
Melihat Dinda yang sudah menangis dengan hebat membuat ibu Sari langsung memeluk tubuh sang anak dengan sangat erat, dia berusaha untuk memberikan ketenangan hati kepada Dinda
"Tuan Wijaya bu, tuan Wijaya yang merencanakan itu semua. Tuan Wijaya adalah orang yang membuat bapak pergi untuk selamanya, dan semua terjadi karena Dinda. Berarti Dinda penyebab bapak pergi untuk selamanya bu," ucap Dinda dengan terputus-putus tertahan oleh tangisan
Ibu Sari memeluk tubuh Dinda dengan sangat erat, hatinya ikut merasa sedih melihat keadaan sang anak yang seperti itu. Tetapi ibu Sari berusaha tetap terlihat tegar agar sang anak tidak merasa semakin terpukul
"Kamu harus belajar untuk mengikhlaskan segala sesuatu yang sudah terjadi Din, kamu harus ingat bahwa kita cuma manusia biasa dan menjalankan takdir yang sudah tertulis. Jangan menyalakan siapapun untuk yang sudah terjadi," ucap ibu Sari dengan lembut
Setelah merasa mulai tenang Dinda pun mulai menceritakan semua yang telah terjadi antara dirinya dan Alex
"Kamu tanya hati kamu Din, apa kamu harus membalas perbuatan yang tidak Alex lakukan kepada Alex? dan apa kamu sanggup untuk menyakiti hati dia lagi?"
Semua ucapan sang ibu memberikan kekuatan yang besar di dalam hati Dinda pada saat itu, Dinda bahkan tak melihat sedikit pun kebencian dari tatapan mata sang ibu. Dia pun tak memiliki keraguan lagi di dalam hatinya untuk mengambil sikap
"Pikirkan baik-baik Din sebelum kamu mengambil keputusan, pikirkan juga bagaimana perjuangan Alex selama ini untuk kamu? kamu harus ingat ada hati yang harus kamu jaga juga di situ"
"Terima kasih ya bu"
Ibu Sari hanya membalas dengan senyuman yang tulus
"Karena ibu mau melihat kamu bahagia Din, ibu yakin bapak kamu di sana juga berpikiran yang sama dengan ibu. Kami hanya ingin melihat kamu bahagia tanpa berada di bawah bayang-bayang masa lalu," batin ibu Sari
Dinda cukup lama berada di sana untuk menenangkan hatinya, dia hanya tak mau ada pekerja yang menyadari bahwa dia menangis saat berdua bersama ibunya. Dia tak mau hal tersebut sampai di ketahui oleh Alex
Saat menjelang sore Dinda meninggalkan kediaman sang ibu dia melihat banyak sekali pesan yang di kirimkan oleh Alex dan Riska, dia tersenyum tipis melihat perhatian mereka terhadap dirinya. Semua pesan yang Alex kirimkan hanya menanyakan tentang dirinya, sedangkan Riska terkesan khawatir kepada dirinya
Dinda mengirimkan pesan kepada Alex bahwa dia akan kembali ke kediaman mereka dan berharap bisa segera bertemu karena merindukannya, sedangkan untuk Riska dia langsung menghubungi Riska agar sahabatnya tersebut tak merasa khawatir lagi kepada dirinya
__ADS_1
"Kamu baik-baik aja kan Din?" tanya Riska dengan nada suara khawatir
Dinda pun tertawa kecil membayangkan wajah Riska di seberang sana
"Kok malah ketawa sih Din? aku benar-benar khawatir sama kamu loh"
"Lagian kamu lucu sih, aku baik-baik aja kok Ris"
"Kamu ga bohong kan sama aku?"
"Aku baik-baik aja Ris, malah sekarang aku merasa lebih tenang"
"Apa kamu mau cerita masalah kamu ke aku Din?"
