Perjuangan Cinta Beda Kasta

Perjuangan Cinta Beda Kasta
Permintaan Maaf Valen


__ADS_3

Alex benar-benar membuktikan apa yang dia ucapkan terhadap Dinda, dia pun terus berusaha untuk merubah sikapnya terhadap Dinda. Bagi seorang Alexander Wijaya ucapan yang pernah Valen katakan kepada dirinya dia jadikan sebuah pembelajaran yang sangat berarti


Dan hari itu saat Alex sudah memarkirkan mobilnya tiba-tiba saja kaca mobil Alex di ketuk oleh seseorang dan orang tersebut adalah Valen, Dinda yang melihat wajah Valen pada saat itu pun langsung gemetar karena ketakutan. Bayangkan tentang Valen yang sedang tertawa puas melihat dia di lecehkan langsung terbayang jelas di dalam benak Dinda pada saat itu


Alex pun langsung menyadari perubahan Dinda pada saat itu, dia langsung menggenggam tangan Dinda dengan erat sambil tersenyum hangat. Alex seolah mengingatkan Dinda untuk tak perlu merasa takut karena dia berada di sisi Dinda untuk melindungi dirinya, dalam sekejap perasaan takut yang menyelimuti Dinda pun menghilang begitu saja


"Ayo turun," ucap Alex dengan lembut


"Ya aku ga perlu merasa takut karena aku memang ga salah, lagi pula aku yakin den Alex akan melindungi aku dengan baik" batin Dinda sambil tersenyum dan menganggukkan kepalanya


Mereka pun turun dari dalam mobil dan saat sudah berada di luar Alex menggenggam kembali tangan Dinda, dia melakukan hal tersebut untuk memberikan kekuatan di dalam diri Dinda. Alex hanya ingin Dinda belajar berani untuk melawan perasaan takut yang dia rasakan


"Sekarang apa lagi mau kamu?" tanya Alex dengan dingin


"Aku datang menemui kalian berdua untuk meminta maaf, dan aku harap kalian berdua bisa memaafkan kesalahan yang sudah aku lakukan." ucap Valen dengan lirih


Dinda pun hanya bisa terdiam karena merasa tak percaya melihat sikap Valen saat itu, bagaimana mungkin seorang gadis yang biasanya bersikap angkuh seperti Valen bisa berbuat sejauh itu. Valen benar-benar terlihat rapuh dan tak berdaya di mata Dinda


"Kalau sudah selesai sebaiknya kamu langsung pergi dari sini"


Alex mulai melangkahkan kakinya untuk pergi meninggalkan Valen sambil terus menggenggam tangan Dinda, tetapi Dinda langsung mengehentikan langkahnya karena salah satu tangan Dinda langsung di pegang oleh Valen


Tiba-tiba saja Valen pun berlutut sambil terus menggenggam tangan Dinda, sontak saja Dinda langsung menarik tangannya dari Alex dan berusaha untuk membantu Valen bangkit


"Kamu ngapain mbak? bangun dulu mbak, kita bisa bicarakan semuanya baik-baik"


Valen pun mulai bangkit dengan bantuan dari Dinda, sedangkan Alex hanya memasang wajah dingin dan seolah tak perduli dengan semua yang Valen lakukan


"Tolong maafin kesalahan aku ya," ucap Valen dengan lirih

__ADS_1


"Saya sudah memaafkan kesalahan mbak kok"


"Terima kasih"


Lalu Valen pun mulai menatap ke arah Alex yang masih setia memasang wajah dingin seperti biasanya


"Aku sudah minta maaf sama kalian berdua dan aku juga sudah pindah dari kampus ini, jadi tolong sampaikan ke orang tua kamu untuk berhenti menghancurkan perusahaan papa aku." ucap Valen dengan suara yang bergetar dan mata yang berkaca-kaca


"Apapun yang kamu lakukan saat ini ga akan bisa merubah apapun, karena itu bukan keinginan aku tapi itu sudah menjadi keputusan orang tua aku"


Melihat tak ada harapan sama sekali dari Alex gadis itu pun langsung memeluk tubuh Dinda dengan air mata yang mulai menetes


