Perjuangan Cinta Beda Kasta

Perjuangan Cinta Beda Kasta
Jalan Yang Berat


__ADS_3

Dinda terus memperhatikan Alex dengan seksama tanpa berani mengeluarkan suara sama sekali, dia benar-benar berharap semua ucapan Julian benar adanya walaupun ada sedikit perasaan takut saat mengingat tentang pemikiran Julian


"Kamu jahat Din," ucap Alex lirih


Tiba-tiba saja tubuh Alex mulai bergetar dengan hebat, Alex saat itu memang menutupi matanya dengan salah satu tangannya. Tetapi bukan hal yang sulit bagi Dinda untuk mengetahui bahwa suaminya yang hebat saat itu sedang menangis


"Apa sekarang waktunya ya?"


Dinda pun segera menarik tangan Alex yang menutupi kedua bola matanya dan benar saja air mata Alex saat itu bahkan sudah membasahi kemeja yang dia gunakan


"Kamu kenapa kak?"


"Karena kamu jahat sama aku sayang"


Dinda pun mulai mendudukkan tubuhnya di samping Alex


"Aku jahat sama kamu? aku sudah berbuat jahat apa sama kamu?" tanya Dinda dengan wajah tak terima karena ucapan Alex


"Kenapa kamu bersikap begini ke aku Din? itu semua bukan salah aku, jadi aku harus apa?"


"Apa sebenarnya maksud ucapan kak Alex? kesalahan apa maksud dia? apa aku bisa percaya omongan kak Julian tadi? tapi ga ada salahnya aku coba aja, mumpung kak Alex sudah nangis" batin Dinda sambil mengerutkan keningnya


"Apa kamu benar-benar mencintai aku kak?"


"Cuma kamu perempuan satu-satunya yang ada di dalam hati aku sayang"


Dinda pun memasang wajah malas mendengar ucapan Alex pada saat itu


"Apa beneran aku bisa percaya omongan kak Alex yang lagi mabuk? manis banget omongan dia saat ini, cuma aku satu-satunya tapi di belakang aku kalian lagi berencana untuk menyingkirkan aku dari samping kamu." batin Dinda


"Apa ada perempuan lain di dalam hati kamu?"


"Ga ada Din dan ga akan pernah ada"


"Apa kamu berniat untuk membuang aku kak?" tanya Dinda lirih


"Gimana aku bisa lakukan itu? kalau aku sendiri serasa mati saat kamu ga ada Din"


"Apa kamu mencintai Melinda?"

__ADS_1


"Aku benci perempuan itu sayang"


"Apa sebenarnya yang Melinda minta dari kamu kak?"


"Dia minta aku tinggalin kamu"


Hati Dinda berdetak dengan sangat cepat pada saat itu, ada perasaan takut bersarang di dalam hatinya untuk melanjutkan itu semua. Karena dia yakin ada sesuatu yang Alex tutupi dari dirinya


"Kenapa dia bisa minta itu dari kamu?"


"Karena dia pegang rahasia papa sayang, aku ga mau kamu tau tentang rahasia itu. Kamu pasti akan pergi dari aku Din"


Alex langsung memeluk pinggang Dinda dan lagi-lagi dia pun menangis, saat itu entah mengapa rasa takut langsung bersarang di dalam hati Dinda


"Kak Alex bilang rahasia tentang tuan Wijaya, dia bilang aku akan pergi tinggalin dia kalau aku sampai tau rahasia tuan Wijaya. Sebenarnya ada apa dengan semua ini?"


"Aku benar-benar mencintai kamu Adinda Salsabila, bahkan saat aku berpikir kamu sudah berbuat salah dan menghilang aku tetap mencintai kamu. Aku mohon jangan pergi tinggalin aku, lebih baik aku mengakhiri hidup aku kalau kamu pergi tinggalin aku lagi Din"


Dinda pun mulai mengumpulkan keberaniannya di dalam hatinya, dia tak ingin hubungan yang dia bangun bersama Alex harus selalu di hampiri perasaan curiga. Dinda pun mulai mendekatkan bibirnya ke telinga Alex


"Kalau begitu kamu kasih tau ke aku ya, apa rahasia tuan Wijaya yang bisa membuat aku pergi dari kamu kak?"