Dinda menceritakan semuanya kepada sahabatnya tersebut tanpa ada yang terlewati sedikit pun, Riska tak tau harus berkata apa pada saat itu. Dia hanya bisa memberikan Dinda semangat untuk menghadapi itu semua
Riska yang tak ingin Dinda membuat keputusan yang gegabah mulai menceritakan semua yang dia ketahui tentang Alex
Saat itu Riska sedang di minta untuk menemani seorang pria hidung belang selama tiga hari, Riska di minta untuk menemani dirinya kemana pun dirinya pergi selama dia berada di kota itu
Dan di malam kedua pria tersebut membawa Riska untuk bersantai di sebuah bar yang sangat ternama di kota itu, mereka mulai menikmati segala sajian yang berada di tempat itu
Tetapi tiba-tiba saja terdengar suara gelas yang pernah karena di lempar oleh seseorang dengan sangat kuat, secara spontan Riska dan semua yang berada di tempat itu langsung melihat ke arah sumber keributan dan ternyata saat itu Alex adalah pelaku utamanya
"Lex jangan bikin malu!!" ucap Julian sambil berusaha menarik tubuh Alex
Ternyata saat itu Alex ingin melakukan hal itu lagi untuk meluapkan segala beban di hatinya, para keamanan di tempat itu pun langsung menghampiri mereka tanpa bisa berbuat banyak. Karena mereka tau dengan pasti siapa kedua orang tersebut
__ADS_1
Julian pun segera memerintahkan pekerja di sana untuk membawa semua barang yang ada di atas meja mereka, dia pun langsung menghempaskan tubuh Alex sekuat tenaga ke atas sofa
"Lu apa-apaan sih Lex? kenapa lu selalu begini saat lu mabuk? apa lu ga merasa malu harus jadi tontonan orang lain?" tanya Julian penuh penekanan
Musik pun mulai di lanjutkan agar suasana di tempat itu kembali mencair, dan Alex pun mulai meneteskan air matanya. Saat itu ternyata posisi duduk Riska tak seberapa jauh dari posisi mereka berdua
"Kenapa dia bisa sejahat ini sama gw? gw cuma mau dia ada di samping gw, gw benar-benar butuh dia." ucap Alex lirih
Riska tak bisa menyangka apa yang dia dengar dan dia lihat pada saat itu, sosok Alex yang selama ini selalu terlihat dingin bisa menangis seperti itu bahkan mengatakan kata-kata dengan lirih
"Udah bangun, ayo gw antar lu pulang"
Julian pun membantu Alex untuk berdiri dan mereka berencana meninggalkan tempat itu, tetapi sesuatu yang tak terduga terjadi saat mereka melewati meja Riska karena tiba-tiba saja Alex langsung menghentikan langkah kakinya dan menatap ke arah Riska dengan wajah penuh kesedihan
"Tolong bilang ke teman kamu, aku cuma butuh dia minta maaf ke aku dan aku janji ga akan pernah membahas masalah itu selamanya. Bilang ke dia aku benar-benar mencintai dia," ucap Alex lirih
Di saat yang bersamaan Julian hanya bisa terdiam dan menatap tajam ke arah tangan pria yang sedang merangkul pinggang Riska
"Kamu kenal mereka sayang?" tanya pria yang berada di samping Riska
"Kakak kelas aku dulu di kampus sayang," ucap Riska sambil tersenyum manja
Entah mengapa Julian merasa tak suka dengan apa yang dia lihat pada saat itu, dan kisah cinta di antara Julian dan Riska pun di mulai pada saat itu
FLASH OFF
"Itu kenapa aku bisa yakin kalau kak Alex benar-benar mencintai kamu Din, setelah aku dekat dengan kak Julian aku baru tau ternyata lebih banyak lagi hal gila yang sudah kak Alex lakukan Din. Semua itu dia lakukan karena kamu pergi dan menghilang dari dia," ucap Riska penuh keyakinan
__ADS_1
Dinda pun merasa hatinya semakin mantab dengan pilihan yang sudah dia ambil
"Terima kasih ya Ris, cerita kamu bikin aku semakin yakin dengan keputusan aku." ucap Dinda dengan penuh keyakinan