
Dinda mengisi kembali gelasnya yang telah kosong dan saat akan meminum minuman tersebut, Julian pun langsung merampas gelas yang berada di tangan Dinda dan menjauhkan gelas tersebut dari Dinda
"Jangan minum lagi kamu sudah mabuk Din"
Dinda pun hanya terdiam, Julian pun langsung memanggil pelayan untuk menanyakan bill pemesanan Dinda. Tetapi sudah pasti semua yang Dinda pesan sudah di bayar, Julian pun langsung bangkit dari duduknya
"Ayo, biar aku antar kamu pulang"
"Jangan kak lebih baik aku pulang sendiri aja, karena aku yang sekarang di larang untuk dekat dengan laki-laki lain." ucap Dinda sambil tersenyum getir
"Apa kamu sudah menikah? nanti biar aku yang kasih penjelasan ke suami kamu, aku cuma berniat mengantarkan kamu pulang dengan selamat." ucap Julian dengan serius
Dinda yang sudah di bawah pengaruh alkohol seakan tak bisa mengendalikan apapun yang akan dia lakukan, dengan berani dia melambaikan tangannya kepada Julian dan meminta Julian mendekatkan telinganya
"Dari pada menjadi seorang istri, lebih tepatnya sekarang aku adalah perempuan simpanan kak." bisik Dinda
Julian pun langsung memasang wajah terkejut mendengar apa yang Dinda ucapkan, dia pun menatap ke arah Dinda dengan lekat sedangkan Dinda hanya memberikan senyuman getir
"Sebaiknya aku pulang sekarang"
Dinda yang sudah mabuk pun hampir saja terjatuh saat bangkit dari duduknya, dengan cepat Julian memegang pinggang Dinda agar dia tak terjatuh
"Maaf kak sepertinya aku sudah mabuk"
Sesungguhnya Julian benar-benar penasaran dengan kata-kata terakhir Dinda, tetapi dia tak mau memaksa Dinda lebih jauh melihat keadaan Dinda yang sudah seperti itu
"Biar aku antar kam..."
Julian bahkan belum berhasil menyelesaikan ucapan yang akan dia katakan, tetapi tiba-tiba saja ada sebuah tangan yang coba merampas tubuh Dinda dari tangan Julian
__ADS_1
"Lepasin tangan lu dari tubuh dia!!" ucap Alex penuh penekanan
"Kok lu ada di sini Lex?"
Tanpa menjawab pertanyaan dari Julian terlebih dahulu Alex langsung merampas tubuh Dinda yang berada di tangan Julian, dan Alex pun langsung membawa Dinda pergi dari tempat itu. dan hanya tersisa Julian dengan seribu pertanyaan di dalam benaknya
Alex langsung membawa Dinda kembali ke apartemen mereka, secara perlahan dia pun merebahkan tubuh Dinda di atas tempat tidur lalu menyelimuti tubuh Dinda dengan baik. Sebelum Alex sempat pergi dari situ Dinda langsung memegang tangan Alex
"Kenapa kamu jahat sama aku kak?" tanya Dinda lirih
"Aku jahat sama kamu Din? kesalahan apa yang aku lakukan terhadap kamu Din? apa yang aku lakukan saat ini tidak bisa di bandingkan dengan perbuatan kamu di masa lalu" batin Alex sambil mengeraskan rahangnya
"Aku benci kamu kak, aku benar-benar membenci kamu!!"
Dinda pun mulai menangis dengan hebatnya dan Alex hanya tetap terdiam tanpa mengeluarkan suara apapun, entah karena pengaruh alkohol ataupun karena merasa lelah dengan semua beban hati yang dia rasakan Dinda pun terlihat mulai tenang dan seperti akan tertidur
Melihat Dinda yang mulai tenang Alex pun mulai melangkahkan kakinya dan keluar dari kamar tersebut, tetapi tiba-tiba Alex menghentikan langkah kakinya karena Dinda kembali membuka suara
Alex pun hanya bisa terdiam sambil mengerutkan keningnya
"Apa maksud kamu Din? kenapa kamu bisa bilang begitu? apa ada sesuatu yang aku ga tau?"
