Perjuangan Cinta Beda Kasta

Perjuangan Cinta Beda Kasta
Sebagai Penyelamat


__ADS_3

Dinda pun akhirnya tiba di sebuah rumah di mana selama ini ibunya tinggal, dia pun segera menghampiri para penjaga yang berjaga di rumah tersebut


"Tolong jangan bilang ke kak Alex kalau saya ada di sini"


Sontak saja para penjaga tersebut langsung saling tatap satu sama lain, terlihat saat itu mereka merasa takut dan juga khawatir bila hal tersebut akan menimbulkan sebuah masalah bagi mereka di kemudian hari. Dinda dengan mudah mengetahui pemikiran orang-orang tersebut


"Setelah saya dan ibu saya selesai berbicara saya sendiri yang akan mengabarkan hal itu ke kak Alex," ucap Dinda dengan wajah serius


"Maaf bu kami ga berani, pak Alex memberikan kami perintah untuk menjaga tempat ini dengan baik. Dan melaporkan segala sesuatu yang terjadi di tempat ini kepada pak Alex," ucap salah satu orang dengan tegas


"Oke, tapi saya janji mulai besok kalian ga akan bekerja lagi di tempat ini." ucap Dinda penuh penekanan


Nyali para penjaga tersebut pun langsung menciut karena mereka tau dengan pasti siapakah Dinda di mata seorang Alexander Wijaya


"Tapi bu," dengan wajah memelas


"Kalian tenang aja, saya yang akan bertanggung jawab." ucap Dinda dengan penuh keyakinan


"Tolong sampaikan ke yang lain ya"


"Baik bu"


Dinda pun mulai mengumpulkan keberaniannya dan masuk ke dalam rumah tersebut, hal pertama yang Dinda dapatkan adalah wajah tak bersahabat dari sang ibu. Dinda yakin dia tak akan selamat begitu saja pada saat itu


Dinda pun langsung mendudukkan tubuhnya dengan wajah pasrah, Dinda semakin yakin bahwa dia tak akan bisa selamat begitu saja pada saat itu


"Apa ga ada yang mau kamu jelaskan sama ibu Din?"


Dinda memilih untuk diam dan menundukkan kepalanya

__ADS_1


"Ibu ga bisa mengingat, kapan ibu pernah mengajarkan kamu menjadi seorang pembohong Dinda." ucap ibu Sari penuh penekanan


Dinda hanya bisa pasrah sambil menundukkan kepalanya, dia memilih untuk terus diam sementara waktu. Dengan begitu dia bisa mengetahui sampai sejauh mana sang ibu mengetahui kebohongan yang telah dia lakukan


"Ibu memang cuma orang bodoh Din, tapi dari awal semua ini sudah ga masuk akal menurut ibu. Kenapa kamu tega bohongin ibu Din?" tanya ibu Sari lirih


Dinda pun mulai menatap ke arah sang ibu dengan tatapan mata penuh rasa bersalah


"Kamu berharap ibu bisa percaya tempat kerja kamu yang kasih ini semua? biaya pengobatan ibu, rumah ini, bahkan semua pekerja yang ada di rumah ini benar-benar ga masuk akal bagi ibu"


"Maafin Dinda ya bu, ini semua salah Dinda. seharusnya dari awal Dinda ga perlu bohong sama ibu tentang semua ini"


"Jadi apa penjelasan kamu Din?"


Dinda pun hanya bisa menundukkan kembali kepalanya


"Kalau ibu tidak tau dengan sendirinya, sampai kapan kamu berencana menutupi hubungan kamu dan den Alex?" tanya ibu Sari dengan tegas


"Ibu bahkan sudah tau sampai sejauh itu, seharusnya aku cerita ini semua ke ibu dari awal. Sekarang pasti ibu merasa di bohongin sama aku, ibu pasti marah dan kecewa sama aku"


"Kenapa kamu diam Din? apa kamu kaget karena ibu bisa sampai tau sampai sejauh itu?" tanya ibu Sari dengan tegas


