Perjuangan Cinta Beda Kasta

Perjuangan Cinta Beda Kasta
Harus Bertanggung Jawab


__ADS_3

Alex menyapu bersih seluruh isi bangunan tersebut, dia bisa melihat beberapa pria yang sudah melepaskan hampir seluruh pakaian mereka. Dan yang membuat Alex benar-benar tak bisa menahan rasa amarahnya adalah saat dia melihat Dinda dengan keadaan yang menyedihkan


Alex pun langsung mengeluarkan aura dingin yang sangat mematikan pada saat itu, bahkan semua orang yang berada di dalam bangunan tersebut langsung mengehentikan aksinya dan hanya bisa diam membatu


"Semuanya tunggu di luar dan jangan ada yang masuk ke dalam," ucap Alex penuh penekanan


Para sahabat Alex yang berada di luar bangunan tersebut tak mempunyai nyali untuk melawan ucapan Alex pada saat itu, bahkan mereka yang sudah lama dekat dengan Alex pun bisa merasakan perasaan tertekan dengan aura yang Alex keluarkan. Alex melakukan hal itu karena dia tak mau ada orang lain yang melihat keadaan Dinda pada saat itu


Tanpa banyak bicara Alex langsung melangkahkan kakinya ke arah Dinda berada, saat itu Alex yang menggunakan sweater di bagian luar langsung melepaskan sweater yang dia gunakan dan berusaha memakaikan sweater tersebut kepada Dinda


Dinda yang masih merasa ketakutan langsung berteriak dan berusaha menjauh dari Alex


"Jangan sentuh aku!!" teriak Dinda dengan air mata yang masih mengalir dengan deras


"Ini aku, kamu ga perlu merasa takut lagi." ucap Alex dengan lembut sambil tersenyum


"Den..."


Alex pun kembali mendekat ke arah Dinda sambil terus tersenyum, dia hanya tak mau Dinda merasa takut dengan kehadiran dirinya di tempat itu. Alex pun membantu memakaikan sweater yang sudah di lepas untuk menutupi tubuh Dinda yang sudah terekspos dengan bebas


"Ayo pergi," ucap Alex dengan lembut


Alex pun mulai membantu Dinda untuk berdiri, tetapi tiba-tiba saja Dinda terlihat seperti akan terjatuh. Semua itu terjadi karena semua kekuatan yang dia miliki sudah terkuras habis dengan kejadian yang baru saja menimpa dirinya. Alex pun langsung mengangkat tubuh Dinda ala bridal style


"Kamu mau ngapain den?"


"Aku cuma mau bawa kamu pergi dari sini"


"Saya bisa jalan sendiri den, kalau begini saya jadi malu den." ucap Dinda dengan panik


Dinda benar-benar merasa panik dengan ulah Alex pada saat itu, bahkan untuk sesaat dia bisa melupakan apa yang baru saja terjadi kepada dirinya

__ADS_1


"Kalau kamu malu kamu tutupi muka kamu ke arah badan aku aja," ucap Alex dengan lembut sambil tersenyum hangat


Dinda yang tak tau harus berbuat apa untuk melawan Alex pun hanya bisa mengikuti ucapan Alex, melihat Dinda sudah membenamkan wajahnya ke tubuhnya Alex pun mulai melangkahkan kakinya untuk membawa Dinda pergi dari tempat itu


Alex menghentikan langkah kakinya sejenak saat dia berada tepat di samping Valen, Alex pun mengucapkan kata-kata tanpa menoleh ke arah Valen sama sekali


"Aku kira kamu cuma perempuan yang ga setia, ternyata kamu juga perempuan berhati iblis." ucap Alex dengan dingin


Valen hanya bisa terdiam sambil menundukkan kepalanya, karena dia baru menyadari bahwa dia sudah melakukan sebuah kesalahan besar pada saat itu. Alex pun melanjutkan kembali langkah kakinya dan berhenti saat sudah berada di depan Julian


"Gw ga mau lagi ngeliat muka mereka di kampus ini, apa lu bisa selesai masalah ini?"


