
"Apa kamu akan mengabulkan semua permintaan aku kak?" tanya Dinda dengan wajah serius
Alex menganggukkan kepalanya dengan wajah penuh kekhawatiran, satu-satunya hal yang membuat Alex takut adalah Dinda akan mengajukan permintaan yang sama dengan apa yang dia katakan kepada Alexa
"Apa yang mau minta dari aku Din? aku akan berusaha memberikan semua yang kamu minta," ucap Alex dengan lirih
"Ga ini semua udah ga beres, apa kak Alex benar-benar mau aku bertahan di samping dia? lebih baik aku bilang apa yang aku mau saat ini"
"Apa aku bisa minta permintaan yang sama dengan permintaan yang kamu minta ke aku kak?" tanya Dinda dengan suara pelan tapi tetap terdengar
Alex pun langsung mendudukkan tubuhnya dengan sempurna dan memasang wajah serius, melihat sikap Alex yang tampak terkejut membuat Dinda memberikan sebuah senyuman yang terlihat getir
"Sulit ya kak? ga masalah kok, seharusnya aku ga boleh meminta hal bodoh seperti itu"
Dinda yang merasa sedikit kecewa pun langsung merebahkan tubuhnya dan membelakangi tubuh Alex
Alex pun langsung memutar tubuh Dinda agar kedua bola mata mereka dapat saling bertemu
"Kamu tadi minta apa dari aku Din?"
"Lupain aja kak, aku seharusnya sadar kalau permintaan aku itu terlalu konyol." ucap Dinda sambil tersenyum getir
"Aku udah bilang aku akan mengabulkan semua permintaan kamu Din, jadi kamu ulangi sekali lagi permintaan kamu tadi Din." ucap Alex dengan wajah serius
Dinda yang merasa di permainkan pun langsung menepis tangan Alex dan berusaha untuk memutar tubuhnya membelakangi tubuh Alex, tetapi Alex langsung menghentikan itu semua dan memaksa Dinda untuk menatap dirinya
"Kamu bilang dulu ke aku, apa yang tadi kamu minta dari aku?"
Dinda akhirnya tak bisa lagi menahan perasaan yang dia rasakan saat itu, dia pun langsung mendudukkan tubuhnya dengan sempurna dan menghadap ke arah Alex dengan wajah penuh amarah
"Aku mau hati kamu dan semua yang ada di tubuh kamu cuma milik aku!! aku ga mau berbagi hati kamu atau tubuh kamu dengan perempuan lain!!"
__ADS_1
Alex pun tak bisa lagi mengungkapkan dengan kata-kata perasaan bahagia yang sedang dia rasakan pada saat itu, dengan cepat Alex langsung memeluk tubuh Dinda dengan sangat erat. Dengan cepat juga Dinda langsung mendorong tubuh Alex dan menatap wajah Alex dengan penuh amarah
"Apa kamu sudah merasa puas kak? mau sampai sejauh apa kamu mempermainkan hati aku kak? apa semua yang kamu lakukan ke aku belum bisa membayar kesalahan aku di masa lalu?" tanya Dinda dengan lirih
Alex pun langsung memeluk tubuh Dinda dengan sangat erat dan entah mengapa Dinda bisa merasakan ketulusan dari pelukan Alex saat itu
"Selama ini aku kata-kata itu yang paling aku tunggu dari kamu Din, aku cuma mau kamu merasa memiliki aku seutuhnya. Sampai kamu ga akan mudah untuk melepaskan aku seperti dulu Din"
"Kenapa kamu minta sesuatu yang sudah kamu dapatkan Din?" ucap Alex dengan lembut
Dinda yang tak terima dengan ucapan Alex pun langsung mendorong tubuh Alex dan menatap Alex dengan tatapan mata yang sinis
"Kenapa?"
