
Saat mereka kembali ke pusat kota Alex langsung memeriksa keadaan Dinda dan dia bisa bernafas lega mendengar penjelasan dari sang dokter, dokter tersebut mengatakan bahwa apa yang Dinda konsumsi tidak mempengaruhi kandungan Dinda. Dokter tersebut memberikan Dinda vitamin untuk Dinda konsumsi untuk penyubur kandungan
Keadaan ibu Sari ibu semakin lama semakin membaik, karena dia selalu mendapatkan segala perawatan terbaik yang ada. Tetapi entah mengapa jauh di dalam lubuk hati ibu Sari selalu merasa aneh dengan semua yang dia dapatkan pada saat itu
Semua yang dia dapatkan benar-benar terlalu mencurigakan bagi ibu Sari, bukan hanya ada dua orang suster yang selalu membantu dirinya masih ada rumah yang terlalu mewah bagi dirinya. Dan ada beberapa orang pria yang kekar seolah menjaga rumah tersebut dengan baik
Semua itu menjadi beban tersendiri di dalam hati ibu Sari, dia benar-benar tak bisa mempercayai semua penjelasan yang Dinda katakan begitu saja
"Sebenarnya apa sudah kamu lakukan di luar sana Din? ibu akan selalu berdoa agar kamu di luar sana tidak melakukan sesuatu yang berlebihan Din, ibu cuma mau melihat kamu bahagia"
Belakangan ini Dinda pun lebih sering mengunjungi sang ibu, walaupun dia tak pernah tinggal lama di samping sang ibu dan segera melarikan diri dengan alasan pekerjaan. Hal tersebut dia lakukan untuk menghindari percakapan yang akan mengarah ke bagian berbahaya
Dinda juga sudah beberapa kali mencoba membuka percakapan tentang pasangan hidup, dan lagi-lagi sang ibu selalu mengingatkan Dinda tentang mencari pasangan hidup. Dan hal tersebut membuat Dinda selalu mengurungkan niatnya untuk membuka hubungan dirinya dan Alex
Dan Alex hanya bisa pasrah menunggu waktu yang tepat untuk mengatakan tentang hubungan mereka, dia berusaha untuk mengerti posisi Dinda dan sang ibu
Di saat Alex dan Dinda di pusingkan oleh masalah mereka, Irwan sedang memikirkan tentang tindakan Melinda
"Aku yakin cepat atau lambat perempuan itu akan melakukan sesuatu, bagaimana pun juga saat ini dia sudah memiliki kartu as di tangannya. Untuk saat ini aku ga boleh bertindak gegabah, aku harus bisa bersikap tenang untuk membantu anak itu"
Melinda memang tidak pernah menghubungi Irwan setelah pertemuan mereka, dia hanya pernah sekali mengirimkan Irwan sebuah pesan yang mengatakan bahwa dia akan mengabarkan Irwan saat dia akan mulai bertindak
Malam itu seperti biasa Alex kembali ke kediaman yang mereka pilih setelah dia selesai bekerja, dan sudah menjadi kewajiban Alex mencium kening Dinda saat dia melihat wajah cantik istrinya
Alex pun segera berganti pakaian dan menghampiri sang istri yang sedang menyiapkan makan malam untuk mereka, mereka pun menyantap makan malam tersebut bersama. Di tengah makan malam tersebut tiba-tiba saja Alex menatap ke arah Dinda dengan serius
"Nanti selesai makan kamu ikut aku ke ruang kerja aku ya"
"Mau apa kak?"
