Perjuangan Cinta Beda Kasta

Perjuangan Cinta Beda Kasta
Posisi Kamu


__ADS_3

Dinda yang sudah tak bisa lagi menahan rasa kantuknya memilih untuk merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, Dinda terus memandangi foto sang ibu di dalam ponselnya hingga tanpa terasa dia pun mulai terlelap ke alam mimpi


Sedangkan di tempat yang berbeda malam itu Alex sedang menghabiskan waktunya di sebuah mini bar, dia pun terus meminum minuman yang telah dia pesan. Alex tak punya keberanian untuk langsung menemui Dinda pada saat itu, dia berharap Dinda akan memberikan sedikit perhatian dengan apa yang dia lakukan


"Dasar perempuan ga berperasaan!! sampai jam segini aku ga pulang dia tetap cuek aja, minimal dia bisa telepon aku dan tanya aku ada di mana atau apa. Bagaimana pun juga ini kan malam pertama kami!!" gerutu Alex di dalam hatinya


Saat sudah mulai merasa mabuk Alex memutuskan untuk segera menyelesaikan pembayaran, dengan hati yang gundah dan sedikit dorongan dari alkohol dia pun kembali ke apartemennya


Saat Alex tiba di sana dia tak bisa menemukan keberadaan Dinda, karena sudah pasti Dinda sudah terbuai di alam mimpi pada saat itu. Alex pun segera melangkahkan kakinya ke arah kamar dan melihat Dinda sudah tertidur dengan pulas


"Kamu bisa tidur dengan nyenyak padahal suami kamu berada di luar rumah sampai tengah malam begini? apa sedikit pun kamu ga khawatir sama aku?" batin Alex lirih


Alex pun melangkahkan kakinya kembali mendekat ke arah Dinda dan mendudukkan tubuhnya secara perlahan di samping Dinda


"Kamu ga berubah sedikit pun ya Din, kamu masih tetap cantik sama seperti Dinda yang aku kenal dulu. Tolong kasih aku kekuatan Din, kekuatan untuk bisa memaafkan kesalahan kamu di masa lalu"


Entah karena pengaruh alkohol atau hanya karena perasaan rindu yang dia pendam selama ini Alex pun mencium kening Dinda dengan sangat lembut, seperti Dinda adalah sesuatu yang sangat berharga di dalam hidupnya. Alex pun tersenyum puas dan mulai merapikan rambut Dinda yang terlihat sedikit berantakan


Ulah Alex tersebut membuat Dinda terjaga dari tidurnya, saat menyadari bahwa Alex berada di dekatnya Dinda pun langsung mendudukkan tubuhnya dengan sempurna untuk mengusir rasa kantuknya


"Kamu sudah pulang ya kak? maaf ya aku ketiduran"


Alex menatap Dinda dengan dingin tanpa mengeluarkan sepatah kata pun


"Apa kamu sudah makan malam kak?"


"Aku sudah makan di luar"

__ADS_1


Dinda pun langsung menyadari bahwa Alex baru saja meminum minuman yang mengandung alkohol saat Alex mulai mengeluarkan suaranya


"Apa mau aku siapkan sesuatu kak?"


Alex pun langsung bangkit dari duduknya


"Aku mau mandi dulu," ucap Alex dengan dingin tanpa menoleh ke arah Dinda sama sekali


Alex langsung menuju ke arah kamar mandi dan membersihkan diri, dia hanya tak ingin malam pertama yang dia lalui berada di bawah pengaruh alkohol sepenuhnya. Sedangkan Dinda langsung menatap ke arah jam dinding yang berada di dalam kamar tersebut


"Mungkin aja kak Alex baru menghadiri acara atau sebuah undangan, kasihan juga. Kalau kak Alex yang dulu ga pernah mau untuk tidur terlalu malam, tapi sekarang dia harus melakukan semuanya karena sekarang dia pemimpin keluarga Wijaya"


