
Alex pun membawa Dinda pergi meninggalkan area pemakaman kedua orang tuanya, Alex melajukan mobilnya tanpa memberitahukan tujuan mereka yang selanjutnya. Dinda sudah mencoba bertanya beberapa kali tetapi Alex hanya membalas dengan senyuman
Hingga mereka akhirnya memasuki area pemakaman yang lain dan Dinda hanya bisa menatap ke arah Alex dengan tatapan mata haru
"Kak ini kan..."
Alex hanya menjawab dengan anggukan kepalanya dan senyuman hangat
"Dari mana kamu tau kalau bapak aku di makamkan di sini kak?"
"Aku sudah pernah datang ke sini satu kali"
Dinda pun menatap ke arah Alex dengan tatapan mata tak percaya
"Kapan kak?"
"Sebelum aku menikahi kamu, paling ga aku harus minta ijin bapak kamu dulu dong." ucap Alex sambil tersenyum
"Ayo turun"
Mereka pun mulai melangkahkan kakinya ke arah makam ayah Dinda, Alex memang pernah datang ke tempat itu untuk meminta ijin menikahi Dinda. Tapi saat itu dia tak berjanji untuk membuat Dinda bahagia di hadapan makam ayah Dinda
Dan saat ini Alex datang dengan niat yang berbeda, di hadapan makam ayah Dinda dia memohon maaf atas kesalahan kedua orang tuanya. Dan dia berjanji akan membuat Dinda bahagia untuk selamanya
Cukup lama mereka berada di tempat itu dan saling mencurahkan isi hati mereka masing-masing, setelah merasa cukup puas Alex pun menatap ke arah Dinda dengan tatapan mata yang lembut
"Kita pergi yuk"
Dinda pun membalas dengan senyuman hangat, Alex langsung menggenggam tangan Dinda dan keluar dari area pemakaman tersebut. Dan kembali ke mobil Alex
"Apa rencana kita selanjutnya kak?" tanya Dinda sambil tersenyum
"Besok kan kita libur jadi aku mau bawa kamu ke suatu tempat"
"Ke mana kak?" tanya Dinda dengan wajah penasaran
"Rahasia..." ucap Alex sambil tersenyum
Alex mulai melajukan mobilnya ke arah yang berbeda dengan kediaman mereka saat itu, Dinda merasa perjalanan tersebut semakin menjauh dari pusat ibu kota
"Kita sebenarnya mau ke mana sih kak?"
__ADS_1
Alex hanya melihat sekilas ke arah Dinda dan memberikan sebuah senyuman yang hangat, Dinda pun memilih untuk tidak memaksa Alex mengatakan tujuan mereka pada saat itu. Alex ternyata membawa Dinda ke sebuah villa miliknya yang berada di pinggiran kota
Suasana dan udara di tempat itu benar-benar sangat jauh berbeda dengan keadaan kota, baik suasana maupun udara di tempat itu benar-benar bisa membuat hati terasa tenang. Alex pun membawa Dinda masuk ke dalam villa tersebut
Alex membawa Dinda ke kamar utama di tempat itu dan Dinda pun mulai melangkahkan kakinya ke arah balkon yang berada di dalam kamar tersebut, dari balkon kamar tersebut mereka bisa melihat pemandangan alam yang tersaji tempat itu
Dinda pun benar-benar bisa merasakan ketenangan hatinya di tempat itu, lalu tiba-tiba saja Alex memeluk tubuh Dinda dari belakang dan mencium ujung kepala Dinda dengan lembut
"Kamu suka tempat ini?"
"Rasanya benar-benar damai berada di sini kak," ucap Dinda sambil tersenyum
"Aku akan selalu berusaha untuk membuat kamu tersenyum seperti ini Din, aku akan melakukan apapun yang bisa membuat kamu merasa bahagia" batin Alex lalu mencium ujung kepala Dinda dengan lembut
Dinda pun mendongakkan kepalanya agar pandangan mata mereka dapat saling bertemu
"Apa ini bulan madu kita kak?"
Alex pun langsung mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan Dinda saat itu
"Kenapa kamu bilang gitu sayang?"