"Berhenti membual kak, aku tau aku bukan perempuan hebat seperti tunangan kamu itu. Tapi aku juga bukan perempuan bodoh kak"
"Aku ga bohong kok Din"
Alex pun langsung menyadari arah ucapan Dinda pada saat itu
"Tapi aku ga lakuin itu Din," ucap Alex dengan lembut
Dinda pun hanya terdiam dan menatap Alex dengan tajam, tak ingin membahas lebih jauh lagi Dinda langsung merebahkan tubuhnya membelakangi tubuh Alex
Alex hanya bisa tersenyum bahagia karena Dinda sudah berani menunjukkan ekspresi wajah marah terhadap dirinya, Alex pun langsung memeluk tubuh mungil Dinda dari belakang
"Apa kamu ga sadar akan sesuatu Din?" tanya Alex dengan lembut
"Sudah malam kak, sebaiknya kita istirahat." ucap Dinda dengan sinis
"Iya memang sudah malam sudah saatnya kita istirahat, tapi kamu harus dengar penjelasan aku sebentar ya Din." ucap Alex dengan lembut sambil terus mengusap rambut Dinda
__ADS_1
Dinda sama sekali tak mau memutar tubuhnya untuk mendengarkan penjelasan dari Alex, sedangkan Alex tersenyum tipis melihat hal tersebut karena dengan begitu dia semakin yakin bahwa Dinda masih mencintai dirinya. Alex pun mulai mengelus rambut Dinda dengan lembut
"Ya udah kamu cukup dengerin aja penjelasan dari aku ya, dari kamu pergi tinggalin gedung itu sampai aku datang jemput kamu tadi. Apa itu semua memakan waktu yang banyak Din?"
Dinda pun mulai memikirkan hal tersebut tetapi dia tetap belum membalikkan tubuhnya
"Semua itu karena aku langsung membatalkan acara itu dan pergi untuk jemput kamu Din," ucap Alex dengan lembut
Dinda yang mendengar ucapan terakhir dari Alex pun langsung memutar tubuhnya dan menatap Alex dengan serius
"Kamu ga lagi bohong sama aku kan kak?"
Alex pun menjawab dengan anggukkan kepalanya sambil tersenyum hangat
"Apa itu artinya cuma aku perempuan yang ada di samping kamu kak? apa itu juga artinya aku ga perlu berbagi hati dan tubuh kamu dengan perempuan lain kak?" tanya Dinda dengan serius
"Selama nafas aku masih berhembus hanya kamu satu-satunya wanita yang akan menjadi pendamping hidup aku Din," ucap Alex penuh keyakinan
Tanpa sadar Dinda langsung memeluk tubuh Alex dengan sangat erat, sedangkan Alex benar-benar merasa bahagia karena itu adalah pertama kalinya Dinda memeluk tubuhnya tanpa harus di minta terlebih dahulu. Alex pun mencium ujung kepala Dinda dengan lembut
Tetapi tiba-tiba saja tubuh Dinda pun mulai bergetar yang menandakan saat itu Dinda sedang menangis, Alex yang panik pun segera melepaskan pelukan Dinda dan menatap Dinda dengan wajah cemas
"Kamu kenapa Din? apa ada yang sakit?"
Dinda pun menjawab dengan menggelengkan kepalanya, dan Alex pun semakin merasa cemas karena air mata Dinda terus mengalir dari mata indahnya
"Terus kamu kenapa Din? kamu bilang sama aku ya, kamu ada masalah apa? aku janji aku akan membantu kamu sebisa mungkin," ucap Alex dengan bersungguh-sungguh
Dinda pun menampilkan sebuah senyuman di bibirnya walaupun air matanya masih tetap mengalir
"Aku cuma merasa bahagia kak, kamu ga tau kak rasanya aku hampir gila saat memikirkan harus berbagi kamu dengan perempuan lain. Tapi aku ga bisa melakukan apapun untuk menghentikan itu semua"
__ADS_1
Alex pun langsung tersenyum bahagia mendengar ucapan Dinda pada saat itu, tetapi jauh di dalam lubuk hatinya Alex masih memiliki sebuah ketakutan yang amat besar. Ketakutan tentang keputusan akhir saat Dinda mengetahui apa sebenarnya yang telah terjadi di masa lalu