"Tolong minta Alex membujuk orang tuanya, keluarga kami sudah berada di ujung tanduk." ucap Valen dengan suara yang terputus-putus tertahan oleh tangisan


Dinda sendiri tak tau harus berbuat apa karena dia sendiri tak mempunyai kekuatan apapun untuk bisa membantu keadaan Valen pada saat itu


"Ini salah aku biar ga ada hubungannya sama keluarga aku, kalau kalian mau memberi hukuman tolong hukum aku aja. Tapi aku mohon jangan libatkan keluarga aku di dalam masalah ini"


Tiba-tiba saja Alex menarik tubuh Dinda agar terlepas dari pelukan Valen pada saat itu, Alex pun langsung memberikan tatapan mata yang tajam kepada Valen


"Kalau kamu mau ngomong sesuatu ya ngomong aja, ga usah pakai acara peluk-peluk orang lain." ucap Alex dengan tegas


Sontak saja ucapan Alex membuat Dinda langsung menatap ke arah dirinya dengan tatapan mata bingung


"Ini den Alex kenapa keliatan kayak lagi marah ya? apa mungkin den Alex marah karena bukan dia yang di peluk sama mbak Valen ya? soalnya kalau den Alex marah karena mbak Valen peluk aku kan jadi aneh dong


"Apa ga bisa kamu bantu aku sekali ini Lex? paling ga kita pernah punya hubungan, tolong lihat hubungan kita di masa lalu untuk membantu keluarga aku"


Alex pun tetap setia memasang wajah dingin, dan saat Valen kembali merubah pandangan matanya ke arah Dinda. Tiba-tiba saja Alex langsung meletakkan Dinda tepat di belakang tubuhnya

__ADS_1


"Kalau kamu memang aku bantu hentikan semua perbuatan kamu sekarang juga"


"Terima kasih"


Tanpa banyak bicara Alex langsung membawa Dinda pergi dari tempat itu, Alex hanya tak mau bila dia akan kecolongan lagi dan harus melihat Dinda di peluk orang lain. Tetapi Alex tak menyadari bahwa sepanjang perjalanan tersebut Dinda terus menatap tajam ke arah Alex, setelah berjalan cukup jauh Dinda pun langsung menarik tangannya


"Kamu kenapa?" tanya Alex dengan wajah bingung


"Apa orang tua den Alex tau tentang kejadian yang menimpa saya kemarin den?"


"Maaf ya," ucap Alex dengan wajah menyesal


"Apa itu juga alasan mereka minta saya supaya selalu bareng den Alex?" tanya Dinda penuh penekanan


Alex pun hanya bisa menjawab dengan anggukkan kepalanya, dan tiba-tiba saja wajah Dinda saat itu melukiskan kesedihan. Secara spontan Alex pun langsung memasang wajah panik karena melihat Dinda bersedih


"Aku tau aku salah, tapi aku ga punya cara lain supaya bisa dekat sama kamu. Aku minta maaf ya, tolong jangan sedih Din." ucap Alex lirih


"Apa orang tua saya juga tau tentang kejadian itu den?" tanya Dinda dengan suara yang bergetar


"Apa kamu sedih karena takut mereka tau akan kejadian itu?"


Dinda pun menganggukkan kepalanya


"Kamu tenang aja ya, mereka ga tau kok Din." ucap Alex dengan lembut


Dinda menatap ke arah Alex dengan lekat seolah dia sedang mencari tau apakah ucapan Alex benar adanya, dan Alex pun tersenyum hangat sambil menganggukkan kepalanya


"Terima kasih ya den"

__ADS_1


"Kamu ga perlu berterima kasih karena seharusnya aku yang minta maaf ke kamu, aku ga memikirkan perasaan kamu dan tetap pakai cara ini supaya bisa lebih dekat sama kamu. Tapi aku ga sanggup kalau harus selalu naik angkutan umum, kamu juga keras kepala dan ga mau naik mobil aku. Maaf ya Din," ucap Alex dengan lembut


__ADS_2