Perjuangan Cinta Beda Kasta

Perjuangan Cinta Beda Kasta
Ancaman Dari Melinda


__ADS_3

Dinda benar-benar merasa beruntung bisa memiliki Alex sebagai pendamping hidupnya, dia bahkan sulit untuk percaya dengan semua yang telah Alex lakukan untuk dirinya. Dia sudah benar-benar yakin dengan perasaan yang Alex miliki terhadap dirinya


Tiba-tiba saja Alex teringat saat dia baru saja tiba di kediaman ibu Sari, saat itu dia melihat ada beberapa foto yang berserakan di atas meja. Dan di foto-foto tersebut menunjukkan dengan jelas hubungan antara Alex dan Dinda


"Tapi aku penasaran sama sesuatu sayang"


"Penasaran tentang apa kak?" tanya Dinda dengan serius


"Tadi aku sempat lihat ada foto-foto kita di atas meja"


Dinda pun langsung menatap malas ke arah Alex dan membuat Alex menjadi bingung dengan ekspresi wajah yang Dinda tunjukkan


"Kamu kenapa begitu?"


"Bukannya kamu yang kasih foto-foto itu ke ibu kak?"


"Aku? kenapa kamu bilang aku yang kasih foto-foto itu ke ibu kamu?" tanya Alex sambil membulatkan kedua bola matanya dengan sempurna


Melihat ekspresi yang Alex tunjukkan membuat Dinda menjadi ragu dengan dugaan dia yang sebelumnya


"Bukan kamu yang kasih foto-foto itu ke ibu kak?" tanya Dinda dengan wajah serius


"Bukan aku sayang, mana mungkin aku biarin kamu berada di posisi seperti tadi. Lagian kamu punya pikiran dari mana aku yang kasih foto-foto itu ke ibu kamu?"


"Belakangan ini kamu selalu minta aku untuk kasih tau ke ibu tentang hubungan kita, jadi aku sempat pikir kalau itu ulah kamu kak." ucap Dinda sambil tersenyum canggung


Alex pun memegang kedua pipi Dinda agar pandangan mata mereka dapat saling bertemu


"Dengerin aku baik-baik ya, aku ga akan pernah melakukan apapun yang bisa menyakiti kamu ataupun menyulitkan kamu. Karena aku sudah berjanji di dalam hati aku untuk membuat kamu bahagia," ucap Alex penuh keyakinan

__ADS_1


Dinda pun langsung memeluk tubuh Alex dengan sangat erat


"Terima kasih ya kak, aku benar-benar merasa beruntung memiliki kamu." ucap Dinda dengan tulus


Alex pun membalas pelukan Dinda saat itu


"Terus apa ibu kamu tau siapa yang kirim foto-foto itu sayang?"


"Tadi aku sempat tanya ke ibu kak, tapi ibu bilang dia ga tau siapa pengirim foto-foto itu, ibu bilang tadi pagi ada kurir yang antar paket dan ternyata isinya foto-foto itu"


Alex hanya terdiam dengan wajah serius


"Itu semua terlalu aneh, kalau paket itu di kirim melalui kurir secara otomatis sang pengirim tau dengan pasti kalau ibunya Dinda tinggal di tempat itu. Sebaiknya aku mulai cari tau sebelum masalah yang lebih besar datang menghampiri kami"


Dinda yang menyadari perubahan ekspresi wajah Alex pun merasa sedikit cemas


"Kamu kenapa kak?"


