
Dengan langkah kaki yang pasti sang pengantin wanita bersama sang pendamping terus menuju ke arah Alex, semakin pengantin wanita tersebut melangkahkan kakinya semakin terlihat bahwa gaun yang dia gunakan saat itu panjang hingga kebelakang sama seperti yang pernah Dinda ucapkan
Para tamu undangan hanya bisa takjub melihat keanggunan sang pengantin wanita, walaupun mereka belum bisa melihat wajah dari wanita tersebut. Wanita itu pun terus melangkahkan kakinya ke arah Alex dan mulai berhenti saat sudah berada di hadapan Alex
Melihat pengantin wanita tersebut semakin mendekat membuat Alex tak bisa menghilangkan senyuman kebahagiaan dari bibirnya
Beberapa para tamu undangan sudah mulai saling berbisik saat menyadari bahwa pendamping pengantin wanita saat itu bukanlah orang tua Melinda, tetapi sudah pasti semua tidak bisa berbuat banyak
Pendamping pengantin tersebut mulai menyerahkan tangan sang pengantin wanita saat mereka sudah berada di hadapan Alex
"Selamat datang pendamping hidup aku untuk selamanya, maaf karena selama ini aku sudah memberikan banyak luka terhadap kamu. Mulai sekarang hanya akan ada kebahagiaan di dalam perjalanan hidup kita berdua. Aku berjanji akan selalu mencintai kamu di sepanjang hidup aku," batin Alex
Dan kini Alex sudah berdiri berhadapan dengan sang pengantin wanita
"Terima kasih karena wanita sehebat kamu sudah bersedia untuk menjadi pendamping hidup aku," ucap Alex dengan lembut
Alex pun mulai membuka kain yang menutupi wajah wanita tersebut, dan semua orang yang berada di sana langsung terdengar sedikit riuh karena orang yang berada di hadapan Alex saat itu adalah Dinda dan bukannya Melinda
Semua para undangan yang hadir di tempat itu merasa bingung karena wanita tersebut berbeda dengan yang tercantum di dalam surat undangan yang mereka terima, hanya Julian dan sang istri bersama ibu Sari yang terlihat biasa saja
Alexa yang merasa terkejut pun langsung menatap ke arah Julian dengan wajah yang tak percaya, dan Julian hanya bisa tersenyum melihat ekspresi Alexa pada saat itu
"Itu Dinda kan kak?"
Julian menganggukkan sedikit kepalanya, Alexa memastikan sekali lagi wajah sang pengantin wanita dan ternyata itu benar-benar Dinda. Dengan wajah tak percaya dia kembali menatap ke arah Julian
"Gimana? apa masih berniat membuat kekacauan di pesta mereka?" tanya Julian sambil tertawa kecil
"Tapi kok bisa kak?"
"Alex bilang itu hukuman buat kamu," ucap Julian dengan santai
"Aku? memang aku buat salah apa kak?" tanya Alexa sambil mengerutkan keningnya
"Alex bilang itu hukuman karena kamu ga mau merancang gaun pernikahan untuk acara ini"
"Akh!! kak Alex jahat banget sih!!"
__ADS_1
Julian dan sang istri hanya bisa tertawa kecil melihat ekspresi wajah kecewa Alexa saat itu
FLASH BACK
Alex mempersiapkan segala sesuatu untuk acara pernikahan dirinya secara serius, dan hari itu Alex pun memutuskan untuk menemui Alexa
Alexa menyambut kehadiran Alex di butiknya dengan wajah tak bersahabat, bagaimana pun juga dia merasa kecewa mendengar Alex akan menikahi wanita lain
"Mau apa kak Alex ke sini?" tanya Alexa dengan tatapan mata yang tajam
"Kak Alex mau minta bantuan kamu membuat gaun pengantin untuk acara pernikahan kak Alex"
"Maaf ya kak, kak Alex memang kakak aku tapi sampai kapan pun aku ga akan bersedia merancang gaun untuk pernikahan kak Alex." ucap Alexa dengan tegas
"Apa kamu yakin? walaupun gaun itu nan...."