"Aku mau minta tanda tangan kamu"
__ADS_1
"Tanda tangan aku untuk apa kak?" tanya Dinda sambil mengerutkan keningnya
"Aku cuma mau mendaftarkan pernikahan secara resmi aja kok"
Saat itu Alex hanya sedang menyediakan sebuah rencana yang besar bagi Dinda, dia tak ingin Dinda menghadapi masalah hidup di kemudian hari apapun yang akan terjadi dengan hubungan mereka nantinya
Di saat Alex sedang mempersiapkan segala sesuatu untuk Dinda dengan baik, di tempat yang berbeda Melinda sedang melihat bukti-bukti tentang kesalahan orang tua Alex di masa lalu
"Aku akan menghancurkan kebahagiaan kalian sedikit demi sedikit, sampai kalian bisa merasakan sakit hati yang aku rasakan"
FLASH BACK
Malam itu Melinda yang merasa hatinya sedang kacau memilih untuk melarikan diri ke sebuah club, dan tanpa Melinda sadari bahwa ada sepasang mata yang terus memperhatikan dirinya sedari tadi
Saat malam semakin larut ada seorang pria mulai mendekati Melinda
"Apa pantas seorang Melinda yang hebat terlihat seperti ini?"
"Apa kamu tau alasan aku bisa sampai terlihat seperti ini?" tanya Melinda sambil tersenyum getir
"Aku rasa ada dua alasan yang bisa menyebabkan seorang Melinda yang hebat bisa terlihat sampai seperti ini," ucap pria tersebut dengan santai
Melinda pun langsung menatap ke arah pria tersebut dengan tajam, seolah dia sedang menanti lanjutan yang pasti dari ucapan pria tersebut
"Pertama karena kamu merasa harga diri kamu hancur kan?" ucap pria tersebut dengan santai
Melinda pun hanya bisa tersenyum karena jawaban pria tersebut benar adanya
"Ya pasti harga diri kamu hancur, karena Melinda yang hebat bisa di kalahkan dengan seorang gadis biasa"
"Yang kedua?" tanya Melinda sambil melirik sekilas ke arah pria tersebut
__ADS_1
"Yang kedua karena orang-orang dari kalangan seperti kalian tidak bisa menerima sebuah kekalahan, pasti kamu sekarang mendapatkan tekanan dari keluarga kamu"
Melinda pun menenggak minuman yang tersedia di dalam gelas hingga tak tersisa, dan wajah Melinda pun menampilkan kemarahan pada saat itu
"Perempuan itu benar-benar ga tau diri!! aku bahkan sudah berbaik hati dan menawarkan dia uang supaya dia melepaskan Alex dan pergi dengan tenang." ucap Melinda dengan sombongnya
Tiba-tiba saja pria tersebut tertawa lepas dan membuat Melinda langsung menatap ke arah dirinya dengan tajam
"Apa yang membuat kamu tertawa?"
"Karena kamu sudah salah langkah," ucap pria tersebut dengan santai
'Maksud kamu?" tanya Melinda sambil menatap serius
"Apa kamu kira karena kami orang ga punya maka uang akan menjadi segalanya bagi kami? kamu salah besar, gadis itu benar-benar mencintai Alex. Wajar aja kalau dia menolak tawaran kamu"
Melinda yang tak suka mendengar ucapan pria tersebut memilih untuk menuang kembali minuman ke dalam gelasnya dan langsung menghabiskan minuman tersebut
"Tapi dengan adanya perempuan itu aku di anggap telah gagal di mata keluarga besar aku," ucap Melinda dengan lirih
"Memisahkan orang yang saling mencintai bukan dengan uang, dan kalau kamu mau aku bisa membantu kamu." ucap pria tersebut dengan penuh keyakinan
Melinda menatap ke arah pria tersebut dengan sejuta perasaan curiga, karena dia tau dengan pasti bahwa pria yang kini berada di hadapannya adalah pria yang selama ini mencintai dirinya. Melinda pun menampilkan senyuman sombong dari bibirnya
"Apa yang bisa di lakukan orang biasa seperti kamu?"
Pria tersebut menatap ke arah Melinda sambil tersenyum tipis
"Aku bisa membuat kedua orang itu berpisah dengan mudah, sesuatu yang bahkan kamu dan keluarga besar kamu yang hebat itu tak bisa lakukan." ucap pria tersebut dengan penuh keyakinan
FLASH OFF
__ADS_1