Perjuangan Cinta Beda Kasta

Perjuangan Cinta Beda Kasta
Menghindar


__ADS_3

Alex pun langsung mengeraskan rahangnya melihat apa yang Dinda lakukan pada saat itu


"Apa dulu kamu juga melakukan dengan cara seperti dengan laki-laki itu Din? apa kamu sendir yang melepaskan pakaian kamu di hadapan laki-laki itu?"


Alex langsung membanting pintu kamar tersebut dengan sangat kuat untuk melampiaskan rasa amarah yang sedang dia rasakan, Alex pun langsung keluar dari apartemen itu dan pergi begitu saja. Dinda yang sudah berusaha menguatkan hatinya terjatuh duduk lemas melihat sikap Alex yang seperti itu


"Kamu yang terus mendorong aku untuk melakukan ini kak dan harus aku akui kamu sebagai pemenangnya kak, selamat karena kamu sudah berhasil menghancurkan sisa harga diri yang aku punya"


Dinda pun akhirnya menangis dengan hebat meratapi nasibnya, sedangkan Alex sudah berada di mobilnya dan meninggalkan apartemen itu. Alex tak bisa menahan perasaan amarahnya pada saat itu, apa yang baru saja Dinda lakukan membuat dia harus mengingat semua kenangan pahit itu lagi


Dan untuk kesekian kalinya mereka berdua hanya saling menyakiti perasaan meraka satu sama lain, malam pertama mereka pun berakhir dengan sangat berantakan


Pagi yang indah mulai menyapa kehidupan di muka bumi ini, tetapi itu tak berlaku bagi Alex dan Dinda. Dinda yang baru saja terjaga dari tidurnya berusaha mencari keberadaan Alex di tempat itu, dan dia pun hanya bisa tersenyum getir


"Jadi kamu ga pulang ya kak? lakukan apapun yang kamu mau kak, karena aku memang ga punya hak untuk meminta apapun dari kamu." ucap Dinda lirih


Dinda pun mencoba membuang jauh segala beban di hatinya dan mulai membersihkan diri dan bersiap untuk pergi bekerja, dia berharap dengan cara itu bisa membuat dia melupakan apa yang baru saja terjadi


Saat Dinda membuka pintu dia melihat orang yang berada di rumah sakit sudah berada di sana, orang tersebut pun menunjukkan sedikit kepalanya tanda memberi salam


"Selamat pagi bu"


"Pagi"


"Pak Alex meminta saya untuk menyampaikan kepada ibu kalau beberapa hari ke depan pak Alex sedang sibuk dan ingin di ganggu"


Dinda hanya bisa tersenyum getir pada saat itu, lalu orang tersebut mulai mengarahkan sebuah kartu nama kepada Dinda


"Ini kartu nama saya bu, bila ibu ada keperluan apapun kepada pak Alex ibu bisa sampaikan hal tersebut kepada saya. Nanti akan saya sampaikan kepada pak Alex"


Dinda pun mengambil kartu nama tersebut


"Terima kasih"


Lalu orang tersebut juga memberikan sebuah kunci kepada Dinda


"Kunci apa itu?"

__ADS_1


"Kunci mobil yang sudah pak Alex siapkan untuk ibu"


"Maaf saya ga bisa terima kunci itu"


"Tapi bu..."


Dengan mudah Dinda mengetahui bahwa penolakan dari dirinya akan menjadi beban tersendiri bagi orang tersebut


"Mungkin pak Alex lupa, jadi sampaikan ke pak Alex bahwa saya tidak bisa menerima mobil yang dia berikan karena saya tidak bisa mengendarai mobil. Dan saya tidak mau memakai jasa supir"


"Baik bu akan saya sampaikan kepada pak Alex, kalau begitu saya permisi bu."


