Perjuangan Cinta Beda Kasta

Perjuangan Cinta Beda Kasta
Dilema Hati Alex


__ADS_3

Dinda saat itu harus meninggalkan sejenak sang ibu untuk membeli beberapa keperluan yang dia butuhkan, tetapi saat dia akan kembali ke dalam ruang rawat sang ibu dia mendengar para suster jaga yang sedang berbincang


Para suster tersebut sedang membicarakan tentang dokter Lukman, Dinda yang merasa sedikit tertarik dengan percakapan mereka pun memilih untuk berdiam diri sejenak dan mendengarkan percakapan mereka dengan baik


Ternyata dokter Lukman adalah dokter spesialis yang cukup ternama, bahkan tidak semua orang bisa memiliki kesempatan mendapatkan penanganan dari dokter Lukman. Mereka bahkan berpikir bahwa ada orang hebat di belakang Dinda sehingga bisa membuat seorang dokter Lukman turun tangan secara langsung


Dinda yang mendengar hal tersebut hanya bisa tersenyum getir, segala kebaikan yang Alex tunjukkan kepada dirinya saat itu hanya membuat hatinya semakin terasa sakit


"Kamu bahkan sampai melakukan hal ini kak, apa kamu melakukan ini semua hanya untuk memastikan supaya ibu aku selamat kak? dengan begitu aku bisa secepatnya menyerahkan tubuh aku untuk kamu, kamu yang sekarang benar-benar sudah menjadi sosok yang berbeda


Detik demi detik terus berlalu, sejak komunikasi meraka yang terakhir Alex tak pernah lagi menghubungi Dinda. Saat itu Alex hanya ingin memberikan Dinda waktu dan merasa tenang, karena dia tau dengan pasti bahwa setiap kata dan perbuatan yang dia lakukan selalu menyakiti Dinda


Dinda pun menghubungi Riska dan mengatakan bahwa dia akan mengembalikan uang Riska yang sudah dia pakai, dengan tegas Riska menolak hal tersebut dia sama sekali tak ingin Dinda mengembalikan uang tersebut


Dinda pun menggunakan berbagai alasan yang masuk akal agar Riska bersedia menerima uang tersebut, dia hanya berusaha untuk mengikuti keinginan Alex dan tak mau menimbulkan kesalahan baru di mata Alex


Dan hari di mana ibu Sari akan menjalani operasi pun tiba, Dinda dengan setia menunggu sang ibu tepat di depan ruang operasi. Saat itu hati Dinda benar-benar terasa rapuh, dia bahkan tak seperti tak punya kekuatan sama sekali selama sang ibu masih berada di dalam ruang operasi


Tetapi tiba-tiba saja sesuatu yang tak pernah di duga oleh Dinda pun terjadi, karena tiba-tiba saja Alex mendudukkan tubuhnya tepat di samping Dinda. Dinda pun langsung menatap ke arah Alex dan saat itu hati Alex terasa sakit melihat tatapan mata Dinda yang penuh dengan rasa takut dan sedih


"Kenapa kamu bisa ada di sini kak?" tanya Dinda lirih


"Saya hanya mau memastikan operasi ibu kamu berjalan dengan lancar," ucap Alex dengan dingin


Dinda pun langsung menundukkan kepalanya dan sekuat tenaga menahan air matanya yang hampir saja terjatuh, hatinya benar-benar terasa sakit mendengar ucapan Alex pada saat itu. Dia berpikir Alex benar-benar hanya ingin memastikan ibunya selamat dan dapat segera memiliki tubuhnya


Sedangkan jauh di dalam lubuk hati Alex saat itu ikut merasakan sakit melihat Dinda yang seperti itu, Alex bahkan sudah mengangkat salah satu tangannya untuk memeluk tubuh mungil Dinda. Tetapi harga diri Alex memaksa dia untuk berhenti dan dia pun mengurungkan niatnya tersebut


"Maaf karena aku belum bisa bersikap seperti dulu kepada kamu, yang kamu lakukan di masa lalu benar-benar meninggalkan luka yang dalam untuk hati aku." ucap Alex di dalam hatinya