Dinda tak tau harus menjawab apa dengan semua pertanyaan yang di berikan sang ibu, lalu tiba-tiba saja Alex sudah berada tak jauh dari mereka dengan langkah kaki yang cepat


"Semua ini salah saya bukan salah Dinda bi." ucap Alex dengan nafas yang sedikit memburu


Dinda semakin membulatkan kedua bola matanya melihat kehadiran Alex di tempat itu, sedangkan ibu Sari terlihat memalingkan wajahnya saat sudah mengetahui siapa yang hadir di antara mereka. Terlihat guratan kekecewaan di wajah ibu Sari pada saat itu


Alex pun melangkahkan kakinya tanpa ragu ke arah Dinda dan mendudukkan tubuhnya tepat di samping Dinda, dia tersenyum hangat ke arah Dinda agar Dinda bisa merasa sedikit tenang dengan adanya dia di sana

__ADS_1


"Kamu kenapa ada di sini kak?" tanya Dinda dengan suara pelan


Lagi-lagi Alex tersenyum hangat seolah dia sedang mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja


"Aku ga mau jadi suami yang berlindung di belakang istrinya, aku harus ada di samping istri aku saat ada masalah yang menghampiri kita sayang." ucap Alex dengan lembut


Untuk sesaat kedua orang yang sedang di mabuk cinta itu seperti melupakan sesuatu, mereka lupa bahwa di hadapan mereka saat iru ada seorang ibu yang sedang menanti sebuah penjelasan dari mereka berdua


Ibu Sari pun sedikit gerah melihat sikap mereka berdua, dan dia pun berdehem untuk mengingatkan kedua orang yang ada di hadapannya bahwa dia masih berada di antara mereka


Sontak saja hal tersebut membuat Alex dan Dinda langsung menatap ke arah Ibu Sari dengan senyuman yang terlihat canggung


"Apa kalian berdua sengaja datang ke sini untuk pamer kemesraan di depan saya?" tanya ibu Sari dengan suara sinis


"Maaf ya bu," ucap Dinda dengan lirih


"Saya minta kalian akhiri hubungan kalian berdua," ucap ibu Sari dengan tegas


Dinda tak bisa berkata apapun melihat ekspresi wajah ibunya pada saat itu, dia hanya bisa terdiam sambil menundukkan kepalanya. Dan tiba-tiba saja Alex menggenggam tangan Dinda dengan lembut sambil tersenyum hangat


"Saya minta maaf sama bibi karena kami sudah menutupi hubungan kami, tapi ini semua salah saya bi bukan salah Dinda. Bi Sari boleh marah sama saya bibi juga boleh pukul saya, tapi tolong bibi kasih restu bibi untuk hubungan kami." ucap Alex penuh keyakinan


Saat itu Dinda hanya bisa terdiam sambil memandang ke arah suaminya penuh rasa haru


"Aku sengaja ga bilang ke kamu kalau aku mau kesini, aku bahkan sengaja mematikan ponsel aku dan meminta orang-orang di sini ga kasih tau ke kamu kak. Karena ini yang bikin aku takut kak, aku takut posisi kamu akan jadi serba salah kalau kamu ada di sini kak. Tapi kamu malah datang sebagai penyelamat aku kak." batin Dinda dengan mata yang mulai berkaca-kaca


"Apa den Alex tau alasan saya meminta kalian mengakhiri hubungan kalian berdua?"


Lagi-lagi ibu Sari memberikan sebuah pertanyaan yang penuh penekanan, bahkan saat ini ibu Sari memberikan tatapan mata yang tajam. Tatapan mata ibu Sari bisa membuat Alex mengetahui seberapa dalam penderitaan yang telah mereka lalui selama ini

__ADS_1


"Saya memang ga tau seberapa besar rasa sakit kalian berdua di masa lalu, tapi maaf karena saya sudah berjanji di dalam hati saya untuk tidak melepaskan Dinda dengan mudah. Kecuali Dinda yang menginginkan perpisahan di antara kami," batin Alex sambil tersenyum tipis


__ADS_2