebut. Alex pun menyebutkan sebuah tempat yang cocok untuk semua rencana yang telah Dinda siapkan


"Di lanjut besok ya sayang, sekarang sudah malam kita istirahat yuk." ucap Alex dengan lembut


Dinda pun langsung melihat ke arah jam dinding dan dia baru tersadar bahwa saat itu sudah setengah sebelas malam


"Ya ampun maaf ya kak, karena terlalu bersemangat aku jadi lupa waktu." ucap Dinda sambil tersenyum


Alex pun langsung membawa Dinda ke dalam kamar mereka, dan seperti biasanya dia akan memberikan salah satu tangannya untuk di jadikan bantal oleh Dinda. Tanpa harus menunggu perintah dari Alex terlebih dahulu Dinda langsung menempatkan tubuhnya dengan nyaman di dalam pelukan hangat Alex


"Apa kamu tau alasan aku memilih bekerja di bidang ini kak?"


"Kenapa sayang?" tanya Alex dengan lembut


"Karena aku mau membuat kebahagiaan mereka di hari itu menjadi sempurna"


Alex pun mencium ujung kepala Dinda dengan lembut


"Jadi kamu merasa bahagia saat bisa melihat acara seseorang jadi sempurna?"

__ADS_1


"Ya kak, rasanya ada kebahagiaan tersendiri di dalam hati aku saat itu. Apalagi kalau itu sebuah pernikahan"


"Kalau sendiri gimana sayang? pernikahan seperti apa yang kamu inginkan?"


Dinda pun langsung memandang ke arah Alex sambil mengerutkan keningnya


"Kenapa kamu tanya seperti itu sama aku kak?"


"Ya cuma pengen tau aja sayang," ucap Alex dengan lembut sambil mencium ujung kepala Dinda


"Apa kamu mau minta aku nikah lagi sama orang lain?" tanya Dinda dengan nada suara sinis


Alex pun langsung melepaskan pelukannya dan menatap Dinda dengan tajam


"Maksud kamu?"


"Ya aku kan udah nikah sama kamu, masa di tanya lagi mau nikah dengan cara seperti apa?" jawab Dinda dengan sinis


Alex pun tersenyum hangat dan memeluk kembali tubuh Dinda


Dinda hanya terdiam di dalam pelukan hangat Alex


"Tapi ga ada salahnya dong kalau aku mau tau konsep pernikahan yang kamu impikan?"


Dinda mendongakkan kepalanya agar mata mereka dapat saling bertemu


"Kamu mau aku jawab jujur kak?"


Alex pun menganggukkan kepalanya


"Sejujurnya dulu aku ga pernah bermimpi ataupun berkhayal tentang konsep apa yang aku mau saat aku menikah kak, karena setelah aku pergi dari kamu aku bahkan pernah berpikir untuk tidak menikah seumur hidup aku kak." ucap Dinda lirih


Alex pun langsung memeluk tubuh Dinda dengan erat

__ADS_1


"Maaf ya sayang"


"Tapi ada satu momen pernikahan di mana aku ngerasa itu adalah momen terindah yang pernah aku lihat kak, kebetulan aku yang menjadi penanggung jawab di acara itu." ucap Dinda bersemangat


Alex pun langsung menatap ke arah Dinda dengan serius


"Waktu itu pengantin wanita datang dengan menggunakan gaun yang panjang ke belakang kak dan di antar oleh keluarganya, lalu pengantin pria sudah berdiri menggunakan jas putih menunggu pengantin wanita itu datang. Aku ngerasa itu adalah momen terindah yang pernah aku lihat kak"


Alex pun langsung memeluk tubuh mungil Dinda dengan erat


"Kamu ga usah khawatir ya Din, aku pasti akan berusaha supaya kamu bisa merasakan momen seperti itu di dalam hidup kamu"


"Tapi itu dulu kak"


Alex pun langsung menatap serius ke arah Dinda


"Sekarang momen terindah di dalam hidup aku saat kamu ada di samping aku kak"


Alex pun semakin erat memeluk tubuh Dinda, mereka berdua sedang merasakan perasaan bahagia yang tak bisa lagi di ungkapkan dengan kata-kata. Baik Alex ataupun Dinda merasa bahwa hidup mereka telah saling melengkapi, tetapi mereka tidak tau bahwa sebuah bencana besar sedang menanti mereka


Hari itu Dinda dan Julian membuat janji untuk bertemu saat jam makan siang, mereka akan membahas keputusan akhir rencana pesta yang sedang mereka siapkan. Julian pun memutuskan untuk menjemput Dinda ke tempat dia bekerja, mereka menuju ke sebuah mini cafe yang berada tak jauh dari kantor Alex


Saat itu Dinda sengaja tak memberitahu Alex bahwa dia sedang berada di luar, dia berencana akan datang ke kantor Alex setelah dia selesai bertemu dengan Julian. Itu juga salah satu alasan membawa Dinda ke tempat itu


Saat mereka tiba di sana Dinda minta untuk turun lebih dulu karena dia merasa harus segera ke kamar kecil, dan Julian pun mencari tempat parkir lebih dulu. Saat dia masuk ke dalam tempat itu dia hanya bisa diam membeku karena sebuah pemandangan yang tak pernah dia bayangkan sebelumnya


Saat itu Dinda melihat Alex juga berada di tempat itu tetap yang membuat dia terkejut adalah Alex berada di tempat itu berdua dengan Melinda, bahkan dia sempat Melinda berusaha untuk menggenggam tangan Alex. Sedangkan Julian yang baru masuk ke tempat itu dan tak tau apapun langsung menepuk pundak Dinda


"Kok masih di sini? katanya mau ke kamar kecil"


Dinda hanya terdiam dengan ekspresi wajah yang sama, Julian yang merasa aneh pun mulai mengikuti arah tatapan mata Dinda pada saat itu


"Astaga Lex apa yang lu kerjain di situ? kenapa juga gw harus terlibat di tengah-tengah masalah kalian sih?"

__ADS_1


Julian hanya bisa merasa menyesal di dalam hatinya membawa Dinda ke tempat itu


__ADS_2