__ADS_1


Hanya ada keheningan di antara Alex dan Dinda selama operasi ibu Sari di lakukan, detik demi detik terus berlalu Dinda hanya bisa terus berdoa di dalam hatinya semoga operasi sang ibu bisa berhasil


Lampu tanda sedang ada operasi pun sudah padam yang artinya operasi ibu Sari sudah selesai di lakukan, saat sang dokter keluar dari ruangan tersebut Dinda pun langsung menghampiri dokter tersebut. Sedangkan Alex dengan setia mengikuti di belakang Dinda


"Bagaimana keadaan ibu saya dok?"


"Selamat ya, operasi ibu Sari berjalan dengan lancar," ucap dokter Lukman


"Terima kasih dok," ucap Dinda dengan suara bergetar


Setelah memberikan penjelasan terhadap Dinda tentang keadaan sang ibu, dokter Lukman pun langsung menghampiri Alex


"Lu ada di sini?" tanya dokter Lukman sambil tersenyum penuh arti


Alex hanya menganggukkan sedikit kepalanya


Alex pun mengikuti langkah kaki dokter Lukman, sedangkan Dinda memilih untuk tetap setia menunggu sang ibu. Dan kini Alex sudah duduk secara berhadapan dengan dokter Lukman


"Lain kali kalau minta bantuan orang tolong ingat waktu ya, jangan ulangi lagi yang seperti kemarin. Untung aja lu sepupu yang paling gw sayang"


Alex hanya terdiam dan memasang wajah malas, dokter Lukman pun hanya bisa tersenyum melihat sikap Alex yang seperti itu


"Siapa dia?"


"Bukan urusan lu," jawab Alex dengan dingin


"Oke, tapi gw yakin pasti dia orang yang penting buat lu"


Alex pun langsung menatap tajam ke arah dokter Lukman

__ADS_1


"Kalau dia ga penting buat lu mana mungkin lu ada di sini cuma buat temenin dia, kecuali matahari terbit dari barat." ucap dokter Lukman sambil tertawa lepas


"Gw duluan ya"


Alex pun sudah bersiap untuk bangkit dari duduknya dan tiba-tiba saja dokter Lukman mulai memasang wajah serius


"Lex"


Alex pun mendudukkan kembali tubuhnya dengan sempurna


"Kalau dia penting buat lu kenapa lu mau tunangan sama perempuan lain?" tanya dokter Lukman dengan wajah serius


"Tadi gw kan udah bilang bukan urusan lu," jawab Alex dengan dingin


"Oke, tapi ingat ya Lex. Jangan sampai nanti lu menyesal saat dia memilih untuk tinggalin lu"


Alex pun langsung menatap tajam ke arah dokter Lukman


"Saran gw berhenti untuk bersikap dingin Lex, supaya lu bisa belajar buat memahami perasaan orang lain. Dan lu harus tau yang namanya perempuan lebih sering menggunakan perasaan mereka dari pada logika mereka"


"Hem..."


Alex pun langsung bangkit dari duduknya dan meninggalkan ruang kerja dokter Lukman begitu saja, tetapi kata-kata yang di ucapkan oleh sepupunya tersebut tak bisa dia lupakan begitu saja


"Ga!! apapun yang terjadi aku ga akan pernah biarkan Dinda pergi dari sisi aku untuk selamanya!!"


Alex pun segera menghubungi orangnya dan memerintahkan orang tersebut untuk menyiapkan beberapa hal, Alex menyiapkan itu semua agar bisa memiliki Dinda secepatnya. Dia hanya tak mau Dinda pergi dan menghilang seperti dulu lagi


Saat itu sebagian hati Alex sudah menyadari bahwa dia tak ingin kehilangan Dinda untuk yang kedua kalinya, tetapi sebagian hatinya masih merasa dendam dengan perbuatan Dinda di masa lalu. Antara dilema yang sedang di rasakan hati Alex dia memilih untuk mengikat Dinda di sisinya terlebih dahulu

__ADS_1


__ADS_2