
Bagaimana pun cara Dinda untuk membujuk Alex tak ada gunanya sama sekali, Alex benar-benar menyesali semua yang telah dia lakukan. Dan Dinda pun akhirnya memilih untuk membiarkan agar Alex merasa tenang terlebih dahulu
"Aku mohon maafkan semua kesalahan aku Din, aku memang laki-laki bodoh yang bahkan melimpahkan semua amarah aku sama kamu. Aku mohon jangan pergi tinggalin aku Din, aku ga akan sanggup lanjutkan hidup aku tanpa kamu." ucap Alex lirih
Di saat itu Dinda teringat akan ucapan Riska, cara Riska untuk mencapai kebahagiaan di dalam rumah tangganya adalah dengan cara saling menghargai dan tidak pernah lagi mengingat masa lalu
"Apa kamu yakin kamu ga akan pernah menyesal kak? laki-laki seperti kamu bisa mendapatkan perempuan yang lebih baik dari aku, aku bahkan sudah melakukan kesalahan bodoh di masa lalu"
Alex mulai melepaskan pelukannya dan menatap Dinda dengan sejuta penyesalan
"Aku akan merasa menyesal kalau aku ga berhasil membuat kamu bertahan di samping aku Din, dan kamu harus ingat satu hal. Cuma kamu perempuan yang aku mau ada di samping aku"
"Apa kamu yakin kak?"
Alex pun menganggukkan kepalanya tanpa rasa ragu sama sekali
"Kalau begitu apa aku boleh minta sesuatu dari kamu kak?" tanya Dinda dengan wajah serius
Lagi-lagi jantung Alex di buat tak menentu pada hari itu, Alex benar-benar merasa takut Dinda akan meminta untuk berpisah dengan dirinya seperti yang dia katakan kepada Alexa
"Kamu mau minta apa dari aku Din?"
"Sebelumnya aku harus meminta maaf sama kamu karena dulu aku terlalu bodoh sampai aku melakukan hal itu, dan saat ini aku mau minta supaya kita membuka lembaran baru. Aku harap kita berdua bisa saling menghargai dan ga pernah mengungkit kesalahan kita masing-masing di masa lalu kak"
"Apa kamu serius Din?"
"Dengan begitu aku berharap hubungan kita ga berada di bawah bayang-bayang masa lalu kak"
Sudah pasti itu adalah kabar baik bagi seorang Alexander Wijaya, setidaknya dengan begitu dia bisa melanjutkan hubungan mereka dengan baik. Dan untuk sementara waktu dia tak perlu membuka rahasia besar sang papa yang belum di ketahui oleh Dinda
Setelah keadaan mulai tenang Alex pun meminta Dinda untuk membersikan diri lebih dulu, saat Dinda sedang membersihkan diri Alex keluar dari dalam kamar dan meminta pekerja di rumah itu untuk menyiapkan makanan bagi mereka berdua
Alex mulai membersihkan diri setelah Dinda keluar dari dalam kamar Dinda, dan di saat itu pekerja di rumah tersebut mengantarkan makanan ke dalam kamar sesuai dengan yang Alex perintahkan
Alex langsung mengajak Dinda untuk menyantap makanan itu setelah dia keluar dari dalam kamar mandi, sepanjang siang mereka hanya berdiam diri di dalam kamar agar mereka semakin merasa tenang
__ADS_1
Lambat laun Dinda pun mulai terlihat tenang dan sudah menunjukkan sikap seperti yang biasanya, Alex pun tersenyum lega melihat Dinda yang sudah lebih baik
"Apa kamu ga merasa bosan di dalam kamar terus sayang?"
"Gimana aku bisa keluar kamar? dari tadi kamu duduk aja di sini, apa kamu mau bikin aku jadi istri yang durhaka?"
"Oh ya kamu kan belum ajak aku keliling rumah kamu, kita lihat taman belakang rumah kamu yuk." ucap Alex dengan lembut
Mereka mulai keluar dari dalam kamar dan menuju ke arah taman yang berada di belakang rumah tersebut, di bagian ujung taman tersebut ada sebuah saung yang bisa di pakai untuk berteduh dari panasnya matahari. Dan mereka pun memilih untuk duduk di sana
"Kamu suka di sini?"