Alex tak bisa menyelesaikan kata-kata yang akan dia ucapkan karena Alexa kembali membuka suara
"Sampai kapan pun aku ga akan bersedia melakukan itu, dan sebaiknya kak Alex pergi dari sini karena ga ada gunanya kak Alex ada di sini." ucap Alexa dengan tegas
Alex pun bangkit dari duduknya dengan senyuman tipis di bibirnya
"Aku ga akan pernah menyesal melakukan ini," ucap Alexa penuh penekanan
"Kamu salah Alexa, karena kak Alex yakin kamu akan menyesali perbuatan kamu ini. Dan anggap aja ini sebagai hukuman karena kamu ga percaya dengan perasaan kak Alex terhadap Dinda," batin Alex
FLASH OFF
Saat itu Alexa benar-benar merasa jengkel karena di permainkan oleh Alex, tetapi jauh di dalam lubuk hatinya dia merasa bahagia karena wanita yang berada di hadapan Alex saat itu adalah Dinda
Acara tersebut berjalan sesuai rencana yang telah di siapkan tanpa satu pun hambatan yang berarti, tetapi di tempat yang berbeda Melinda dan kedua orang tuanya masih di tahan di sebuah ruangan dengan penjagaan yang sangat ketat
Sekuat apapun mereka mencoba melawan tak bisa membuahkan hasil apapun, mereka hanya bisa pasrah di dalam ruangan tersebut tanpa tau apa yang sedang terjadi di luar sana
Setalah semua prosesi acara selesai mereka mulai menerima ucapan selamat dari para undangan yang hadir di tempat itu, sudah pasti semua hanya bisa merasa bingung tanpa ada yang berani memberikan pertanyaan apapun kepada kedua mempelai
Irwan adalah orang yang sedari tadi berperan sebagai sang pendamping wanita, saat melihat keadaan sudah mulai senggang Irwan mulai membisikkan sesuatu kepada Alex. Dan Alex pun menganggukkan kepalanya dan langsung menatap ke arah Dinda dengan lembut
__ADS_1
"Aku ke belakang sebentar ya"
Irwan membawa Alex turun dari pelaminan dan saat melihat hal tersebut sudah pasti Julian juga bersiap untuk mendampingi mereka, mereka mulai melangkahkan kakinya ke arah sebuah ruangan di mana Melinda dan kedua orang tuanya berada
Melinda yang melihat kehadiran Irwan di tempat itu tak bisa lagi menahan gejolak yang dia rasakan di dalam dadanya
"Apa maksud ini semua? bukankah kita berada di perahu yang sama?" tanya Melinda penuh penekanan
"Saya hanya berjanji membawa Dinda pergi dari sisi Alex, tapi saya tidak pernah berjanji untuk tidak mengembalikan Dinda ke tempat seharusnya dia berada." ucap Irwan dengan tegas
Melinda pun langsung menatap ke arah Alex dengan tatapan membunuhnya
"Kamu benar-benar sudah keterlaluan!! apa kamu pikir saya tidak berani menyebarkan tentang masalah itu?" ucap Melinda penuh penekanan
Alex pun tersenyum dingin mendengar ancaman dari gadis tersebut seolah dia tak memperdulikan itu semua
"Cukup Mel!!" ucap sang papa penuh penekanan
Melinda pun menatap sang papa dengan tatapan mata penuh kekecewaan
"Tapi pah.."
"Papa bilang sudah cukup untuk semuanya!!"
Sang papa menatap Melinda dengan tatapan mata seolah gadis tersebut telah melakukan sebuah kesalahan besar
"Dari awal pah, dari awal aku sudah minta papa menghentikan ini semua. Kenapa sekarang seolah semua kesalahan ada di aku pah?" batin Melinda
Melinda hanya bisa memendam perasaan kecewa di dalam hatinya sedangkan sang papa mulai menatap serius ke arah Alex
"Sekarang apa yang kamu inginkan Alex?"
"Sekarang juga serahkan semua bukti-bukti yang berada di tangan kalian," ucap Alex dengan dingin
Mereka hanya bisa mengikuti keinginan Alex tanpa ada perlawanan sedikit pun
"Saya tidak akan memperpanjang masalah ini lagi mengingat anda adalah kenalan lama papa saya, tapi saya minta mulai sekarang berhenti menunjukkan batang hidung kalian di hadapan saya." ucap Alex dengan tegas
__ADS_1
"Baik, kami akan melakukan itu. Apa sekarang kami sudah bisa pergi?"
Alex pun menjawab dengan sedikit anggukan kepalanya dan kedua orang tua Melinda langsung membawa Melinda membawa sebuah kekalahan besar