
Alex berusaha menutupi apa yang sedang dia rasakan pada saat itu
"Ternyata kamu masih ingat kalau kamu adalah istri aku," batin Alex sambil tersenyum di dalam hatinya
"Apa cuma itu permintaan kamu?"
Tanpa rasa ragu sama sekali Dinda pun menjawab dengan anggukkan kepalanya, Alex pun mulai merubah sikapnya dan kembali menjadi sosok Alex yang lembut seperti sebelumnya saat mereka akan melakukan hal tersebut
Malam itu Alex memperlakukan Dinda dengan sangat lembut, bahkan malam itu Alex benar-benar berhasil membuat Dinda ikut terlena dengan semua yang Alex lakukan. Hingga mereka sama-sama bisa mencapai titik kenikmatan secara bersamaan
Alex pun sengaja meminta Dinda membersihkan diri terlebih dahulu, karena dia tau Dinda akan cepat untuk tertidur setelah mereka melakukan hal tersebut. Dan benar saja saat Alex selesai membersihkan diri Dinda sudah mulai menuju ke alam mimpi
Alex pun naik ke atas tidur dengan perlahan agar tidak membuat Dinda terjaga dari tidurnya,
"Apa kamu benar-benar tak ada niat menghalangi aku bersama perempuan lain? apa semua yang sudah kita lakukan tidak memiliki arti apapun di dalam hati kamu? aku akan lihat sekuat apa hati kamu bertahan melihat aku bersama wanita lain?"
Alex pun mencium kening Dinda dengan sangat lembut
"Seandainya aja dulu kamu ga melakukan hal itu maka aku akan berusaha lebih kuat untuk membuat kamu bahagia, lagi pula apa sulitnya bibir kamu untuk mengucapkan kata maaf Din? aku bahkan akan langsung berlari dan memeluk kamu dengan erat bila kamu melakukan itu"
Alex menarik tubuh Dinda dan memberikan salah satu tangannya untuk di jadikan bantal oleh Dinda, karena dia ingin memeluk tubuh Dinda dengan bebas. Tetapi apa yang Alex lakukan membuat Dinda terjaga dari tidurnya dan langsung menatap ke arah Alex dengan tatapan mata bingung
"Kenapa kak?"
"Ga ada apa-apa, tidur lagi masih malam." ucap Alex dengan lembut
Rasa kantuk pun membuat Dinda tertidur dengan cepat di dalam pelukan hangat seorang Alexander Wijaya, sedangkan Alex terus memandangi wajah cantik Dinda yang mulai terlihat tenang
"Aku harap selamanya kamu akan selalu berada di samping aku, maaf kalau sampai detik ini aku masih belum bisa memaafkan kesalahan kamu di masa lalu Din"
Malam itu pun terlewati begitu saja, dan saat pagi mulai menyapa Dinda terjaga dari tidurnya dengan posisi yang sama yaitu di dalam pelukan hangat Alex. Dinda pun menatap wajah tampan Alex yang terpajang bebas di hadapan matanya
__ADS_1
"Wajah kamu ga pernah berubah sama sekali ya kak, bahkan hati aku terkadang bisa melupakan semua rasa sakit yang pernah kamu berikan saat aku menatap wajah kamu"
Entah apa yang di dalam pikiran Dinda pada saat itu, tiba-tiba saja dia mencium kening Alex dengan lembut
"Seandainya aja dulu kamu ga melakukan hal itu, mungkin aku juga ga akan bertindak sampai sejauh itu kak." ucap Dinda dengan suara pelan
Dinda pun mencium kening Alex sekali lagi dengan sangat lembut dan mulai memindahkan tangan Alex secara perlahan agar Alex tak terjaga dari tidurnya, Dinda segera menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Dan tiba-tiba saja Alex pun membuka kedua bola matanya
"Apa maksud omongan dia tadi?"
