Perjuangan Cinta Beda Kasta

Perjuangan Cinta Beda Kasta
Menawarkan Kerja Sama


__ADS_3

Malam itu Melinda sedang duduk di hadapan seorang pria yang sudah cukup matang dan terlihat sangat tampan dan orang tersebut bernama Irwan. Irwan adalah sosok pebisnis yang cukup di akui di kota asalnya, dia berada di kota itu untuk membuka cabang yang baru beberapa tahun belakangan ini


Selain tampan sudah pasti Irwan memiliki harta yang berlimpah, kekurangan Irwan hanya satu karena kini dia berstatus seorang duda yang memiliki anak satu. Sang istri sudah pergi menemui sang pencipta saat melahirkan buah hati mereka, dan Irwan adalah laki-laki yang pertama kali menyentuh tubuh Dinda


Melinda tak ingin tinggal diam dan mulai merencanakan sesuatu, baik tekanan dari sang papa ataupun cara Alex memutuskan pertunangan mereka memaksa dia melakukan apapun untuk merebut Alex. Dan dorongan utamanya adalah harga dirinya yang di kalahkan oleh Dinda


"Ada keperluan apa kamu ingin bertemu dengan saya?" tanya Irwan dengan dingin


"Saya ingin menawarkan sebuah kerja sama, dan saya yakin kerja sama ini bisa saling menguntungkan untuk kita berdua." ucap Melinda dengan dengan penuh keyakinan dan senyuman tipis


"Apa yang bisa anda berikan kepada saya?"


"Saya tau bahwa kamu tertarik dengan wanita yang kini berada di samping Alex, saya juga tidak bisa terima bila wanita seperti itu bisa mengalahkan saya." ucap Melinda sambil tersenyum sombong


Irwan pun tertawa kecil dan dalam sekejap tiba-tiba saja ekspresi wajah Irwan berubah menjadi serius, dan aura yang dia keluarkan saat itu benar-benar sangat mengintimidasi


"Saya rasa kamu salah paham, saya memang tertarik dengan perempuan itu tapi saya tidak mau melakukan hal kotor untuk mendapatkan perempuan itu. Saya hanya mau perempuan itu bahagia dan tetap menghargai keputusan dia," ucap Irwan di dengan tegas


Irwan pun mulai bangkit dari duduknya


"Saya rasa urusan di antara kita sudah selesai dan sebaiknya kita sudahi pertemuan kita ini"


Melihat hal tersebut Melinda pun langsung menampilkan senyuman yang terlihat sombong


"Kamu bilang kamu mau perempuan itu bahagia? apa kamu kira dia akan berakhir bahagia bila berada di samping Alex?"


Mendengar hal tersebut Irwan pun langsung menatap ke arah Melinda dengan tatapan mata yang tajam


"Apa maksud ucapan kamu?"

__ADS_1


Melinda pun tersenyum dengan sombongnya dan mulai mengeluarkan sebuah amplop coklat dari dalam tasnya, Melinda mendorong amplop tersebut hingga berada tepat di hadapan Irwan


"Di dalam situ ada bukti-bukti yang menyatakan bahwa orang tua Alex adalah otak dari kecelakaan yang menimpa orang tua perempuan itu," ucap Melinda dengan penuh keyakinan


Irwan pun hanya bisa terdiam dan menatap Melinda semakin tajam


"Sial!! akhirnya aku kecolongan!! ternyata kecurigaan aku saat itu kini terbukti, pasti dia mendapatkan itu semua dari orang itu" batin Irwan


"Jadi apa kamu masih berpikir perempuan itu akan berakhir bahagia bila dia berada di samping Alex?" tanya Melinda sambil tersenyum tipis


Irwan berusaha untuk tetap terlihat tenang di hadapan Melinda pada saat itu, dia tak ingin berbuat sesuatu yang gegabah dan akan menyerang balik ke arah Dinda