Dinda pun menganggukkan kepalanya, dia melihat sekeliling taman tersebut ada sebuah kolam ikan dengan hiasan yang sangat memanjakan mata. Bahkan suara gemericik air di kolam tersebut bisa membuat hati seseorang menjadi tenang
"Kamu bilang banyak yang mau kita kerjakan hari ini kak, ini bisa di anggap sebagai keliling rumah kan? sekarang apa lagi yang mau kita kerjakan?" tanya Dinda dengan wajah serius
"Gimana kalau kita mulai dengan menentukan kita mau tinggal di mana?"
"Bagi aku tinggal di manapun sama aja kak"
"Kamu bener tanya pendapat aku kak?"
Alex pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum tipis
"Kalau aku di minta untuk milih udah pasti aku akan memilih untuk tinggal di rumah ini kak"
"Karena ini rumah kamu ya?" ucap Alex sambil tersenyum hangat
Dinda pun menggelengkan kepalanya
"Terus kenapa kamu pilih kita tinggal di sini? rumah aku jauh lebih besar dari ruman ini loh sayang"
Dinda pun tersenyum hangat sambil menatap ke arah Alex
"Karena rumah ini bukti yang nyata perjuangan cinta kamu kak, jadi kalau aku di suruh untuk pilih aku pasti pilih rumah ini kak. Dengan aku tinggal di sini aku akan selalu ingat perjuangan kamu kak," ucap Dinda dengan bersungguh-sungguh
__ADS_1
"Oke, kalau gitu kita putuskan tinggal di sini aja ya"
Cukup lama mereka berbincang ringan di tempat itu hingga panasnya sinar matahari mulai terasa dengan jelas
"Udah mulai gerah, masuk yuk"
Alex pun membawa Dinda ke ruang keluarga di mana ada sofa yang empuk dan nyaman serta sebuah televisi yang sangat besar berada di tengah-tengah ruangan tersebut, Alex langsung membuka lebar tangannya menandakan dia meminta Dinda menyenderkan tubuhnya
Saat itu mereka yang asik berbincang ringan sambil menyaksikan sebuah film yang sedang di tayangkan, Alex sama sekali tak memperhatikan film tersebut dia hanya asik dengan memainkan rambut Dinda
Ternyata di film tersebut menampilkan sebuah adegan di mana ada seorang pria kaya yang sedang di jodohkan oleh keluarganya, dan pria tersebut melakukan acara pertunangan tersebut di hadapan kekasihnya. Tiba-tiba saja Dinda pun tertawa membuat Alex langsung menatap ke arah dirinya
"Kamu kenapa?"
"Kamu liat kak, film itu kayaknya terinspirasi sama cerita kita"
"Maksud kamu?"
"Masa dia paksa orang tuanya untuk tunangan, dan yang lebih parah dia tunangan di depan pacarnya sendiri kak. Mereka tiru kisah kita itu kak"
Dinda pun kembali tertawa, Alex hanya tersenyum dan mencubit hidung Dinda sambil tersenyum hangat
"Aku ga mungkin berbuat seperti itu sayang"
"Kenapa kamu bisa bilang ga mungkin kak?" tanya Dinda dengan polosnya
"Karena aku ga pernah tunangan sama perempuan lain, sama kamu juga langsung nikah aja. Lagi pula ga semua laki-laki punya keberanian untuk melawan keluarga besar mereka," ucap Alex dengan lembut
Dinda pun mendudukkan tubuhnya dengan sempurna sambil memajukan bibirnya, Alex pun hanya bisa tersenyum melihat tingkah Dinda yang seperti itu
"Tapi apa kamu tau hal yang ga aku sukai kalau kamu lagi sama mbak Melinda kak?"
"Apa?"
Tiba-tiba saja Dinda mulai bersikap manja dan mengaitkan tangan ke tangan Alex
__ADS_1
"Sayang," ucap Dinda dengan nada suara manja sambil tersenyum manis