
Alex membawa Dinda kembali ke kediaman mereka dan sudah pasti Alex langsung mengarahkan Dinda untuk masuk ke dalam kamar mereka, tanpa membuang waktu Alex langsung memeluk tubuh mungil Dinda dari belakang dan menghadiahkan sebuah ciuman di tengkuk leher Dinda
"Kak geli..."
"Itu hukuman untuk kamu sayang, kamu ga tau rasanya aku di sini harus melewati malam seorang diri." ucap Alex dengan lembut
Dinda pun mulai memutar tubuhnya dan kini wajah mereka berdiri dan saling berhadapan, Dinda mulai menyadari bahwa ada beberapa koper kecil yang tersusun rapi di dekat pintu
"Koper siapa kak?"
Alex mencium sekilas bibir Dinda lalu tersenyum dengan hangat
"Koper kita sayang, besok kita akan pergi bulan madu." ucap Alex dengan lembut
Dinda tertawa kecil mendengar ucapan Alex saat itu
"Bulan madu untuk orang yang baru menikah kak, kalau kita bukan bar..."
Dinda langsung mengehentikan ucapannya karena lagi-lagi Alex mencium sekilas bibir merah Dinda
"Kita baru menikah sayang, seluruh dunia baru tau kalau kamu sekarang istri aku. Dan malam ini kamu harus membayar lunas semua hutang kamu sama aku sayang," ucap Alex dengan lembut
Mereka berdua kini merasa bahwa kehidupan mereka telah sempurna dan selalu berharap agar mereka tidak akan terpisahkan lagi, saat pagi menyapa mereka mulai bersiap untuk menjalankan bulan madu yang spesial yang telah Alex rencanakan
Alex membawa Dinda ke sebuah negara yang terkenal akan keromantisannya, dia hanya ingin membuat Dinda merasa bahwa dia adalah wanita yang spesial. Bulan madu yang Alex rencanakan berjalan lancar di hari pertama
Hari itu setelah merasa cukup berisitirahat Alex mulai mengajak sang istri berkeliling kota itu, dan berakhir dengan menikmati malam yang terkenal sangat romantis bagi para pasangan
Hiasan lampu-lampu yang menghiasi sepanjang jalan di kota itu membuat suasana romantis dari kota tersebut semakin terasa, Alex yang tak ingin Dinda merasa terlalu lemah mengajak Dinda kembali ke penginapan. Dan sudah pasti mereka akan melakukan ritual pemanggilan untuk sang buah hati
Hari itu benar-benar menjadi hari yang sempurna bagi mereka berdua, tapi itu semua tidak berlangsung lama karena masih di pagi buta ponsel Alex yang berada di atas nakas terus saja bergetar
__ADS_1
"Sayang handphone kamu," ucap Dinda dengan mata yang masih terpejam
"Hem..."
Alex mulai melepaskan pelukannya untuk mencari keberadaan ponselnya, dia hanya tak ingin istirahat Dinda bisa terganggu
"Halo," ucap Alex tanpa melihat orang yang menghubungi dirinya
"Kak Alex harus bantu aku!!" teriak Alexa dari seberang sana
"Apa kamu tau ada perbedaan jam di antara kita Alexa? sekarang masih gelap di sini," ucap Alex dengan suara serak
"Tapi aku bingung kak," ucap Alexa lirih
Alex yang mendengar suara Alexa sudah seperti itu memindahkan tubuh Dinda secara perlahan, dan mendudukkan tubuhnya dengan sempurna agar mengusir rasa kantuk yang menguasai dirinya
"Kamu kenapa?"
"Nanti malam aku harus datang ke acara reuni kak"
"Jangan bilang kamu mau minta gaun dari kak Alex, kamu sendiri seorang desainer Alexa." ucap Alex dengan nada jengkel
"Aku ga mau minta gaun kak," ucap Alexa lirih
"Terus kamu mau minta apa dari kak Alex?"
