Perjuangan Cinta Beda Kasta

Perjuangan Cinta Beda Kasta
Menggali Kuburan Sendiri


__ADS_3

Malam itu Alexa sudah mempersiapkan hatinya apapun yang akan terjadi, dengan menggunakan gaun berwarna merah maroon yang sudah dia rancang sendiri dia menghadiri acara tersebut


Gaun yang Alexa gunakan saat itu benar-benar membuat dia bisa menunjukkan lekuk tubuhnya dengan sempurna, gaun tersebut berlengan panjang tetapi sedikit terbuka di bagian belakang hingga bisa menunjukkan punggung mulus Alexa dengan bebas


Acara tersebut di adakan di sebuah ballroom sebuah hotel, bagaimana pun juga anak yang berhasil menempuh pendidikan di tempat Alexa bersekolah di saat SMA adalah anak dari orang-orang penting di kota itu


Alexa yang baru saja tiba di tempat itu di sambut secara langsung oleh Maria yang sengaja menunggu kehadirannya di tempat itu, Maria langsung mengaitkan tangannya ke lengan sang suaminya sambil tersenyum


Maria seolah sedang menunjukkan kepada Alexa kehidupan dia yang sempurna dan secara tidak langsung dia sedang mengejek Alexa yang hadir di acara tersebut seorang diri


"Ya ampun nih Mak lampir kenapa dendam banget sih sama aku? apa aku punya hutang sama dia di kehidupan yang lalu?" gerutu Alexa di dalam hatinya


Alexa memberikan senyuman tipis di bibirnya untuk menunjukkan bahwa dirinya tidak semudah itu untuk di tindas, dengan langkah kaki yang pasti Alexa pun mulai menghampiri Maria


"Kamu sudah datang Alexa?" tanya Maria dengan senyuman penuh arti


"Kenapa aku ngerasa dia lagi merencanakan sesuatu ya?" batin Alexa sambil memaksakan dirinya untuk tersenyum


"Iya"


"Aku sengaja tunggu kamu di sini, masuk yuk. Ada yang mau aku kenalin sama kamu"


"Aku?" tanya Alexa sambil mengerutkan keningnya


Maria menganggukkan kepalanya


"Ada sepupu aku datang bareng suaminya, nanti mereka duduk di meja bareng kita aja ya. Walaupun kita beda alumni sama dia, kita kan masih lulusan sekolah yang sama. Ga masalah kan?"


Alexa hanya bisa menjawab dengan anggukan kepalanya, tapi entah mengapa hatinya merasa sedikit tak tenang melihat senyuman Maria. Senyuman yang Maria tampilkan saat itu terlihat sedang menyiapkan sebuah rencana besar untuknya


Mereka mulai memasuki gedung tersebut dan Maria mulai menunjukkan di mana letak meja mereka, Alexa seperti kehilangan seluruh kekuatan yang dia punya saat menyadari bahwa asisten pribadi Alex juga berada di meja yang sama dengan mereka

__ADS_1


Saat itu Alexa melihat asisten pribadi Alex tak berani menatap ke arah dirinya, dan Alexa pun akhirnya bisa menyadari permainan yang sedang di lakukan oleh Maria menuju ke arah mana


"Apa ini yang namanya menggali kuburan untuk diri sendiri?" batin Alexa


"Ini sepupu aku namanya Diandra dan itu suaminya, kamu kenal suaminya kan?"


