Perjuangan Cinta Beda Kasta

Perjuangan Cinta Beda Kasta
Menemukan Kata Bahagia


__ADS_3

Saat itu Dinda benar-benar sudah buntu akal dan bagaimana pun caranya dia harus bisa menyelamatkan nyawa sang ibu


"Penyakit ibu aku sudah semakin parah Ris, dan sampai detik aku belum berhasil mengumpulkan biaya operasi untuk ibu aku. Aku ga akan bisa lanjutkan hidup aku lagi kalau sampai terjadi sesuatu sama ibu Ris"


"Apa kamu masih ingat yang tadi kamu bilang? Tuhan membalas kamu secara langsung, bagaimana kalau kejadian itu terulang lagi saat kamu melakukan hal yang sama?"


Dinda hanya terdiam dan air matanya pun keluar dengan sendirinya, sebagai seorang anak dia harus berbuat sesuatu untuk menyelamatkan sang ibu. Tetapi dia juga tak ingin bila kejadian sang ayah akan terulang kembali


"Aku benar-benar ga tau harus gimana lagi Ris, dada aku saat ini benar-benar terasa sakit. Yang aku tau aku harus berbuat sesuatu untuk ibu"


Riska pun tersenyum tipis karena dia merasa telah berhasil menghalangi sahabatnya melakukan kesalahan yang sama untuk kedua kalinya


"Apa kamu sudah ga anggap aku sebagai sahabat kamu lagi Din?"


"Bukan gitu Ris, tapi aku benar-benar harus melakukan itu"


"Untuk sekali ini biar aku yang membantu kamu tapi bukan dengan cara itu, aku akan membantu kamu dengan cara yang berbeda," ucap Riska dengan lembut sambil tersenyum


Riska pun langsung membawa Dinda ke bagian administrasi dan menyelesaikan seluruh urusan administrasi ibunya Dinda, Dinda hanya bisa terdiam dan merasa sedikit bingung karena Riska benar-benar menyelesaikan segala permasalahan yang ada dengan sangat mudah


Dinda pun baru tersadar bahwa saat itu Riska memiliki penampilan yang benar-benar berbeda dengan Riska yang dulu, Riska yang sekarang terlihat elegan dengan barang-barang branded menghiasi tubuhnya


"Makasih ya Ris, aku ga tau harus berbuat apa kalau kamu ga bantu aku. Aku janji aku pasti bayar uang kamu secepatnya," ucap Dinda dengan bersungguh-sungguh


"Ya ampun Dinda kamu ngapain pikirin itu? kamu tau Din? sampai saat ini aku terkadang masih merasa menyesal karena dulu aku ga menghalangi kamu," ucap Riska penuh penyesalan


Dinda pun langsung memeluk tubuh sahabatnya tersebut


"Kamu ga salah apapun kok Ris, saat itu rasa ego dan amarah aku yang lebih mendominasi. Saat itu aku hanya mencoba membalas perbuatan Alex terhadap aku, tapi maaf karena sampai detik ini aku ga bisa ungkapkan itu semua."


"Apa kamu tau kalau sekarang aku sudah menikah Din?" bisik Riska


Dinda pun langsung melepaskan pelukannya dan menatap serius ke arah sahabatnya tersebut

__ADS_1


"Selamat ya, maaf aku ga bisa datang di hari bahagia kamu." ucap Dinda dengan tulus


Riska pun tersenyum bahagia yang menunjukkan bahwa dirinya benar-benar merasa bahagia dengan kehidupan yang kini dia jalani


"Kamu juga kenal kok sama suami aku"


Dinda pun terdiam sambil mengerutkan keningnya tanda dia menanti sebuah penjelasan dari sahabatnya tersebut


"Kak Julian"


"Kak Julian yang dulu itu? yang teman den Alex?" tanya Dinda bersemangat


Riska pun menjawab dengan anggukkan kepalanya sambil tersenyum


"Dan semua bisa terjadi karena kamu Din"


Dinda pun hanya bisa memasang wajah bingung dengan ucapan sahabatnya tersebut


"Kamu pasti penasaran kan?" tanya Riska sambil tersenyum


"Gini aja, masalah kamu di sini kan sudah selesai. Gimana kalau kamu bayar aku dengan cara kamu temani aku ke suatu tempat malam ini, soalnya malam ini kak Julian pulang agak terlambat hari ini. Sekalian aku bisa cerita ke kamu kenapa aku bisa jadi istri kak Julian"


