
Alex menatap ke arah Irwan dengan tatapan mata yang bersahabat, bagaimana pun juga dia tak akan bisa menyelesaikan semua masalah yang hadir bila tanpa bantuan dari seorang Julian
"Terima kasih ya," ucap Alex dengan tulus
"Saya melakukan ini semua bukan untu kamu, kalau kamu berani menyakiti perasaan dia di kemudian hari. Saya berjanji akan membawa dia pergi dari samping kamu," ucap Irwan dengan tegas
Alex hanya membalas dengan sebuah senyuman
"Sampai kapanpun kamu ga akan pernah memiliki kesempatan itu, karena hidup saya hanya untuk membuat dia bahagia." batin Alex
Alex dan yang lainnya kembali ke tempat acara sedang berlangsung dan Alex mendudukkan tubuhnya kembali di samping Dinda, sedangkan Irwan ikut bergabung di meja Julian. Acara tersebut terus berlangsung tanpa ada hambatan yang berarti
Di tempat yang berbeda Melinda bersama keluarga besarnya baru saja tiba di kediaman mereka, sang papa langsung meminta Melinda mengikuti dirinya ke ruang kerjanya
"Apa ini semua Mel?"
Melinda hanya bisa terdiam sambil menundukkan kepalanya
"Kenapa kamu selalu gagal melakukan yang papa perintahkan Mel? dan sekarang keluarga kita hancur karena di tangan kamu Mel," ucap sang papa penuh penekanan
Entah apa yang ada di dalam pikiran Melinda pada saat itu, tetapi satu yang pasti hati gadis tersebut sudah mulai merasa lelah dengan semua penekanan dari sang papa. Dia pun mulai menatap sang papa dengan tajam
"Dasar anak ga tau diri!! kamu berani bersikap seperti itu di depan orang tua kamu sendiri!!" teriak sang papa
"Dari awal aku sudah minta papa hentikan semua ini, tapi ambisi papa yang terlalu besar memaksa aku harus melakukan semua ini. Tapi kenapa sekarang semua kesalahan ada di Imel pah?" ucap Melinda dengan mata yang mulai berkaca-kaca
Bukannya merasa iba melihat keadaan Melinda yang sudah seperti sang papa semakin murka dan menghadiahkan sebuah tamparan yang cukup keras di pipi gadis tersebut
"Kamu benar-benar anak yang mengecewakan bagi papa!!"
__ADS_1
Melinda hanya terdiam sambil memegang pipinya yang masih terasa sakit karena ulah sang papa, gadis tersebut langsung bangkit dari duduknya dan menundukkan sedikit kepalanya lalu meninggalkan sang papa begitu saja
Sekuat apapun sang papa berteriak meminta Melinda untuk kembali gadis tersebut mengabaikan itu semua, gadis tersebut segera menuju ke arah kamarnya dan mengganti pakaian yang sedang dia gunakan lalu meninggalkan rumah tersebut
"Kurang ajar!! sekali ini perbuatan kamu sudah keterlaluan Alex, saat ini mungkin kamu sedang merasa bahagia di sana. Tapi sebentar lagi semua keadaan yang ada akan berubah total!!"