Dinda yang saat itu salah sangka memilih untuk bangkit dari duduknya dan menyiapkan pakaian ganti untuk Alex, dia pun segera keluar dari dalam kamar dan menyiapkan secangkir minuman hangat untuk Alex


Alex yang sudah merasa lebih baik pun segera keluar dari kamar mandi dan melihat pakaian tidur yang sudah Dinda siapkan di atas tempat tidur


Saat itu tanpa sadar Alex tersenyum tipis bahkan untuk sesaat dia melupakan perasaan dendam yang dia miliki terhadap Dinda, Alex yang sudah berpakaian rapi pun keluar dari kamar untuk mencari keberadaan Dinda. Saat Alex keluar dari dalam kamar Dinda pun memberikan minuman hangat yang telah dia sediakan


"Di minum dulu kak"


Alex tetap memasang wajah dingin dan mengambil gelas yang Dinda berikan


"Apa mau aku siapkan makan malam kak?"


"Seandainya dulu kamu ga berkhianat pasti saat ini kita sudah hidup dengan bahagia Din, tapi kamu dengan tega menyakiti hati aku dan memberikan tubuh kamu ke laki-laki lain"


Alex pun memberikan sebuah senyuman yang terlihat sinis dan teringat kembali semua kenangan pahit mereka di masa lalu

__ADS_1


"Apa kamu ada di sini untuk menjadi seorang pelayan? apa kamu lupa posisi kamu yang sebenarnya di tempat ini?" tanya Alex dengan dingin


Dinda pun berusaha untuk menguatkan hatinya dan tetap tersenyum di hadapan Alex pada saat itu


"Maaf ya kak kalau aku ada berbuat salah"


"Apa kamu mau memainkan peran sok polos lagi di depan aku? atau aku benar-benar harus mengajarkan kamu caranya untuk melakukan itu?"


"Aku sadar dengan posisi aku saat ini kak dan aku juga tau apa yang harus aku lakukan"


"Bagus kalau kamu masih sadar dengan posisi kamu saat ini, jangan berpura-pura bersikap polos di hadapan aku. Karena aku yakin kamu sudah pintar melakukan hal itu" ucap Alex dengan dingin dan senyuman yang terlihat sedikit meremehkan


"Apa harus sejauh ini kak? apa merendahkan aku bisa membuat hati kamu puas? apa harus dengan cara ini kamu membalas kesalahan aku di masa lalu kak?"


Dinda pun terlihat terdiam dan berusaha mengumpulkan kekuatan di dalam hatinya


"Kenapa masih diam? mulai lakukan tugas kamu dengan baik"


Tanpa banyak bicara Dinda mulai melangkahkan kakinya ke arah kamar, dia pun masuk ke dalam kamar tersebut dan Alex langsung mengikuti langkah kaki Dinda


Dinda menghentikan langkah kakinya saat sudah berada di dekat tempat tidur, dan Alex hanya terdiam di ambang pintu sambil melihat apa yang akan Dinda lakukan


Saat itu Dinda menatap ke arah Alex dengan tatapan mata yang sulit di artikan, entah apa yang ada di dalam pikiran Dinda pada saat itu yang pasti hatinya benar-benar terluka dengan semua ucapan Alex


Alex hanya bisa membulatkan kedua bola matanya dengan sempurna melihat apa yang Dinda lakukan pada saat itu, karena tiba-tiba saja Dinda mulai membuka satu persatu kancing pakaian tidur dia gunakan. Dinda membuang pakaian itu ke sembarang arah sambil terus menatap ke arah Alex


"Apa cara seperti ini sudah benar kak? kamu mau aku melepaskan semuanya sendiri atau kamu yang akan melepaskan sisanya?"

__ADS_1


Dinda memberikan sebuah pertanyaan kepada Alex dengan senyuman di bibirnya, tetapi tatapan mata Dinda saat itu tak memancarkan perasaan cinta sama sekali hanya terlihat sebuah kemarahan yang terpendam. Dan lagi-lagi kedua orang tersebut hanya saling menyakiti


__ADS_2