Entah mengapa saat itu hati kecil Alex mulai merasa terganggu dengan semua ucapan Dinda yang sedang mabuk, tetapi rasa dendam Alex tak bisa menghilang begitu saja. Alex pun langsung menghubungi seseorang untuk mencari tau sesuatu. Dan malam itu Alex memutuskan untuk tidur di atas sofa di ruang tamu
Sinar mentari pagi pun mulai menyelusup di antara celah gorden yang berada di apartemen tersebut, dan sinar mentari yang berhasil lolos tersebut berhasil untuk membuat Dinda mulai terjaga dari tidurnya. Dinda pun mulai membuka kedua bola matanya sambil memegang kepalanya yang masih terasa berat
"Astaga sepertinya semalam aku mabuk berat, kenapa juga kamu harus minum sebanyak itu Din?"
Dinda pun mulai memperhatikan sekelilingnya dan dia tau dengan pasti bahwa dia berada di dalam kamar apartemen Alex
__ADS_1
"Tapi gimana caranya aku bisa sampai di sini ya?"
Dinda pun mulai berusaha untuk mengingat semua kejadian tadi malam, Dinda berusaha mengingat apa saja yang sudah dia lakukan pada malam itu
"Astaga!! aku ingat kalau aku traktir semua orang yang ada di situ dengan minuman termahal, pasti kak Alex bakal marah"
Dalam sekejap wajah Dinda pun berubah menjadi pucat setelah dia berhasil mengingat apa saja yang telah dia lakukan pada malam itu, Dinda menyadari kesalahan apa saja yang sudah dia lakukan malam itu
Dinda pun segera turun dari tempat tidur dan melangkahkan kakinya keluar dari dalam kamar, dan di luar sana Alex sudah menggunakan pakaian yang rapi sambil menikmati secangkir teh hangat
"Apa saat ini juga ajal aku sudah tiba?"
Melihat keadaan Dinda yang masih berantakan seperti itu Alex hanya menunjukkan wajah dingin seperti biasanya
"Maaf kak karena semalam aku..."
Dinda langsung menghentikan ucapan yang akan dia katakan karena tatapan mata Alex pada saat itu terlihat sangat menakutkan bagi seorang Dinda
"Bagus kalau sudah menyadari semua kesalahan kamu," ucap Alex dengan dingin
Saat itu Dinda hanya bisa terdiam sambil menundukkan kepalanya, dia tak memiliki keberanian sama sekali untuk menatap wajah Alex. Dinda menyadari semua kesalahan yang telah dia perbuat, bahkan dia mengingat bahwa dia sempat menampar pipi Alex saat berusaha membawa dia untuk pulang
Tiba-tiba saja Alex mulai bangkit dari duduknya dan menyiapkan semua keperluan dirinya untuk bekerja, Alex pun pergi meninggalkan Dinda begitu saja. Setelah kepergian Alex Dinda pun terduduk lemas di atas lantai
"Astaga!! aku pikir aku bakal dapat serangan nuklir di pagi hari"
Satu ketakutan Dinda sudah berlalu karena Alex tak memperpanjang masalah tersebut, tetapi rasa takut kembali menyelimuti hati Dinda saat dia mengingat apa yang sempat dia ucapkan kepada Julian
"Semoga aja kak Julian ga punya pikiran yang aneh-aneh, atau aku bilang aja aku salah ngomong karena mabuk. Tapi apa kak Julian bisa percaya? apalagi tadi malam kak Alex bawa aku di depan kak Julian, akh!! aku bisa gila sendiri kalau begini!!" gerutu Dinda di dalam hatinya
__ADS_1
Dinda pun memutuskan untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu sebelum dia memikirkan solusi atas semua kesalahan yang telah dia lakukan