Melinda segera menuju ke arah kantor di mana dia pernah menyimpan ke sebuah file berkas-berkas yang Alex butuhkan, tetapi semua data yang dia butuhkan seolah menghilang begitu saja. Dia tak bisa menyalahkan siapapun karena dia yakin itu semua karena perbuatan Alex
"Pasti mereka yang sudah mengambil bukti-bukti itu, ga aku ga bisa kalah begitu saja!! Dia.. Ya dia pasti pasti masih menyimpan sesuatu"
Melinda pun segara meninggalkan tempat itu dengan amarah yang tak bisa bendung lagi, Melinda yang sudah merasa gelap mata merasa harus melakukan apapun untuk membalas semua perbuatan Alex
Melinda bergegas menuju ke tempat di mana dia selama ini menyembunyikan laki-laki yang memberikan bukti-bukti tersebut, dia hanya berharap kalau laki-laki tersebut masih memiliki sesuatu untuk dia jadikan sebagai senjata
Sesampainya dia di sana dia tak bisa menemukan keberadaan pria tersebut, bahkan keadaan tempat tersebut sudah terlihat berantakan tak karuan
Melinda tak mau berhenti begitu saja dia mencoba mencari di mana keberadaan bukti-bukti tersebut, tetapi sekuat apapun dia mencoba dia tak bisa menemukan apapun di tempat itu. Semua yang dia butuhkan sudah menghilang karena ulah Alex dan Irwan
"Akh!! kalian semua benar-benar kurang ajar!!" teriak Melinda lalu terduduk lemas
"Apa ini artinya aku di kalahkan untuk kedua kalinya sama perempuan itu? dan bodohnya aku ikut jatuh di permainan yang sudah mereka rencanakan"
Pembalasan yang Alex lakukan saat itu benar-benar di luar dugaan dan akan menjadi sebuah pembalasan yang sangat menyakitkan bagi harga diri Melinda juga keluarga besarnya
Waktu terus berlalu kini di gedung tersebut sudah mulai terlihat sepi, karena para undangan yang hadir di tempat itu sudah mulai membubarkan diri. Alex dan Dinda pun sudah mengganti pakaian yang mereka gunakan
Semua berkumpul untuk beristirahat sejenak, tetapi ibu Sari sudah pulang lebih dulu karena terlihat lelah. Alexa pun langsung melepaskan tatapan membunuhnya kepada Alex
"Kak Alex jahat banget sih!!"
__ADS_1
Semua mata pun langsung tertuju ke arah Alexa pada saat itu
"Kenapa lagi? tadi kamu udah pukul kak Alex loh!!"
"Kenapa kak Alex ga bilang kalau pengantin perempuan hari ini itu Dinda? seharusnya aku yang merancang gaun untuk hari penting Dinda, aku kan udah pernah janji sama Dinda!!"
Semua orang yang berada di tempat itu termasuk Irwan hanya bisa tersenyum melihat tingkah Alexa saat itu
"Kan kamu sendiri yang ga mau dengar cerita kak Alex sampai selesai, coba kamu ingat-ingat dulu. Siapa yang kemarin langsung mengusir kak Alex keluar dari ruang kerjanya?"
Semua orang yang berada di sana langsung tertawa geli melihat tingkah Alexa yang langsung memasang wajah cemberut sambil mengerucutkan bibirnya, berbeda dengan Irwan yang saat itu tersenyum tipis melihat sikap Alexa
Semua sikap yang Alexa tunjukkan mengingatkan dirinya akan putri kecilnya saat sedang merajuk, tiba-tiba saja Irwan meletakkan tangannya di pipi Alexa sambil tersenyum hangat
"Yang terpenting itu bukan gaun yang Dinda gunakan hari ini, yang terpenting itu Dinda bisa mencapai kebahagiaan dia." ucap Irwan dengan lembut
Saat itu Irwan hanya berbuat tanpa sadar tetapi sontak saja hal tersebut membuat semua mata langsung tertuju ke arah dirinya, Alexa pun menatap ke arah Irwan sambil mengerutkan keningnya
"Kamu siapa?" tanya Alexa dengan polosnya
Irwan yang tersadar pun langsung menarik tangannya dari pipi Alexa dan memasang wajah bingung untuk menjelaskan siapa dirinya yang sebenarnya, Alex yang menyadari bahwa Irwan berada di posisi yang sulit pun langsung membuka suara
"Dia laki-laki yang mau kak Alex jodohkan sama kamu," ucap Alex dengan entengnya
Alexa spontan langsung membulatkan kedua bola matanya dengan sempurna mendengar ucapan dari Alex, dia menatap ke arah irwan yang saat itu hanya bisa tersenyum canggung mendengar alasan yang Alex berikan
"Kenapa dia harus senyum terpaksa begitu? apa dia di terpaksa jadi calon suami aku? lagian juga apa dia pikir aku mau sama dia? kenal aja ga!!"
Alexa punya pemikiran sendiri atas senyuman yang Irwan tunjukkan pada saat itu, dan Alex hanya bisa tertawa geli di dalam hatinya melihat ekspresi wajah Alexa saat itu
__ADS_1