Perjuangan Cinta Beda Kasta

Perjuangan Cinta Beda Kasta
Balas Dendam Valen


__ADS_3

Alex tak mau memaksa Dinda lebih jauh, setidaknya kini dia bisa bernafas lega karena hubungan antara dia dan Dinda sudah ada sebuah kemajuan yang cukup besar


"Setuju, dan kamu ga boleh berbohong ya Din." ucap Alex dengan serius


"Kacau.. Kenapa akhirnya bisa jadi begini sih? aku pikir den Alex akan menyerah kalau aku bilang begitu"


Dinda pun hanya menganggukkan sedikit kepalanya


"Kalau gitu mulai sekarang kamu ga boleh lagi panggil aku den Alex"


Dinda pun langsung membulatkan kedua bola matanya dengan sempurna mendengar ucapan Alex


"Terus saya harus panggil apa dong den?"


"Kamu bisa panggil nama aku aja, atau kamu bisa panggil aku kakak sama seperti kamu panggil Alexa"


"Ya ga bisa gitu dong den!!" jawab Dinda dengan cepat


"Kenapa?" tanya Alex sambil mengerutkan keningnya


"Walaupun hubungan kita sudah lebih dekat, saya ga mau nanti terbiasa memanggil dengan sebutan selain den Alex. Gimana kalau saya sampai keceplosan di depan orang tua den Alex?"


Alex pun terdiam memikirkan ucapan Dinda pada saat itu

__ADS_1


"Ya juga, sudah berjalan sejauh ini aja aku harus udah bersyukur. Setidaknya ada kemajuan di hubungan kami, aku ga mau membuat beban di hati Dinda"


"Oke aku ikuti mau kamu, tapi jangan lagi pakai kata saya kalau kita lagi ngomong. Dan untuk yang satu ini aku ga mau di tawar lagi," ucap Alex dengan tegas


Dan sudah pasti Dinda pun harus mengalah pada saat itu, dia yang memberikan sebuah syarat kepada Alex agar Alex menyerah ternyata sudah salah besar. Karena mulai detik itu Alex mulai berpikir untuk membuat itu semua menjadi terwujud , Alex mulai merencanakan berbagai hal di masa depan untuk Dinda agar dia merasa pantas untuk bersanding di samping Alex


Waktu pun berlalu dan sudah pasti semenjak kejadian itu hubungan antara Alex dan Dinda menjadi semakin dekat, Alex selalu mencurahkan kasih sayang dan perhatian kepada Dinda. Walaupun Alex tetap menunjukan sikap dingin terhadap orang di sekelilingnya


Sedangkan Dinda tak bisa lagi membohongi dirinya, Dinda sudah menyadari bila kini hatinya sudah di miliki seutuhnya oleh Alex


Di tempat yang berbeda ada Valen yang sedang terbakar emosi karena walaupun dia sudah memohon hingga berlutut di hadapan Alex dan Dinda tetap tak ada gunanya, perusahaan sang papa di buat hancur dan sulit untuk bangkit kembali oleh sang pemimpin keluarga Wijaya


Keadaan keluarga Valen benar-benar berubah drastis bahkan kedua orang tua Valen hanya bisa pasrah akan itu semua, para kerabat maupun sahabat di sekeliling mereka tak ada yang memiliki keberanian untuk melawan bendera perang yang telah di kibarkan pemimpin keluarga Wijaya


Sebenarnya Alex sudah meminta kepada sang papa untuk menghentikan aksinya, tetapi bagi sang pemimpin keluarga Wijaya dia tak akan berhenti menghukum seseorang sebelum dirinya benar-benar merasa puas. Dan yang tersisa hanya Valen yang memendam seribu kebencian terhadap Dinda


Valen pun merasa hidupnya dan keluarganya menjadi berantakan akibat perbuatan Dinda, Valen yang memendam seribu kebencian di dalam hatinya sudah bertekad untuk membalas itu semua. Segala rasa sakit yang dirinya rasakan saat itu harus dia balas terhadap Dinda bagaimana pun caranya