"Tolong minta asisten pribadi kamu buat temenin aku datang ke acara itu kak"
Alex hanya bisa mendengus kesal mendengar permintaan aneh Alexa
"Harga diri aku di pertaruhkan di sana kak," lanjut Alexa lirih
__ADS_1
"Oke nanti pagi kak Alex bilang ke Reyhan"
"Terima kasih kak, silahkan lanjutkan perjuangan kakak menghadirkan keponakan aku." ucap Alexa bersemangat
Tanpa rasa bersalah sama sekali Alexa langsung memutuskan sambungan teleponnya, Alex hanya bisa mengusap wajahnya dengan kasar untuk membuang rasa jengkel akibat ulah Alexa tersebut. Dinda yang saat itu ikut terjaga langsung memberikan sebuah senyuman yang hangat
"Kak Alexa ya sayang?"
Dalam sekejap semua rasa jengkel Alex menghilang begitu saja saat melihat senyuman hangat dari sang istri, Alex pun merebahkan kembali tubuhnya dan langsung memeluk tubuh mungil sang istri
"Ya sayang, tapi kamu harus mulai belajar untuk ga panggil dia kakak lagi sayang." ucap Alex dengan lembut di akhiri sebuah ciuman di ujung kepala Dinda
"Ya sayang, aku belum terbiasa aja"
Di seberang sana Alexa yang sudah tiba di butik miliknya langsung mempersiapkan pakaian yang akan dia gunakan, dia juga menyiapkan sebuah setelan yang senada dengan gaun yang akan dia gunakan. Alexa memandang gaun yang dia gunakan dengan lekat
"Malam ini aku ga akan izinkan kamu mengejek aku seperti tahun-tahun kemarin, memang apa hebatnya sudah punya suami? buktinya aku cukup bahagia dengan kehidupan aku saat ini." batin Alexa sambil tersenyum puas
Maria adalah salah satu teman sekelas Alexa saat dia duduk di bangku SMA, berasal dari golongan yang berbeda membuat gadis itu selalu berusaha keras untuk mengalahkan Alexa di dalam bidang apapun
Sudah pasti Alexa tak pernah mau mengambil pusing itu semua, tetapi setelah dia kembali ke kota itu dia mulai mendapatkan undangan untuk reuni sekolah mereka. Dan saat Alexa menghadiri acara tersebut Maria akan selalu memamerkan apa yang dia dapatkan dari sang suami
Dan di acara reuni yang terakhir kali Maria memojokkan Alexa karena hingga detik itu dia belum memiliki pasangan, jangankan seorang suami dia bahkan selalu menghadiri acara tersebut seorang diri
Saat matahari sudah mulai menunjukkan kehebatannya Alex dan Dinda pun terjaga dari tidurnya, mereka pun memesan makanan sebelum mereka melanjutkan petualangan mereka di kota itu
"Tadi pagi bukannya kak Alexa telepon kamu sayang?"
"Astaga iya aku lupa!!" seru Alex sambil menepuk jidatnya
Alex pun langsung menghubungi asisten pribadinya dan menyampaikan apa yang Alexa inginkan, tetapi asisten pribadi Alex mengatakan dia tak bisa melakukan itu karena dia sudah berjanji dengan sang istri untuk datang ke sebuah acara
__ADS_1
Alex pun tak bisa memaksa asisten pribadinya dan segera mengabarkan hal tersebut kepada Alexa, dengan hati kecewa Alexa hanya bisa pasrah bila malam itu dia akan menjadi bulan-bulanan Maria seperti waktu acara reuni yang terakhir
Tapi ternyata Alex melakukan sesuatu yang tidak di ketahui oleh Alexa pada saat itu, Alex boleh saja selalu bersikap dingin walaupun di hadapan Alexa tetapi dia selalu mengetahui apa yang Alexa lalui selama ini. Dan yang terpenting Alex hanya tak ingin bila Alexa mengganggu acara bulan madu dia yang sempurna