Perjuangan Cinta Beda Kasta

Perjuangan Cinta Beda Kasta
Merasa Tak Pantas


__ADS_3

Melinda terus meminum minuman yang mengandung alkohol yang telah dia pesan, dia hanya ingin menghibur diri dan melupakan sejenak semua masalah yang menghampiri dirinya. Tetapi yang terjadi dia semakin larut dengan semua masalah yang ada


"Apa yang sekarang harus aku lakukan? apa aku harus merendahkan diri aku lebih jauh lagi untuk mengabulkan keinginan papa? semua ini terjadi karena perempuan ga tau diri itu!!"


Melinda sedang larut dalam pikirannya sendiri sambil terus menikmati minuman keras yang berada di hadapannya, tanpa dia sadari bahwa sedari tadi sudah ada sepasang mata yang terus memperhatikan dirinya dari kejauhan


Tiba-tiba saja ada seorang pria yang datang dan menghampiri Melinda, dan pria tersebut langsung mendudukkan tubuhnya tepat di samping Melinda yang menandakan bahwa dia mengenal gadis tersebut


Melihat hal tersebut sepasang mata yang sedari tadi memperhatikan Melinda pun semakin memperhatikan mereka dengan seksama


"Apa pantas seorang Melinda yang hebat terlihat menyedihkan seperti ini?" ucap pria tersebut sambil tersenyum


Melinda pun menatap ke arah pria yang telah duduk di sampingnya untuk memastikan siapakah orang tersebut


"Semua ini ga ada hubungannya sama kamu, kalau kamu ada di sini cuma untuk menghina saya sebaiknya kamu pergi dari sini"


Melinda dan pria tersebut pun mulai terlihat membahas sesuatu dengan sangat serius, dan sudah pasti sepasang mata yang terus memperhatikan mereka tak tinggal diam. Dia pun langsung memerintahkan seseorang untuk melakukan sesuatu


Malam pun telah berganti dan berubah menjadi pagi, di tempat yang berbeda ada Dinda yang baru saja terjaga dari tidurnya walaupun bisa di katakan saat itu sudah tidak pagi lagi. Tiba-tiba saja Dinda mengingat kembali semua hal gila yang telah dia dan Alex lakukan


"Astaga kenapa aku jadi malu sendiri ingat yang semalam?"


Dinda mengingat bagaimana Alex terus mengucapkan kata-kata cinta di tengah permainan panas meraka, Dinda bahkan mengingat bagaimana mulutnya tak bisa berhenti melepaskan suara kenikmatan karena ulah Alex. Itu semua tak bisa Dinda melupakan itu semua begitu saja


Dinda pun mulai memandangi wajah tampan yang masih setia memeluk tubuhnya, Dinda tersenyum bahagia melihat wajah Alex yang terlihat tenang di dalam tidurnya


"Aku bahkan ga pernah berpikir kalau kita bisa bersama lagi kak, kesalahan yang aku perbuat di masa lalu benar-benar tidak bisa di maafkan begitu saja. Tapi siapa yang akan menyangka kalau sekarang aku benar-benar menjadi istri kamu kak, dan bahkan ternyata kamu masih mencintai aku dengan tulus kak"


Tanpa sadar Dinda mulai menggerakkan jarinya dan menyentuh bibir merah Alex yang terpampang bebas di hadapannya


"Kenapa kamu bisa terlahir dengan sangat sempurna kak? dan sekarang laki-laki sempurna ini sudah menjadi milik aku seutuhnya," ucap Dinda dengan suara pelan


Tapi ternyata ulah Dinda tak berhenti sampai di situ, entah apa yang merasuki otaknya karena tiba-tiba saja Dinda memajukan bibirnya dan mencium bibir Alex. Perbuatan terakhir Dinda pun membuat Alex terbangun dari tidurnya


"Kamu udah bangun?" tanya Alex dengan lembut


"Maaf kak, aku jadi ganggu kamu tidur ya?" ucap Dinda sambil tersenyum canggung

__ADS_1


Alex pun langsung mencium kening Dinda dengan lembut


"Kamu ga ganggu aku kok sayang, aku malah merasa bahagia karena saat aku membuka mata ada kamu yang masih setia di samping aku." ucap Alex dengan lembut


Ucapan Alex yang sederhana langsung membuat Dinda merasa detak jantungnya berdetak dengan sangat cepat pada saat itu


"Astaga apa-apaan nih? kenapa jantung aku rasanya ga karuan begini? ingat Dinda kamu sudah tua, sudah ga pantas kamu merasa berdebar begini"


"Ya udah aku mandi dulu ya kak"


Dinda yang tak bisa mengendalikan detak jantungnya berusaha untuk melarikan diri dari sisi Alex, tetapi tiba-tiba saja Alex menarik tubuh Dinda hingga Dinda jatuh ke dalam pelukan Alex


"Kenapa kak?"