"Saya tidak akan memaksa kamu untuk bergabung di kerja sama ini, tapi kalau kamu tertarik dengan ucapan saya sebaiknya kamu kembali duduk." ucap Melinda dengan penuh penekanan


Saat itu Melinda berniat mengajak Irwan untuk bekerja sama karena dia ingin Dinda menghilang untuk selamanya dari hadapan Alex, dia hanya tak ingin kejadian yang sebelumnya bisa terulang kembali


Irwan pun mendudukkan kembali tubuhnya dengan wajah tak bersahabat, saat itu Melinda bisa tertawa di dalam hatinya karena rencana yang akan dia lakukan sudah selangkah lebih maju. Tanpa menunda waktu Irwan langsung membuka amplop coklat tersebut dan melihat semua yang berada di dalam sana


"Dari mana kamu dapatkan semua ini?"


Melinda pun hanya terdiam sambil tersenyum dengan sombongnya


"Lalu apa yang kamu mau dari saya?"


"Saya akan menggunakan itu untuk memisahkan mereka, dan di tengah kekacauan itu saya mau kamu membawa perempuan itu sejauh mungkin dari Alex." ucap Melinda dengan serius


Irwan hanya diam dengan wajah dingin


"Bagaimana? saya rasa kerja sama yang saya tawarkan tidak merugikan kamu sama sekali, baik kamu maupun saya bisa mendapatkan apa yang kita mau"

__ADS_1


"Kenapa kamu pikir saya mau mengikuti kemauan kamu?" tanya Irwan sambil tersenyum dingin


Lagi-lagi Melinda menampilkan senyuman sombongnya


"Karena kamu dan saya sama-sama berasal dari lingkungan yang sama, jadi bukan hal yang sulit bagi kita jika ingin mengetahui sesuatu. Saya tau dengan pasti alasan kamu tertarik dengan wanita itu, jadi saya rasa kamu ga akan tinggal diam dengan semua ini." ucap Melinda dengan santai


Irwan pun hanya membalas dengan senyuman tipis, tanpa menunda waktu Irwan langsung bangkit dari duduknya dan merapikan pakaian yang dia gunakan


"Saya harus memikirkan baik-baik tawaran dari kamu, saya belum bisa memberikan keputusan apapun untuk saat ini. Dan sebaiknya saya pamit undur diri"


Irwan memilih untuk langsung meninggalkan Melinda begitu saja, sedangkan Melinda dapat tersenyum puas karena dia yakin laki-laki itu pasti tidak akan tinggal diam. Irwan yang sudah berada di dalam mobilnya pun segera menghubungi seseorang


"Selamat siang pak"


"Bagaimana apa orang itu sudah ketemu?"


"Mohon maaf pak, semenjak kejadian itu orang itu tidak pernah menampakkan batang hidungnya pak"


"Kurang ajar!! apa yang harus aku lakukan untuk membantu anak itu?"


"Terus awasi semua tempat yang biasa dia datangi selama ini, jangan biarkan dia lolos saat dia terlihat." ucap Irwan penuh penekanan


"Baik pak"


Ternyata di malam itu orang selalu mengawasi Melinda di sebuah club adalah Irwan, dia memperhatikan Melinda karena dia sudah dengan pasti bahwa gadis itu baru saja gagal bertunangan dengan Alex


Saat ada seorang pria mendekati Melinda sudah pasti Irwan langsung memanggil asisten pribadinya untuk mendekat ke arah mereka, dan mendengarkan semua percakapan mereka


Sang asisten terus mengikuti mereka hingga mereka berpindah ke sebuah hotel dan menghabiskan malam panjang mereka di tempat tersebut, sang asisten pribadi bahkan terus menanti mereka di hotel tersebut tetapi entah bagaimana caranya dia kehilangan jejak laki-laki tersebut

__ADS_1


Semenjak hari itu laki-laki tersebut bagaikan menghilang di telan bumi tanpa ada yang mengetahui keberadaannya, dan akhirnya kini Irwan bisa mengetahui apa yang di berikan laki-laki tersebut kepada Melinda


__ADS_2