"Aku ga apa kok sayang," ucap Alex dengan lembut


Di tempat yang berbeda Melinda hanya bisa tersenyum sinis membaca pesan yang masuk ke dalam ponselnya, pesan tersebut di kirim oleh orang yang telah dia bayar dan orang tersebut melaporkan kejadian yang dia ketahui. Dia memberitahukan bahwa kini Alex dan Dinda sudah mendapatkan restu dari ibu Sari


"Aku ga menyangka kalau kalian berdua ternyata hebat juga karena kalian bisa menyelesaikan masalah ini dengan mudah, tapi kalian tenang saja karena hadiah yang lebih besar sudah menanti kalian berdua"


Alex berusaha untuk menutupi perasaan khawatir yang sedang dia rasakan, dia hanya tak mau membuat Dinda merasa cemas dengan apa yang ada di dalam pikirannya pada saat itu


Dinda yang ingin kembali ke tempat dia bekerja berakhir dengan di antar oleh supir, Alex sudah menawarkan diri untuk mengantarkan Dinda tetapi Dinda tak ingin memakan waktu Alex yang berharga. Setelah kepergian Dinda Alex pun segera menghubungi seseorang


"Selamat siang pak"

__ADS_1


"Bagaimana cara kamu menjaga rumah itu? kenapa bisa ada paket seperti itu yang sampai ke tangan ibunya Dinda?" tanya Alex penuh penekanan


"Saya mohon maaf pak, tapi ini benar-benar aneh pak. Karena saya yakin tidak ada kurir yang datang mengantarkan paket hari ini." ucap pria di seberang sana dengan yakin


"Apa kamu yakin?"


"Kebetulan saya ikut menjaga pagar depan dari pagi pak, dan saya bisa menjamin bahwa tidak ada seorang pun kurir yang datang mengantarkan paket ke rumah ini"


"Kalau tidak ada kurir yang datang untuk mengirimkan paket itu, berarti salah satu orang di rumah itu yang melakukannya"


"Periksa semua rekaman cctv di rumah itu dengan teliti, saya mau tau secepatnya siapa orang sudah lancang berani memberikan paket itu ke ibu Sari." ucap Alex penuh penekanan


"Baik pak"


Alex pun langsung memutuskan sambungan teleponnya


"Ternyata ada seekor ular yang sedang berusaha untuk mengincar kami, dan harus saya akui kalau kamu termasuk ular yang yang hebat. Karena kamu sudah berhasil menempatkan orang kamu di samping saya," batin Alex sambil tersenyum dingin


Bukan hal yang sulit bagi seorang Alexander Wijaya untuk mengetahui pengkhianat yang berada di dekatnya, dengan cepat dia pun segera menyingkirkan orang tersebut dari sisi ibu Sari. Dan dia pun sudah mengetahui siapa orang yang berdiri di belakang itu semua


"Sepertinya perempuan itu sedang ingin bermain api? bukan hal yang sulit buat aku menghancurkan dia, tapi apa dia punya keberanian sebesar itu sampai dia berani berbuat sejauh ini? atau mungkin dia memegang kartu yang lain?"


Alex memiliki keraguan di dalam hatinya pada saat itu, instingnya sebagai seorang pebisnis membuat dia ragu untuk membalas perbuatan yang telah gadis itu lakukan. Dan di saat itu sebuah pesan masuk ke dalam ponsel Alex dan pesan tersebut berasal dari Melinda


"Bagaimana dengan hadiah yang sudah aku berikan kepada kalian? aku yakin kalian sedang merasa bahagia karena sekarang kalian sudah mendapatkan restu dari ibu itu. Tapi kamu tenang aja sayang karena aku punya hadiah yang lebih besar lagi untuk kalian berdua"


"Ternyata dugaan aku benar!! mana mungkin perempuan itu ga tau kalau aku bisa dengan mudah tau dia adalah dalang di balik ini semua. Tapi apa maksud dia dengan hadiah yang lebih besar?" batin Alex sambil mengeraskan rahangnya


Alex pun mulai memerintahkan orangnya untuk selalu mengawasi pergerakan Melinda mulai saat itu, dia benar-benar tak ingin ada satupun orang yang berani untuk mengganggu hubungan dirinya dan Dinda

__ADS_1


Saat itu Alex belum berani untuk mengambil tindakan apapun kepada Melinda, dia harus tau terlebih dahulu senjata apa yang gadis itu miliki untuk mengancam dirinya


__ADS_2