
Waktu pun terus berlalu dengan sangat cepat dan kini hari pernikahan Alex dan Melinda sudah berada di depan mata, Alex mengingatkan Melinda untuk mempersiapkan semua bukti-bukti tentang kesalahan sang papa di masa lalu. Dia juga menekankan bahwa dia harus menerima bukti-bukti tersebut setelah mereka selesai menjalankan pernikahan
Permintaan yang Alex ajukan memang masuk akal menurut Melinda, bagaimana pun juga dia harus mendapatkan bukti-bukti yang asli sebelum pernikahan dirinya dan Alex terjadi. Dia tak ingin menjadi wanita yang masih melakukan perselingkuhan setelah menikah selain itu dia juga tak ingin merusak perjanjian yang dia miliki bersama Alex
Pesta pernikahan antara Alex dan Melinda akan di lakukan dengan sangat meriah, bahkan kabar baik tersebut sudah mulai di umumkan di berbagai media cetak. Di tempat yang berbeda Dinda sedang membaca salah satu media cetak yang mengabarkan tentang berita tersebut
"Kamu baik-baik aja?"
"Ya pak, saya baik-baik aja pak." ucap Dinda sambil tersenyum
"Kamu harus bisa mengendalikan hati kamu melihat itu"
"Saya mengerti pak"
Tanpa ada yang tau Melinda kembali menemui pria yang selama ini telah dia sembunyikan, bahkan dia harus mengikuti keinginan pria tersebut sebelum pria tersebut menyerahkan semua bukti yang dia miliki. Melinda benar-benar menghabiskan malam panas bersama pria tersebut
Gadis itu kembali dengan senyuman penuh kemenangan karena dia sudah memegang semua bukti yang di minta Alex, dia juga berjanji akan memberikan uang imbalan kepada pria tersebut agar pria tersebut menutup rapat mulutnya untuk selamanya
Dan hari pernikahan antara Alex dan Melinda akhirnya tiba, hari itu semua orang sudah mulai di sibukkan dengan segudang keperluan yang di butuhkan di acara tersebut
Sebuah tempat yang sangat mewah sudah di sulap sedemikian rupa untuk acara tersebut, sedangkan Alex dan Melinda sudah berada di ruangan mereka masing-masing untuk mempersiapkan diri untuk acara tersebut
Di salah satu ruangan sang papa tak henti-hentinya memuji Melinda atas keberhasilan yang telah dia capai, sang istri sudah mengatakan pada suaminya bahwa ada sesuatu yang aneh dari acara tersebut. Tetapi ambisi sang suami membuat dia menutup mata dengan semua itu
Dan di ruangan yang berbeda Alexa meneteskan air matanya sambil melepaskan tatapan membunuhnya ke arah Alex
"Kalau kamu ada di sini cuma untuk ganggu kak Alex sebaiknya kamu keluar dari sini, kak Alex harus bersiap dengan baik karena ini hari yang penting untuk kak Alex." ucap Alex sambil tersenyum
Alexa semakin tajam menatap Alex pada saat itu karena dia merasa senyuman yang Alex keluarkan mengandung seribu perasaan bahagia
__ADS_1
"Dasar manusia es!! kenapa sih orang seperti ini bisa jadi saudara aku? aku ga bisa diam aja!! setidaknya aku harus bisa membalas sedikit perasaan sakit hati Dinda selama ini!!"
Dengan membawa sejuta amarah Alexa mulai melangkahkan kakinya dengan pasti mendekat ke arah Alex, dan tiba-tiba saja dia memukul lengan Alex menggunakan seluruh kekuatan yang dia miliki
"Aw... Sakit!! kamu apa-apa sih?" ucap Alex sambil mengelus lengannya yang di pukul oleh Alexa
"Itu pembalasan untuk semua perbuatan kak Alex terhadap Dinda!!, dan mulai sekarang aku akan selalu melakukan itu setiap aku melihat kak Alex!!" teriak Alexa
Alex hanya membalas dengan senyuman membuat Alexa semakin murka dan memukul Alex sekali lagi
"Aku benci kak Alex!!"