Jauh di dalam lubuk hati Dinda saat itu dia ingin sekali menolak ajakan Riska karena dia ingin selalu berada di samping sang ibu pada saat itu. Tetapi Dinda juga tak mungkin menolak permintaan tersebut, karena bagaimana pun saat itu Riska telah hadir sebagai sang penyelamat di dalam hidupnya


Dengan berat hati Dinda pun menyetujui permintaan Riska pada saat itu, mereka pun pergi ke sebuah mini bar di mana Riska dan sang suami sering menghabiskan waktu bersama di tempat itu bila mereka sedang merasa bosan


Riska pun memesan sebotol red wine, sedangkan Dinda memilih untuk memesan minuman yang tak mengandung alkohol. Mereka berdua pun mulai banyak cerita tentang kenangan mereka berdua di masa lalu


Sedangkan di seberang sana Alex semakin terbakar api amarah saat mengetahui Dinda berada di tempat seperti itu, Alex pun salah sangka dengan apa yang mereka lakukan di sana. Karena sudah pasti Alex hanya mengetahui percakapan awal mereka


Dengan api amarah yang menggebu-gebu Alex pun bangkit dari bangku kebesarannya dan mulai melangkahkan kakinya menuju ke tempat di mana Dinda berada, sedangkan di tempat yang berbeda Dinda sedang menikmati pertemuan dirinya dan Riska


"Tadi kamu bilang kamu bisa jadi istri kak Julian gara-gara aku"

__ADS_1


Riska pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum


"Kenapa bisa gitu?"


Riska pun tertawa lepas mendengar pertanyaan Dinda pada saat itu dan berhasil membuat Dinda menatap ke arah Riska dengan wajah bingung


"Jadi waktu awal kamu menghilang kak Julian sering cari aku untuk tanya apa ada kabar dari kamu? aku kira awal nya dia cari kamu terus karena masih ada perasaan sama kamu. Waktu itu aku sampai aku sempat ledek dia, tapi ternyata dia cari kamu karena kak Alex"


"Kamu ngomong apa sih Ris?" tanya Dinda sambil mengerutkan keningnya


"Aku ga bohong kok Din"


"Oke aku percaya, tapi kenapa kamu bilang kak Julian ada perasaan sama aku?"


Riska pun langsung menatap serius ke arah Dinda


"Jangan bilang kamu sadar kalau dulu kak Julian sempat suka sama kamu"


Dinda hanya terdiam sambil memasang wajah tak percaya


"Ternyata kamu tipe orang yang ga peka ya Din, masa kamu ga sadar dulu kak Julian sempat suka sama kamu." ucap Riska lalu tertawa


"Astaga Ris, kamu itu lagi ngomongin suami kamu sendiri loh." ucap Dinda sambil memasang wajah malas


Riska pun tertawa geli


"Aku tau kok Din kita lagi ngomongin suami aku, jadi dulu itu kak Julian sempat suka sama kamu tapi dia juga sadar kalau kak Alex suka sama kamu. Makanya di awal kita kuliah dia selalu deketin kamu supaya kak Alex sadar sama perasaan dia sendiri"


"Apa kamu ga ngerasa aneh bahas tentang suami kamu yang punya perasaan sama perempuan lain?"


Riska menggelengkan kepalanya tanpa rasa ragu sama sekali


"Karena kami sekarang sudah saling percaya dan kami berjanji untuk menjaga kepercayaan itu," ucap Riska penuh keyakinan

__ADS_1


"Selamat ya Riska, aku yakin kamu akan menemukan kebahagiaan karena aku tau kamu itu orang baik. Walaupun aku sendiri belum tau apa aku bisa menemukan kata bahagia di dalam hidup aku, tapi aku juga harus berjuang untuk menemukan kata bahagia di dalam hidup aku,"


Kebahagiaan yang Riska rasakan membuat semangat Dinda kembali untuk mencapai kata bahagia, sebuah kata yang selama ini berusaha dia lupakan di dalam kehidupan ini


__ADS_2