Perjuangan Cinta Beda Kasta

Perjuangan Cinta Beda Kasta
Perempuan Tercantik Di Mata Alex


__ADS_3

Hari itu gedung yang sudah di pilih untuk acara pertunangan Alex dan Melinda sudah mulai di datangi oleh para tamu undangan, bagaimana pun juga acara tersebut akan menyatukan dua keluarga besar yang cukup ternama di kota. Hampir semua tokoh penting di kota itu hadir di acara tersebut


Rangkaian demi rangkaian acara mulai di lakukan, dan sudah pasti Dinda berada di sana sebagai penanggung jawab di acara tersebut. Dinda berusaha untuk tetap bersikap profesional dan tak menunjukkan apa yang sedang di rasakan hatinya pada saat itu


Alexa yang juga berada di sana benar-benar tak habis pikir dengan jalan pikiran Alex dan Dinda, Alexa memiliki keyakinan bahwa mereka berdua masih saling mencintai dari apa yang dia lihat pada saat itu. Tapi yang ada di depan matanya saat ini benar-benar membuat dia frustasi


Saat Melinda mulai hadir di sana, hampir semua para undangan menjadi riuh karena penampilan Melinda yang terlihat sangat cantik menggunakan gaun yang pernah di coba oleh Dinda


Sedangkan di mata Alex pada saat itu hanya Dinda wanita tercantik di tempat itu, Dinda pun sempat melihat sekilas ke arah Melinda


"Kamu sudah mendapatkan perempuan yang sempurna kak, selain cantik perempuan itu berasal dari kalangan yang sama dengan kalian. Kenapa kamu masih tetap tidak memberikan aku kebebasan kak?"


Sedangkan di sisi lain Julian terus berusaha untuk mengingatkan Alex bahwa apa yang sedang dia lakukan adalah sebuah kesalahan besar


FLASH BACK


Selepas kepergian Dinda Alex benar-benar berubah menjadi sosok yang lebih dingin dan tertutup, antara para sahabatnya hanya Julian yang sesekali menemui dirinya dan menemani dirinya. Julian adalah saksi hidup kehancuran Alex atas perbuatan Dinda


Julian yang tak tega melihat sahabatnya itu beberapa kali pergi menemui Riska untuk mencari tau tentang Dinda, tetapi Riska pun tak bisa membantu apa-apa karena Dinda benar-benar menghilang tanpa jejak dan tak pernah menghubungi dirinya sama sekali


Julian yang merasa sedikit aneh akan kepergian Dinda pun berusaha mendekati Riska agar Riska mau menceritakan apa yang terjadi saat Alex berada di luar kota, awalnya Riska enggan untuk menceritakan hal tersebut tetapi Julian pun berhasil membujuk Riska


Riska memberitahukan bahwa malam itu sang ayah mengalami kecelakaan dan Dinda meminta bantuan darinya, Riska sudah berusaha membantu sebisa mungkin. Tetapi nominal yang terkumpul jauh dari kata cukup dan Dinda meminta dia mengenalkan dirinya dengan seseorang


"Kenapa dia ga minta bantuan dari keluarga Alex?" tanya Julian dengan wajah bingung


"Sudah kak, tapi mereka ga bersedia membantu Dinda"


"Mungkin mereka kecewa karena mengira Dinda menggoda anak mereka, tapi apa itu ga sedikit keterlaluan ya?" batin Julian


"Kenapa Dinda ga coba minta bantuan Alex? aku rasa Alex ga mungkin berdiam diri"

__ADS_1


"Aku udah coba tanya itu kak, tapi Dinda ga mau jawab pertanyaan aku yang satu itu"


"Aneh banget sih, mereka kan menjalin hubungan cukup lama. Seharusnya ga mungkin di keadaan genting begini Dinda ga meminta bantuan Alex cuma karena merasa ga enak hati"


Wajah Riska berubah menjadi seperti serba salah dan Julian pun langsung menatap Riska dengan serius


"Kenapa?"


"Sebenarnya aku ngerasa ada yang aneh dengan pilihan Dinda waktu itu sih kak"


"Maksud kamu?"


"Jadi waktu itu sebenarnya aku udah bilang mau membantu Dinda melunasi biaya operasi bapaknya, tapi Dinda tetap mau melakukan itu. Aku jadi ngerasa Dinda melakukan itu bukan karena uang kak"


Julian yang mengetahui sebagian cerita tentang Dinda dari Riska pun langsung memberitahukan hal tersebut kepada Alex, Alex pun melimpahkan segala perasaan marah dan kecewa kepada kedua orang tuanya


"Kenapa papa sama mama tega melakukan itu?!" Alex berteriak sekuat yang dia bisa


"Dasar anak kurang ajar!! kamu berani melawan kedua orang tua kamu hanya demi perempuan itu?!!"