"Kamu beneran ga mau kasih tau aku?" tanya Dinda dengan lembut


"Papa yang merencanakan kecelakaan di malam itu"


Dalam sekejap hati Dinda di buat menjadi porak poranda oleh ucapan terakhir Alex, dia benar-benar tak bisa menduga bahwa sang tuan besar yang selalu menjadi panutan di dalam hatinya tega melakukan hal tersebut


"Apa itu artinya tuan Wijaya yang membuat bapak pergi untuk selamanya? cuma untuk memisahkan kami tuan Wijaya tega melakukan hal itu." batin Dinda dengan air mata yang mulai menetes


"Sejak kapan kamu tau itu semua kak?" tanya Dinda dengan suara yang bergetar


"Di hari pertunangan aku sama Melinda, aku batu tau semuanya dari Alexa"


"Jadi itu alasan kamu bersikap aneh dan meminta maaf sama aku kak, karena kamu sendiri baru mengetahui semua kejadian itu kak. Aku ga tau harus berbuat apa saat ini kak? hati aku benar-benar terasa sakit"


"Aku mohon jangan pernah tinggalin aku Din, apa yang harus aku lakukan tanpa kamu?"


Dinda seperti tak mempunyai lagi kekuatan untuk menjawab pertanyaan Alex saat itu, hatinya benar-benar sedang terasa sakit mengetahui semua kebenaran yang ada

__ADS_1


"Kenapa jalan kita menuju kebahagiaan terlalu berat kak?"


Semakin lama Alex pun menjadi semakin tenang dan tanpa terasa dia mulai terlelap ke alam mimpinya, Dinda mulai memindahkan tangan Alex yang memeluk pinggangnya. Dia segera bangkit dan menjauh dari Alex lalu menghubungi Julian


"Ya Din"


"Maaf kak kalau aku mengganggu waktu kalian"


"Ga kok Din, ada apa?"


"Apa ucapan kak Alex saat mabuk benar-benar bisa di pegang kak?" tanya Dinda dengan serius


"Apa dia sudah mulai menangis?"


"Ya kak"


"Kalau sudah seperti itu semua yang dia bilang jujur Din, dulu aku sampai bosan mendengar dia bilang benci kamu dan mencintai kamu di waktu yang bersamaan. Apa kamu sudah tau masalah kalian?"


"Ya kak," ucap Dinda lirih


"Apa masalah kalian berat?"


Di seberang sana Dinda memilih untuk diam dan Julian pun tak ingin memaksa lebih jauh Dinda untuk bercerita


"Aku minta maaf ya Din, kalau cara yang aku berikan malah membuat kamu sedih"


"Ga kak, aku memang sudah seharusnya tau tentang ini semua"


"Aku memang ga tau masalah yang sedang kalian hadapi, tapi sebelum kamu membuat keputusan tolong pertimbangkan sedikit perasaan Alex Din. Saat dulu kamu menghilang dia benar-benar terpuruk Din," ucap Julian dengan serius


"Aku paham kak"


"Kalau ada masalah apapun kamu bisa bilang ke aku atau ke Riska ya, kami akan selalu membantu kamu"


"Terima kasih kak"


Setelah percakapan mereka selesai Dinda pun mulai melangkahkan kakinya ke arah Alex dan mulai menatap Alex dengan lekat


"Aku ga tau harus berbuat apa ke kamu kak? kamu yang ga tau apapun, di tambah apa yang sudah aku lakukan di belakang kamu. Tapi apa aku harus melupakan perbuatan orang tua kamu begitu saja kak?"

__ADS_1


__ADS_2