"Gw ngerti," ucap Julian dengan serius


Bila hanya untuk membuat mereka keluar dari kampus itu seorang Julian saja sudah cukup untuk mewujudkan hal tersebut, karena selain mereka memang bersahabat sejak lama Julian juga berasal dari keluarga ternama dan sangat di segani di kota tersebut


Alex pun melanjutkan kembali langkah kakinya pergi dari tempat itu, sedangkan Julian dan yang lainnya langsung mengurus mereka sesuai arahan dari Alex


Saat sudah hampir masuk ke area kampus Dinda pun mulai mengangkat wajahnya dan menatap serius ke arah Alex


"Turunin saya den"


"Kamu yakin bisa jalan sendiri?"


Dinda pun menganggukkan kepalanya tanpa rasa ragu sekali, dia tak mungkin membiarkan seluruh kampus melihat dirinya dalam keadaan seperti itu. Dengan berat hati Alex pun langsung menurunkan tubuh Dinda secara perlahan


"Ayo"


"Mau ke mana den?"


"Ga mungkin kan kamu balik ke kelas dalam keadaan begini"

__ADS_1


"Tapi tas saya masih di kelas den"


"Ga usah pikirin itu dulu, nanti aku minta orang buat ambil tas kamu"


Dinda pun menjawab dengan anggukan kepalanya, bagaimana pun juga keadaan dia saat ini hanya akan menjadi tontonan bagi orang lain bila dia kembali ke kelasnya. Dan Alex pun langsung membawa Dinda masuk ke dalam mobilnya


"Maaf ya," ucap Alex dengan lembut sambil memberikan beberapa lembar tisu


Dinda pun hanya terdiam dan mengambil tisu yang Alex berikan untuk membersihkan wajahnya, sedangkan Alex mulai menghidupkan mesin mobilnya tanda dia akan mulai melajukan mobilnya


"Saya ga mau pulang den, gimana kalau ibu sampai lihat keadaan saya yang begini? saya ga mau ibu jadi khawatir kalau tau kejadian ini," ucap Dinda dengan suara yang bergetar


Dan lagi-lagi air mata Dinda mengalir dengan sendirinya, tiba-tiba saja Alex melakukan sesuatu yang belum pernah dia lakukan terhadap Dinda selama ini. Dia meletakkan tangannya di ujung kepala Dinda dengan sangat lembut


"Iya aku tau kok, aku cuma mau bawa kamu untuk menenangkan diri aja." ucap Alex dengan lembut


"Den Alex harus tanggung jawab, ini semua bisa terjadi gara-gara den Alex!!" ucap Dinda dengan suara yang sedikit keras


Dan Alex hanya bisa tersenyum tipis melihat sikap Dinda


"Ya aku tau, aku pasti tanggung jawab sama kamu," ucap Alex penuh keyakinan sambil tersenyum hangat


"Sejak kapan den Alex bisa senyum ya? sejak kapan juga den Alex bisa ngomong baik-baik begini? ini pasti karena den Alex merasa bersalah sama aku." batin Dinda sambil menatap ke arah Alex dengan seksama


Alex pun mulai melajukan mobilnya keluar dari area parkir kampus dan Dinda hanya bisa terdiam mengikuti kemana pun Alex akan membawa dirinya, baginya saat itu dia memang butuh sedikit waktu untuk menenangkan diri sebelum dia kembali ke kediaman keluarga Wijaya


Alex menghentikan mobilnya di sebuah butik dan meminta Dinda untuk mengganti pakaian yang dia gunakan


"Tapi den nanti ibu pasti tanya kenapa aku bisa pakai baju yang lain?" tanya Dinda dengan wajah khawatir


"Lebih baik kamu minta izin sama ibu kamu nanti pulang sedikit terlambat karena ada tugas di rumah teman kamu, jadi kamu di kasih pinjam baju sama teman kamu. Aku rasa ibu kamu ga akan curiga"

__ADS_1


Dinda pun menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan alasan yang di usulkan oleh Alex


__ADS_2