Suatu hari sang pemimpin keluarga Wijaya harus pergi ke luar kota untuk menyelesaikan urusan pekerjaan, dan sang nyonya besar ikut mendampingi sang suami pada saat itu. Di saat itu sudah pasti Alex tak mau membuang kesempatan yang ada, Alex pun meminta Dinda untuk menemani dirinya setelah mereka pulang kuliah


Dinda yang tau apa yang akan Alex lakukan hanya mengikuti keinginan Alex, ternyata Alex membawa Dinda ke sebuah mall untuk menonton film di bioskop. Alex hanya ingin mencoba menjalin hubungan layaknya pasangan yang lainnya, sesuatu yang belum pernah dia lakukan di masa lalu dengan gadis yang mendampingi dirinya


Selesai menonton film Alex membawa Dinda ke sebuah taman untuk menghabiskan waktu bersama Dinda sebelum mereka kembali, tanpa mereka ketahui bahwa Valen sudah mengintai mereka sedari tadi menggunakan sebuah mobil yang dia sewa

__ADS_1


"Aku cari kamar kecil dulu ya den"


"Mau aku antar?"


Dinda pun memasang wajah malas dan membuat Alex membuat Alex tersenyum tipis melihat itu, Alex merasa kini hidupnya jauh lebih berwarna di banding saat dia belum menjalin hubungan bersama Dinda


Saat keluar dari kecil Dinda berniat untuk membeli minuman bagi dirinya dan Alex, tanpa ada pemikiran buruk sama sekali Dinda berusaha untuk menyebrangi jalan. Dan di saat itulah Valen pun tersenyum jahat melihat kesempatan yang ada


"Hidup aku sekarang sudah berantakan dan kamu harus merasakan rasa sakit yang aku rasakan, aku ga perduli lagi dengan apa yang akan terjadi pada diri aku di masa depan. Setidaknya aku bisa membalas rasa sakit yang aku rasakan ke kamu," ucap Valen di dalam hatinya sambil menggenggam erat kemudi mobil


Valen yang sudah gelap mata langsung menginjak pedal gas dengan sangat kuat tanpa rasa ragu sama sekali, gadis itu mulai mengarahkan mobil tersebut ke arah di mana Dinda berada


Di saat yang bersamaan Alex sudah melangkahkan kakinya ke arah Dinda, saat itu Alex merasa perlu mencari Dinda karena Dinda sudah terlalu lama pergi menurut dirinya


Alex yang menyadari bahwa ada sebuah mobil yang melaju dengan sangat cepat ke arah Dinda pun langsung berlari sekuat tenaga dan mendorong tubuh Dinda dengan kuat, akhirnya pun Dinda tersungkur ke atas aspal dan terlepas dari kecelakaan tersebut. Tetapi berakhir dengan Alex yang harus menggantikan posisi Dinda pada saat itu


Valen yang menyadari bahwa bukan Dinda yang berada di depan mobil itu pun langsung menginjak pedal rem secepat mungkin, tetapi dia tetap tak bisa mengehentikan laju mobil tersebut begitu saja. Mobil itu tetap menghantam tubuh Alex dengan cukup kuat


"Sial!! kenapa Alex harus menyelamatkan perempuan itu? kalau begini aku yakin hidup aku akan semakin berantakan!!" gerutu Valen di dalam hatinya


Orang-orang yang berada di tempat itu mulai terlihat panik dan berlari ke arah Alex, melihat kerumunan orang yang mulai datang Valen hanya bisa melarikan diri secepat mungkin dari tempat itu. Sedangkan Dinda yang telah tersadar akan kejadian yang tengah terjadi pun langsung bangkit dan menghampiri Alex yang sudah tergeletak tak berdaya


"Den... Kamu ngapain den?" tanya Dinda dengan suara yang bergetar hebat

__ADS_1


"Kamu baik-baik aja kan Din?" tanya Alex dengan suara yang lemah sambil memaksa dirinya untuk tersenyum


Dinda hanya bisa menjawab dengan anggukan kepalanya sambil meneteskan air matanya dengan hebat, secara perlahan Alex pun mulai kehilangan kesadaran dan Dinda pun langsung berteriak untuk meminta pertolongan


__ADS_2