Perjuangan Cinta Beda Kasta

Perjuangan Cinta Beda Kasta
Memastikan


__ADS_3

Melihat Alexa yang sudah seperti itu membuat Julian memutuskan untuk tak mendesak gadis tersebut lebih jauh, tetapi Julian juga merasa yakin bahwa ada sebuah rahasia besar yang telah terjadi di dalam keluarga mereka


Setelah mendapatkan jawaban yang cukup memuaskan Julian pun memutuskan untuk pergi, Julian bisa yakin bahwa Alexa akan membuat keputusan terbaik bagi Alex dan Dinda. Sedangkan Alexa tetap berada di tempat itu dengan perasaan yang kacau


"Aku tau mungkin ini semua sudah terlambat tapi aku tetap harus melakukan sesuatu, kalau Dinda memang merasa tersakiti maka aku harus membuat kak Alex melepaskan Dinda. Walaupun itu artinya aku harus membuka semua rahasia itu"


Di tempat yang berbeda Alex tak fokus dengan semua pekerjaan yang ada di hadapannya, sikap sombong Melinda terus terbayang di dalam benaknya. Dan itu semua mengganggu pikirannya


"Bagaimana sikap perempuan itu saat kemarin dia bertemu Dinda? sedangkan saat dia berbicara sama aku dia bisa terlihat sombong seperti tadi, apa itu juga yang membuat Dinda terlihat sedih kemarin?" gumam Alex


Alex benar-benar tak bisa membayangkan perasaan Dinda saat dia berhadapan dengan Melinda, Alex pun langsung meraih ponselnya dan menghubungi Dinda


"Halo kak"


"Kamu ada di mana?"


"Aku lagi di tempat kerja kak, ada apa ya kak?"


"Apa hari ini kamu bisa temani aku makan siang?"


Dinda pun merasa terkejut dengan pertanyaan yang Alex berikan, Alex yang Dinda kenal saat ini hanya selalu menunjukkan sikap dingin di hadapannya


"Makan siang kak?"


"Ya aku mau ajak kamu makan siang bareng, itu juga kalau kamu ga ada rencana lain siang ini"


Dinda merasa semakin bingung karena kata-kata terakhir Alex benar-benar terdengar lembut


"Aku ga ada rencana apapun sih kak siang ini, ya udah nanti biar aku datang ke kantor kamu pas jam makan siang kak"


"Ga usah Din, kamu ga usah datang ke sini." jawab Alex dengan cepat


"Jadi aku harus datang ke mana dong kak?" tanya Dinda dengan polosnya


"Biar nanti aku yang datang jemput kamu"


"Kamu mau jemput aku kak?" tanya Dinda sambil mengerutkan keningnya


"Ya, kenapa Din?"


"Oh ga kak, ga apa kok. Tapi apa ga merepotkan kamu kak?"


Di seberang sana Alex tersenyum tipis, karena untuk pertama kalinya setelah mereka menikah mereka bisa berbincang dengan santai dan sedikit lama


"Ga masalah kok, nanti aku kabarin kamu kalau aku sudah mau jalan ya"


"Ya kak"


Alex langsung memutuskan sambungan teleponnya dan hanya menyisakan Dinda dengan perasaan bingung yang tak berujung

__ADS_1


"Ada apa sama kak Alex hari ini ya? hari ini kami sarapan bareng, tiba-tiba sekarang ngajak makan siang bareng"


Baru saja Dinda akan meletakkan ponselnya lagi-lagi ponselnya berdering, dan sekali ini panggilan telepon tersebut berasal dari Alexa. Dinda pun segera menjawab panggilan telepon tersebut


"Halo kak"


"Halo Din, kak Alexa ganggu waktu kamu ga?"


"Ga kok kak, kebetulan aku lagi ga terlalu sibuk hari ini"


"Gimana kabar kamu Din?"


"Aku baik kak"


"Siang ini kamu ada waktu ga? bisa ga temani kak Alexa makan siang?"