Alex pun menatap Alexa dengan lembut
"Boleh kak Alex minta tolong sesuatu sama kamu?" tanya Alex dengan lembut
Alexa hanya terdiam dan memasang wajah yang sama
Alexa pun langsung menatap Alex dengan tatapan mata penuh amarah
"Apa kak Alex udah ga waras? kak Alex undang ibunya Dinda di acara ini?"
Alex pun menganggukkan kepalanya tanpa rasa ragu sama sekali, Alexa yang benar-benar merasa jengkel langsung meninggalkan ruangan tersebut tanpa sepatah katapun
Ibu Sari duduk di deretan meja terdepan di acara tersebut, di sisi ibu Sari sudah Julian dan sang istri mendampingi ibu Sari. Dengan wajah penuh rasa amarah Alexa pun ikut mendudukkan tubuhnya di antara mereka
"Kamu kenapa?" tanya Julian
"Aku kecewa sama kak Alex, aku ga benar-benar ga habis pikir dengan jalan pikiran kak Alex." ucap Alexa dengan sinis
__ADS_1
Saat itu Julian dan sang istri hanya tersenyum penuh arti, Alexa pun menatap ke arah mereka berdua dengan tajam
"Apa kalian ga merasa keberatan dengan acara ini?"
Julian dan sang istri hanya bisa menahan tawanya melihat ekspresi wajah Alexa pada saat itu
"Bagaimana kalau kita gagalkan saja acara ini?" ucap Alexa bersemangat
"Maksud kamu apa Alexa?" tanya Julian dengan serius
Alexa pun sudah terlihat melihat ke kiri dan kanan untuk untuk melakukan aksinya, dia berniat membuat keributan yang besar di acara tersebut bentuk rasa keberatan yang dia rasakan. Menyadari hal konyol yang akan Alexa lakukan dengan cepat Julian langsung memegang salah satu tangan Alexa
"Jangan melakukan hal yang aneh-aneh ya," ucap Julian penuh penekanan
"Tapi kak, ini pernikahan!! sekali ini perbuatan kak Alex sudah keterlaluan!!"
"Kita lihat aja dulu, aku yakin Alex ga akan melakukan apapun yang akan menyakiti Dinda." ucap Julian penuh keyakinan
Alexa pun terpaksa mengalah dan saat dia menatap ke arah ibu Sari dia merasa sedikit bingung, karena saat itu ibu Sari terlihat menampilkan sebuah senyuman yang penuh kebahagiaan sama seperti yang Alex lakukan
Para undangan sudah mulai memadati ruangan tersebut, dan kini Alex sudah berdiri di ujung ruangan menanti sang pengantin wanita tiba. Alunan musik yang sangat indah mulai terdengar dengan jelas dan semua orang mulai memperhatikan ke arah pintu di ruangan tersebut
Tak lama kemudian pintu di ruangan tersebut pun mulai terbuka, dan sudah terlihat sesosok wanita berdiri di sana dan di dampingi oleh seorang
Senyuman kebahagiaan langsung terlihat di bibir Alex pada saat itu, wanita tersebut menggunakan gaun pengantin yang sangat indah dengan penutup kepala menutupi wajah wanita tersebut
"Kamu sudah siap?" tanya seorang pria pendamping wanita tersebut
Pengantin wanita tersebut menganggukkan sedikit kepalanya, pengantin wanita tersebut mengaitkan tangannya ke tangan sang pendamping
__ADS_1
Mereka berdua mulai melangkahkan kakinya dengan pasti ke arah Alex yang sudah menanti mereka, semua para undangan yang berada di tempat itu hanya bisa terdiam dan menatap takjub dengan suasana yang tercipta di dalam ruangan tersebut
Entah mengapa semua yang hadir di hari pernikahan Alex saat itu bisa merasakan perasaan cinta yang teramat besar dari kedua pasangan pengantin tersebut