"Ya biasanya kan kalau orang baru nikah pasti mereka pergi bulan madu, tapi dari awal kita nikah cuma ada perang dunia belum ada yang namanya bulan madu." ucap Dinda sambil tersenyum tipis
"Ga lah sayang ini bukan bulan madu kita, aku pasti akan merencanakan bulan madu yang sempurna untuk kamu. Aku ajak kamu ke sini cuma untuk menenangkan hati kita aja kok," ucap Alex dengan lembut
Dinda pun membalas pelukan hangat Alex dengan senyuman kebahagiaan
"Aku benar-benar beruntung bisa memiliki kamu sebagai suami aku kak"
Alex pun semakin mengeratkan pelukannya
"Kamu salah Din, aku yang merasa sangat beruntung memiliki kamu sebagai istri aku"
Setelah makan malam Alex pun mengajak Dinda untuk duduk di teras depan villa tersebut, menikmati udara yang masih bersih sambil meminum secangkir teh hangat
"Gimana kalau setelah kita pulang dari sini aku ketemu ibu kamu Din?"
Ucapan Alex membuat Dinda langsung membulatkan kedua bola matanya karena rasa terkejut
"Buat apa kamu mau ketemu sama ibu aku kak?"
__ADS_1
"Aku berencana untuk meresmikan hubungan kita sayang, aku mau seluruh dunia tau kalau adalah istri aku. Dan sebelum aku lakukan itu semua aku harus mendapatkan restu dari ibu kamu dulu dong," ucap Alex dengan bersungguh-sungguh
Dinda tak tau harus merasa bahagia atau bersedih mendengar ucapan Alex pada saat itu, di satu sisi itu adalah impian terbesar di dalam hidupnya tapi di satu sisi yang lain dia belum mempunyai keberanian untuk mengungkap hubungan dirinya dan Alex di hadapan sang ibu
FLASH BACK
Hari itu Dinda seperti tak mempunyai kekuatan sama sekali di dalam tubuhnya, sang ibu hanya bisa memeluk tubuhnya dengan erat yang sedang menangis dengan hebat
"Dinda minta maaf ya bu, seandainya saja Dinda ga memiliki hubungan dengan den Alex pasti bapak masih ada di sini bersama kita bu." ucap Dinda lirih
"Kita harus kuat ya nak, ini semua sudah tertulis di garis tangan kita. Sang Pencipta sedang mengingat kita sehingga dia memberikan kita cobaan," ucap sang ibu dengan lembut
Dinda pun menatap sang ibu dengan air mata yang semakin deras
"Kita pasti bisa melewati ini semua nak, bapak juga pasti selalu menjaga kita dari atas sana. Sekarang kita harus kuat supaya bapak bisa tenang di sana"
Dinda pun memeluk tubuh ibunya dengan erat
"Kamu harus belajar dari ini ya Din, jangan pernah lupa pesan bapak sama kamu. Sejujurnya ibu juga berpendapat sama dengan bapak kamu Din, untuk ke depannya carilah seseorang yang sama derajatnya dengan kita Din"
Dinda hanya menangis dengan hebatnya mengingat semua yang telah terjadi, dan sang ibu hanya bisa memeluk tubuh Dinda dengan semakin erat
FLASH OFF
Dengan mudah Alex mengetahui bila Dinda saat itu sedang memikirkan sesuatu
"Kamu lagi mikirin apa sayang?" tanya Alex dengan lembut
"Boleh ga kalau kita tahan dulu rencana kamu yang satu itu kak?" tanya Dinda dengan wajah bingung
"Kenapa Din? apa kamu ga mau seluruh dunia tau kalau kamu itu istri aku?" tanya Alex dengan serius
"Perempuan mana pun akan selalu berharap mendapatkan sebuah pengakuan kak," ucap Dinda dengan lembut
"Terus kenapa kamu malam minta itu dari aku? kenapa kamu mau aku tunda rencana aku?"
"Karena aku harus sampaikan masalah ini pelan-pelan ke ibu kak"
Dinda pun memberitahukan permintaan sang ibu kepada dirinya
"Tapi Din..."
__ADS_1
"Tolong kasih aku sedikit waktu ya kak," ucap Dinda dengan lembut
Dengan berat hati Alex terpaksa mengikuti keinginan Dinda yang satu ini