Alexa sudah memutuskan untuk mengetahui keinginan Dinda pada hari itu, dia ingin memastikan sendiri apakah Dinda bahagia bersama Alex


"Astaga aku harus kasih alasan apa ya? aku sudah buat janji untuk makan siang sama Alex, ga mungkin aku batalin makan siang sama kak Alex." batin Dinda dengan wajah bingung


Alexa pun kembali membuka suara karena merasa tak ada jawaban dari Dinda


"Din?"


"Ya kak"


"Gimana? bisa kan kamu temani kak Alexa makan siang?"


"Oke ga masalah kok Din, kan ada lain waktu. Tapi boleh ga kak Alexa tanya sesuatu sama kamu?"


"Tanya apa ya kak?"


"Tapi kamu harus janji kalau kamu akan jawab dengan jujur ya"


"Ya kak"


"Apa kamu sekarang kamu lagi dekat sama seorang laki-laki?" tanya Alexa dengan serius


Dinda pun semakin merasa bingung dengan pertanyaan terakhir dari Alexa


"Ga mungkin kan aku jawab kalau sekarang aku sudah jadi perempuan yang di bawah kendali kak Alex"


"Kamu sudah janji mau jawab dengan jujur loh Din"


"Sebenarnya ada apa ya kak? kenapa tiba-tiba kak Alexa tanya masalah itu ke aku?"


"Soalnya kak Alexa berencana mengenalkan kamu sama laki-laki yang baik"


Alexa memilih untuk berbohong untuk menghindari kecurigaan Dinda

__ADS_1


"Ga perlu kak, aku sekarang lagi menjalin hubungan dengan seseorang." jawab Dinda dengan cepat


"Apa nanti kamu juga mau makan siang sama orang itu?"


"Iya kak"


"Oh ya udah kalau gitu, tapi next time kamu harus temani kak Alexa makan siang ya"


"Ya kak"


Dinda pun bisa merasa sedikit tenang saat Alexa tak meminta dirinya untuk mengenalkan orang tersebut, saat jam makan siang hampir tiba Alex pun bergegas untuk menjemput Dinda. Alex pun menghubungi Dinda saat dia sudah tiba di tempat kerja Dinda


"Halo kak"


"Aku sudah di depan tempat kerja kamu ya"


"Ya kak, aku keluar sekarang ya"


"Oke"


Saat Dinda keluar dari tempat itu, Alex sudah berada di depan mobilnya dan melambaikan tangannya sambil tersenyum ke arah Dinda


"Aneh!! ini benar-benar aneh!! sebenarnya orang ini lagi kenapa? jangan bilang kalau dia lagi merencanakan sesuatu lagi di belakang aku"


Dinda hanya bisa tersenyum dan mulai melangkahkan kakinya ke arah Alex


"Sudah siap?" tanya Alex dengan lembut


"Ya kak"


Mereka pun segera masuk ke dalam mobil, tanpa mereka berdua sadari ternyata dari kejauhan ada Alexa yang telah menunggu mereka dan ingin memastikan hubungan mereka berdua secara langsung


"Aku yakin kakak Alex benar-benar mencintai Dinda, kak Alex bahkan bersedia jemput Dinda hanya untuk makan siang. Padahal kalau aku yang ajak kak Alex makan bareng, pasti kak Alex selalu nolak dengan berbagai alasan." gumam Alexa sambil tersenyum


Alexa pun segera pergi dari tempat itu agar Alex dan Dinda tak menyadari keberadaan dirinya di dekat mereka


"Kamu mau makan apa?" tanya Alex dengan lembut


Dinda hanya terdiam dan menatap ke arah Alex dengan seksama


"Aku tanya loh, kamu mau makan apa?"


Dinda yang tersadar pun hanya bisa tersenyum canggung


"Aku ga pemilih soal makanan kak"


"Oke, berarti aku aja yang tentuin tempatnya ya"


"Ya kak"

__ADS_1


Alex pun mulai melajukan mobilnya ke sebuah tempat dan Dinda hanya bisa di buat bingung dengan semua perubahan sikap Alex


__ADS_2