Ternyata Alex sudah terjaga sedari tadi, tetapi dia tetap setia dengan posisi yang sama karena Dinda masih terlelap di alam mimpi. Melihat wajah Dinda yang terlihat tenang Alex pun memilih untuk membiarkan Dinda tidur lebih lama
Alex langsung menutup rapat kedua bola matanya saat Dinda mulai merenggang kan tubuhnya, Alex memilih untuk berpura-pura tertidur dan ingin melihat apa yang akan Dinda lakukan bila dia sedang dalam keadaan tertidur. Dan ternyata dia harus mendapatkan kata-kata yang membuat hatinya semakin merasa tidak tenang
Saat dia keluar dari dalam kamar dan sudah berpakaian rapi ternyata Dinda sudah menyiapkan sarapan untuk mereka, saat melihat wajah Alex Dinda pun segera memberikan secangkir teh hangat untuk Alex. Dengan wajah dingin seperti biasanya Alex mengambil cangkir tersebut
"Aku sudah siapkan sarapan untuk kamu kak, apa kamu mau sarapan dulu sebelum ke kantor?"
Tanpa mengeluarkan suara apapun Alex melangkahkan kakinya ke arah meja makan, Alex mendudukkan tubuhnya di kursi yang telah tersedia dan Dinda pun tersenyum bahagia
Saat itu Dinda tak memiliki keberanian untuk duduk di tempat yang sama dengan Alex, setelah dia menyiapkan semua yang Alex butuhkan dia mulai melangkahkan kakinya menuju ke arah ruang tamu. Dan sudah pasti Alex menatap ke arah Dinda dengan lekat
"Kamu ga sarapan?"
Dinda pun langsung menatap ke arah Alex dengan tatapan mata yang sulit di artikan pada saat itu
"Apa aku boleh ikut sarapan bareng kamu kak?"
"Kita itu suami istri, kamu bahkan tidur bareng aku. Kenapa kamu masih tanya masalah itu?"
Dinda pun langsung menyiapkan piring untuk dirinya dan langsung mendudukkan tubuhnya di sana
__ADS_1
"Terima kasih kak," ucap Dinda dengan pelan sambil menundukkan kepalanya
Ingin sekali rasanya Alex langsung memeluk tubuh mungil Dinda pada saat itu, tapi Alex masih berusaha untuk menahan itu semua. Yang pasti hati Alex merasa semakin tak tenang dengan apa yang dia dapatkan di pagi itu
Saat Alex sudah siap untuk bekerja dia pun menatap ke arah Dinda dengan wajah serius karena dia baru menyadari sesuatu, saat itu dia tidak menyukai pakaian yang Dinda gunakan. Karena saat itu Dinda menggunakan sebuah kemeja yang bisa memperlihatkan bentuk tubuhnya dengan bebas
"Apa kamu ga bisa bawa mobil?"
"Ya kak"
"Kenapa kamu ga mau pakai supir?"
"Karena dengan aku menggunakan supir berarti aku harus selalu teringat akan bapak aku," ucap Dinda lirih
"Apa kamu masih mau kerja?"
Dinda pun menjawab dengan anggukan kepalanya
"Kalau gitu ganti baju yang kamu pakai"
"Baju kak?" tanya Dinda dengan wajah bingung
"Kamu harus ingat kalau kamu itu istri aku, jadi ga ada yang berhak lihat tubuh kamu selain aku." ucap Alex dingin dan penuh penekanan
Dinda pun langsung memasang wajah bingung
"Aku kan pakai kemeja bahkan kemeja berlengan panjang apa lagi saya perlihatkan dari tubuh saya?"
"Tapi apa salahnya sama baju yang aku pakai kak?" tanya Dinda dengan polosnya
Alex pun menatap tajam ke arah Dinda
__ADS_1
"Kamu pilih ganti baju kamu atau kamu ga perlu lagi berkerja untuk selamanya?"
Dinda pun memilih untuk mengganti pakaian yang sudah dia gunakan, walaupun dia tak mengerti maksud Alex pada saat itu dia hanya tak ingin membuat masalah baru. Alex mulai meninggalkan apartemen tersebut setelah melihat Dinda memakai pakaian yang lebih baik menurut dirinya