
Dinda yang semakin merasa bingung dengan semua perubahan sikap Alex pun hanya bisa terdiam sambil mengerutkan keningnya
"Mulai saat ini aku ga akan melakukan apapun yang kamu ga suka Din, dan mulai saat ini aku hanya akan mengikuti semua keinginan kamu." ucap Alex dengan bersungguh-sungguh
"Sebenarnya ada kejadian apa setelah apa pergi dari gedung itu? atau ini cuma cara kak Alex supaya aku tetap ada di samping dia, ya pasti kak Alexa udah bilang ke kak Alex tentang keinginan aku."
FLASH BACK
Alex kembali ke dalam gedung dan langsung mencari keberadaan Alexa, dia pun langsung membawa Alexa ke ruang istirahat di tempat itu
"Kak Alex minta kamu ceritakan semua yang kamu tau Alexa, dan kakak minta ga ada lagi yang kamu sembunyi kan dari kakak." ucap Alex penuh penekanan
Alexa pun mulai menunjukkan wajah penuh penyesalan
"Aku memang ga ada di rumah saat semua kejadian itu terjadi kak, tapi aku dengar semua cerita ini dari mama sebelum mama pergi untuk selamanya. Dan aku harus meminta maaf sama kamu kak, karena selama ini aku terpaksa tutupi semua cerita ini dari kamu"
"Ga perlu berbelit-belit Alexa, kamu ceritakan semuanya sekarang juga sama kakak!!"
Alexa pun mulai menceritakan apa yang dia dengar dari sang mama sebelum sang mama menghembuskan nafas terakhirnya, di mulai dari sang papa yang murka saat mengetahui hubungan Alex dan Dinda. Sang papa benar-benar beranggapan bahwa itu semua bisa terjadi karena Dinda yang berusaha untuk merayu Alex
Sang papa pun langsung membatalkan acara pertunangan Alex dengan anak dari rekan bisnisnya, sang papa hanya mau Alex terlepas dari Dinda terlebih dahulu sebelum rencana itu di lakukan
Sang papa pun mulai menyusun sebuah rencana, dan rencana tersebut di mulai dengan cara mengirimkan Alex ke luar kota dengan alasan urusan pekerjaan. Sang papa ingin dia bisa lebih leluasa untuk meminta Dinda dan keluarganya keluar dari kediaman mereka, dan hal tersebut tidak akan bisa berjalan lancar bila Alex berada di sana
Alexa juga mengatakan bahwa sang papa tak ada niat untuk membantu biaya operasi ayahnya Dinda, saat itu sang mama sudah berusaha untuk membujuk sang papa agar tidak bertindak sekeras itu. Tetapi tetap saja keputusan akhir berada di tangan sang pemimpin keluarga Wijaya pada saat itu
"Tapi kenapa saat itu dia ga hubungi aku? ga mungkin aku diam aja saat tau apa yang menimpa keluarganya, dan kenapa dia lebih memilih untuk memberikan tubuh dia ke laki-laki lain?!!" tanya Alex sambil sedikit berteriak
__ADS_1
Alexa pun kembali menunjukkan wajah penuh penyesalan
"Apa kamu ga merasa ada yang aneh saat kamu ada di luar kota kak?"
Alex pun langsung memasang wajah serius
"Memang ada satu kejadian yang agak aneh waktu aku ada di sana, aku ingat waktu itu tiba-tiba aja aku merasa pusing saat kami sedang perjamuan makan malam. Waktu aku bangun aku udah ada di dalam kamar dan ga mengingat apapun, dan setelah itu aku ga pernah lagi bisa mengunjungi Dinda"
Alexa pun menganggukkan kepalanya
"Maksud kamu kejadian itu juga ada di dalam rencana papa?" tanya Alex dengan tegas
"Malam itu Dinda menghubungi kamu kak, tapi papa juga sudah menyiapkan sebuah rencana untuk itu. Malam itu saat Dinda menghubungi kamu, ada seorang gadis yang bersama kamu di dalam kamar itu."
Dalam sekejap wajah Alex pun berubah menjadi tegang
Tanpa terasa air mata Alex terjatuh dengan sendirinya, Alex benar-benar tak tau apa yang selama ini telah terjadi dengan Dinda. Dan bodohnya selama ini dia hanya bisa menyalahkan Dinda seorang diri
"Jadi ini maksud dari kata-kata kamu waktu itu ya Din? aku ga bisa bayangkan perasaan kamu saat itu Din, dan bagaimana caranya aku bisa menebus semua kesalahan yang papa lakukan terhadap kamu Dinda?"
"Kenapa selama ini kamu diam aja Alexa? kamu ga tau kak Alex hampir gila memikirkan perbuatan Dinda, tapi ternyata semua ini kesalahan keluarga kita. Dan sekarang kakak sudah menambahkan luka di hati dia," ucap Alex dengan lirih
"Aku tau aku salah kak, aku juga minta maaf karena selama ini aku menutupi semua ini. Aku ga sanggup untuk cerita kesalahan yang sudah papa lakukan, bagaimana pun juga papa sudah tenang di sana kak." ucap Alexa dengan lirih
Alex hanya bisa memejamkan kedua bola matanya untuk menahan semua perasaan yang sedang dia rasakan, Alexa pun langsung memindahkan tubuhnya tepat di samping Alex dan menggenggam tangan Alex membuat Alex langsung menatap ke arah Alexa
"Sekarang kak Alex sudah tau semuanya, kita ga bisa salahkan Dinda atas apa yang dia lakukan malam itu kak. Jadi Alexa minta supaya kak Alex bisa melepaskan Dinda," ucap Alexa dengan lirih
__ADS_1
"Kak Alex ga mungkin bisa lakukan itu"
"Tapi kak..."
"Kalau kak Alex sampai melepaskan Dinda, lalu bagaimana dengan kakak?" tanya Alex dengan lirih
Alexa pun langsung bangkit dari duduknya dan bersimpuh di hadapan Alex
"Alexa mohon kak, itu permintaan Dinda sama aku tadi kak. Lagi pula sekarang sudah ada wanita lain di samping kak Alex, jadi Alexa mohon kakak mau melepaskan Dinda"
"Apa kamu benar-benar ingin pergi dari aku Din? aku tau aku dan keluarga aku sudah melakukan banyak kesalahan sama kamu, tapi kalau aku sampai melepaskan kamu bagaimana dengan hati aku Din?"
Cukup lama Alexa terus membujuk Alex agar dia mau melepaskan Dinda, tetapi Alex hanya diam sambil terus memikirkan hal tersebut matang-matang
"Ga setidaknya aku harus berjuang sebelum menyerah, kalau aku sudah berjuang dan Dinda tetap memilih untuk berpisah maka aku akan mengabulkan keinginan dia"
Tiba-tiba saja Alex mulai bangkit dari duduknya dengan wajah serius
"Maaf Alexa tapi kak Alex sudah membuat keputusan, kak Alex ga bisa melepaskan Dinda begitu aja"
"Tapi kak..."
"Gimana juga kak Alex harus berjuang mempertahankan hubungan kami, kamu tenang aja. Keputusan akhir tetap ada di tangan Dinda," ucap Alex dengan bersungguh-sungguh
Usaha Alexa mengabulkan keinginan Dinda berakhir dengan sia-sia, walaupun dia sudah membuka sebuah rahasia besar dari sang papa yang selam ini hanya dia pendam seorang diri. Alex tetap memilih untuk memperjuangkan hubungan mereka dan tak ingin menyerah begitu saja
FLASH OFF
__ADS_1