"Ya karena secara tidak langsung papa dan mama sudah menghancurkan masa depan Dinda!!"


Sang pemimpin keluarga Wijaya terlihat tidak perduli dengan apa yang baru saja dia dengar, tetapi beda dengan sang nyonya besar dia pun langsung membuka suara


"Apa maksud kamu Alex? kenapa kamu bilang kami menghancurkan masa depan dia?"


"Malam itu Dinda menjual tubuhnya dengan laki-laki lain hanya untuk biaya pengobatan bapaknya mah," ucap Alex dengan lirih


Entah mengapa Alex melihat sebuah guratan penyesalan yang teramat besar dari wajah sang mama, sedangkan sang papa semakin menunjukkan wajah sombong nya


"Seharusnya kamu bersyukur, dengan begitu kamu bisa tau bahwa dia bukan perempuan yang baik untuk kamu pilih sebagai pendamping hidup kamu." ucap sang papa dengan sombongnya

__ADS_1


"Papa ga bersedia membantu mereka cuma karena Alex mencintai Dinda kan pah?" tanya Alex dengan tatapan mata yang tajam


"Papa hanya mau yang terbaik untuk anak papa"


Alex pun tersenyum sinis


"Apa sedikit pun papa ga merasa menyesal telah menghancurkan kehidupan orang lain pah?"


"Seharusnya kamu sadar Alex!! bukan papa yang menghancurkan hidup dia tapi itu pilihan dia sendiri!! masih banyak cara lain yang bisa dia gunakan dari pada memberikan tubuh dia ke laki-laki lain, kenapa dia ga meminta bantuan kamu saat itu?"


"Ya Din, kenapa kamu ga menghubungi aku? kenapa kamu lebih rela tubuh kamu di sentuh oleh laki-laki lain? selama ini aku menjaga kamu dengan baik, aku ga pernah sedikitpun berusaha untuk menyentuh tubuh kamu." ucap Alex di dalam hatinya sambil menundukkan kepalanya


"Tapi papa juga ikut andil dalam kejadian itu, seandainya waktu itu papa bersedia membantu dia. Dia ga mungkin berbuat sejauh itu pah," ucap Alex dengan dingin


"Dasar anak kurang ajar!! kamu harusnya sadar Alex perempuan murahan seperti itu ga pantas mendapatkan pembelaan dari kamu. Kamu adalah calon pemimpin keluarga Wijaya!!" teriak sang papa


Alex pun menatap ke arah sang papa sambil tersenyum sinis


"Papa salah pah, apapun yang sudah Dinda lakukan aku akan membuat dia kembali ke sisi aku." ucap Alex dengan tegas


"Kamu mau membuat perempuan kotor itu jadi pendamping hidup kamu? apa kamu sudah gila Alex?"


"Terserah papa mau bilang aku gila atau apapun, yang pasti aku akan membuat Dinda tetap menjadi milik aku"


Alex pun pergi meninggalkan kedua orang tuanya begitu saja, dan tiba-tiba saja pemimpin keluarga Wijaya pun terlihat memegang dadanya dengan wajah meringis menahan rasa sakit. Kepala keluarga Wijaya pun langsung terkulai lemas karena terkena serangan jantung


Kepala keluarga Wijaya langsung di larikan ke rumah sakit dan dia pun hanya bisa bertahan sesaat sebelum akhirnya pergi untuk selamanya, tetapi cobaan yang datang untuk keluarga Wijaya tidak berhenti sampai di situ. Tak selang berapa lama setelah kepergian sang kepala keluarga, nyonya besar keluarga Wijaya mulai sakit-sakitan


Alexa pun memilih untuk kembali ke kota itu untuk menemani sang mama tetapi itu semua tak berlangsung lama, karena setelah beberapa bulan sang nyonya besar pun ikut pergi untuk selamanya


Salah satu yang membuat Alex sangat membenci Dinda adalah kepergian kedua orang tuanya, Alex merasa semua yang dia lakukan untuk Dinda berakhir sia-sia. Dan Dinda lebih memilih untuk pergi menghilang setelah pengkhianatan dia lakukan

__ADS_1


FLASH OFF


__ADS_2