"Hari ini kamu ga usah kerja ya"


"Sepertinya sih akan begitu kak, hari ini kita bangun agak kesiangan"


Alex melihat ke arah jam dinding yang berada di dalam kamar tersebut dan jam sudah menunjukkan pukul sembilan pagi


"Maksud kamu kak? memang apa yang harus kita kerjakan kak?" tanya Dinda dengan polosnya


"Banyak sayang"


"Ya apa kak?"


"Kamu harus ajak aku keliling rumah kamu, kamu juga harus menentukan kalau kita mau tinggal di rumah kamu apa rumah aku? terus masih banyak lagi," ucap Alex sambil tersenyum


Dinda pun tertawa lepas dan membuat Alex langsung menatap ke arah Dinda dengan serius


"Kok malah ketawa sih sayang?"


"Karena alasan yang kamu sebut itu aneh kak"


"Apanya yang aneh?"


"Mau rumah ini atau rumah yang lain semua itu rumah kamu, bukan rumah aku." ucap Dinda dengan tegas

__ADS_1


Alex mencubit pipi Dinda sambil tersenyum hangat


"Buat yang satu ini kamu salah sayang karena rumah ini memang rumah kamu," ucap Alex dengan serius


"Kamu ngomong apa sih kak? kenapa dari semalam kamu selalu bilang kalau rumah ini rumah aku?"


"Ya karena memang kenyataannya begitu sayang, dari awal semua surat-surat dan yang lainnya untuk rumah ini sudah atas nama kamu. Jadi ya memang rumah ini rumah kamu"


Dinda pun langsung mendudukkan tubuhnya dengan sempurna dan menatap Alex dengan wajah serius


"Apa maksud kamu kak?"


Alex pun ikut mendudukkan tubuhnya dengan sempurna


"Apa kamu masih ingat? dulu aku pernah bilang kalau aku minta kamu untuk percaya sama aku, karena aku lagi memperjuangkan cinta kita"


Dinda pun hanya terdiam tanpa membantah ucapan Alex, karena dia ingat dengan pasti bahwa Alex pernah mengatakan hal tersebut


"Rumah ini adalah hal pertama yang aku siapkan untuk kamu Din, rumah ini bisa menjadi bukti kalau aku dulu benar-benar memperjuangkan kamu untuk aku Din." ucap Alex dengan lirih


"Kamu bohong kan kak?"


"Kamu juga pasti ingat kan dulu kamu pernah meminta aku menunggu kamu, sampai kamu merasa layak untuk berdiri di samping aku"


Lagi-lagi Dinda hanya terdiam karena itu semua benar adanya


"Itu alasan aku bekerja keras menyiapkan semuanya untuk kamu, dulu aku cuma berharap secepatnya bisa hidup bersama kamu Din"


"Kamu pasti lagi bohong sama aku kan kak, kamu cuma mau membuat aku merasa bersalah dengan semua kesalahan yang sudah aku lakukan!!" ucap Dinda dengan mata yang mulai berkaca-kaca


Alex pun langsung memeluk tubuh Dinda dengan erat, dia tak ingin Dinda berpikiran seperti itu sedangkan dia tau dengan pasti bahwa semua permasalahan yang ada di mulai dari sang papa


"Aku minta maaf ya, aku ga berniat bikin kamu sedih atau merasa bersalah. Aku cuma mau kamu yakin kalau perasaan yang aku punya ke kamu benar-benar tulus Din"


"Tapi kenapa kak? kenapa kamu berbuat sejauh itu? aku merasa ga pantas untuk mendapatkan itu semua dari kamu kak," ucap Dinda lirih


Dinda pun menangis hebat di dalam pelukan hangat Alex

__ADS_1


__ADS_2