"Jadi ini cara kamu menghindar kak? tanpa kamu minta sekalipun aku ga mungkin menghubungi kamu kak. Karena aku sadar posisi aku saat ini"


Sedangkan di luar sana Alex yang sudah terbiasa dengan sikap dingin bersikap seperti biasa, dia meyakinkan hatinya bahwa dia tak akan kembali ke apartemen tersebut sebelum dia yang datang mencari dirinya


Mereka berdua saling menyibukkan diri dengan pekerjaan mereka masing-masing untuk melupakan perasaan yang sedang mereka rasakan, dan hari itu ponsel Dinda berdering sebuah panggilan telepon yang berasal dari Alexa masuk ke dalam ponselnya


"Halo kak"


"Dinda sayang apa kak Alexa ganggu kamu?"


"Apa kamu lupa kalau kamu pernah janji mau temenin kak Alexa makan siang? gimana kalau hari ini?" tanya Alexa bersemangat


"Kebetulan deh, mungkin aja nanti perasaan aku bisa jadi lebih baik"


"Oke kak, kita mau makan di mana?"


"Nah gitu dong ini baru adik kesayangan kak Alexa, kamu kirim alamat tempat kerja kamu ya. Nanti biar kak Alexa aja yang jemput kamu jam makan siang"


"Ya kak"


Dinda pun mengirimkan alamat tempat dia bekerja kepada Alexa, tanpa dia tau bahwa perasaan hatinya akan semakin memburuk setelah itu


Saat jam makan siang hampir tiba Alexa pun menjemput Dinda di tempat dia bekerja, dan mereka pun mulai menuju ke sebuah rumah makan yang cukup ternama di kota itu. Alexa duduk di bangku belakang bersama Dinda karena dia selalu menggunakan jasa supir untuk pergi kemana pun


"Kamu sebenarnya kemana aja sih Din selama ini?" tanya Alexa sambil menatap serius

__ADS_1


"Aku tinggal di dekat rumah paman aku kak"


"Tapi kak Alexa ga sangka loh, ternyata kamu jahat juga ya jadi orang"


Dinda pun menatap ke arah Alexa dengan wajah bingung


"Kenapa kak?"


"Kenapa kamu ga pernah kasih kabar ke Alexa sama sekali?"


"Maaf ya kak," ucap Dinda penuh penyesalan


Alexa pun memandang jauh ke depan lalu membuang nafasnya dengan kasar


"Apa kamu alasan kak Alexa kembali ke kota ini Din?"


Dinda pun hanya terdiam dan memandang ke arah Alexa dengan wajah serius


"Karena kak Alexa ga bisa biarkan kak Alex hidup sendirian di kota ini," ucap Alexa lirih sambil menatap ke arah Dinda


Saat itu Alexa berniat membuka pembicaraan untuk mengetahui apa yang Dinda inginkan, dan dia berencana mengambil sikap sesuai dengan keinginan Dinda


"Maksud kakak?"


"Papa sama mama aku udah ga ada Din"


"Turut berduka ya kak, maaf aku benar-benar ga tau." ucap Dinda dengan wajah sedih


Dinda benar-benar baru mengetahui tentang hal tersebut, karena Alex sama sekali tak pernah membahas apapun tentang keluarganya


"Ga apa kok Din, kita kan juga udah lama ga ketemu wajar kalau kamu ga dengar kabar itu." ucap Alexa dengan tulus


"Sebenarnya kak Alexa pulang ke sini waktu mama mulai sakit, dan setelah kepergian mama kak Alexa putuskan untuk menetap selamanya di kota ini"


Mereka pun terus berbincang ringan ini dan itu tentang semua kenangan di masa lalu mereka, bahkan saat meraka sudah tiba di tempat makan mereka terus berbincang ringan. Seolah tak pernah ada habisnya bahan pembicaraan untuk mereka bahas


Alexa sebenarnya sudah mengetahui tentang hubungan Alex dan Dinda di masa lalu, tetapi karena Dinda tak pernah membahas tentang Alex bahkan dia terkesan selalu menghindari percakapan tentang masa lalu. Alexa pun akhirnya bisa mengambil keputusan

__ADS_1


"Mungkin lebih baik aku bersikap seolah aku ga tau masalah mereka di masa lalu, aku rasa dengan begitu akan membuat Dinda lebih nyaman di dekat aku"


__ADS_2