Alexa hanya bisa terdiam dan menatap ke arah Maria dengan lekat, tetapi tiba-tiba saja sesuatu yang tak terduga pun terjadi karena tiba-tiba saja ada sepasang tangan yang kekar memakaikan jas miliknya ke tubuh Alexa. Jas tersebut seperti berfungsi untuk menutupi punggung Alexa yang terpampang dengan bebas


"Kenapa sih kamu ga pernah sabar jadi orang?" tanya pria tersebut dengan lembut


Alexa pun menatap ke arah pria tersebut yang ternyata adalah Irwan yang sedang tersenyum hangat kepada dirinya


"Kamu kenapa ada di sini?" tanya Alexa dengan wajah bingung


"Kalau aku ga datang lagi seperti tahun sebelumnya nanti kamu marah lagi, lagian aku juga ga mau kamu benar-benar cari laki-laki lain supaya pura-pura jadi aku." ucap Irwan dengan lembut


Semua yang ada di tempat itu hanya bisa terdiam mendengar ucapan Irwan, jangankan mereka Alexa sendiri pun sampai tak tau harus berbuat apa. Hanya Maria yang menatap ke arah Irwan dengan lekat


"Meja kita di mana sayang?" tanya Irwan dengan lembut


"Meja kita di sini," jawab Maria dengan cepat


Maria tak ingin membiarkan kesempatan yang ada untuk mempermalukan Alexa akan menghilang begitu saja, mereka mulai mendudukkan tubuhnya dan memulai untuk berbincang ringan


Saat itu wajah asisten pribadi Alex tampak pucat pasi dan laki-laki tersebut hanya bisa menundukkan kepalanya, dia memang belum banyak mengetahui tentang Alexa karena dia baru bekerja untuk Alex. Dan kini dia sudah melakukan sebuah kesalahan besar dan pasti tak akan lepas dari masalah tersebut begitu saja


"Bodoh!! lagian kenapa aku pake bilang sama istri aku tentang permintaan pak Alex sih? sekarang posisi aku yang serba salah," batin Reyhan


Maria mulai menunjukkan ini dan itu tentang kehebatan sang suami dengan sombongnya, Alexa sebenarnya sudah mulai merasa muak dengan kesombongan perempuan itu selama ini. Tetapi lain hal dengan Irwan dia hanya diam dan terus membaca keadaan yang ada


Tak lama dari itu Julian bersama sang istri tiba di tempat itu, dia yang melihat Alexa berada di tempat itu langsung menghampiri Alexa. Julian yang melihat Irwan juga berada di sana memberikan senyuman ramah begitu juga dengan Irwan

__ADS_1


Sedangkan asisten pribadi Alex langsung memberikan salam kepada Julian karena mengetahui hubungan antara Julian dan Alex, setelah berbincang ringan Julian pun langsung menatap ke arah Alexa


"Gabung di meja kami aja, kan Alex juga ga mungkin datang malam ini"


Saat itu Alexa melihat sekilas ke arah Maria yang sedang menatap ke arah dirinya dengan lekat


"Aku di sini aja bareng teman-teman sekelas aku kak"


"Oh ya udah.. Kak Julian di sana ya," ucap Julian sambil menunjuk ke arah meja mereka


"Ya kak"


Julian dari istrinya pun meninggalkan meja tersebut dan Maria langsung menatap ke arah Irwan


"Oh ya, tadi siapa nama kamu?" tanya Maria dengan senyuman sombong


"Saya Irwan"


"Saya beberapa kali menemani suami saya menghadiri acara penting di kota ini karena suami saya seorang pengusaha, tapi kok saya ga pernah lihat kamu ya sebelumnya?"


"Mungkin karena saya memang tidak menetap di kota ini, jadi secara otomatis kita jarang bertemu"


Maria pun tersenyum penuh arti


"Aku yakin itu cuma alasan yang dia buat-buat, pasti dia berasal dari kalangan orang biasa sama seperti istri dari kembaran Alexa. Dia cuma ga mau mengakui status dia yang sebenernya," batin Maria


"Kalau saya boleh tau usaha kamu bergerak di bidang apa?"


"Transportasi," jawab Irwan dengan santai


Entah apa yang ada di dalam pikiran Maria pada saat itu, dia terlihat menampilkan sebuah senyuman yang terlihat merendahkan. Dia sangat yakin bahwa Irwan berasal dari kalangan keluarga biasa, sikap Julian terhadap Irwan membuat dia semakin yakin dengan penilaiannya pada saat itu

__ADS_1


__ADS_2