
Di tempat yang berbeda dengan perbedaan waktu yang ada Alex dan Dinda sedang bersiap-siap untuk melanjutkan petualangan mereka menjelajahi kota tersebut, Dinda mendengus kesal saat melihat dirinya di cermin. Dan Alex langsung memeluk tubuh Dinda dari belakang
"Kenapa sih sayang?"
Dinda hanya terdiam dengan bibir yang sengaja dia buat mengerucut dan jari telunjuk mengarah ke arah lehernya, Alex pun tersenyum puas dengan buah karya yang dia ciptakan di leher Dinda
"Itu tanda kepemilikan dari aku sayang, supaya semua orang tau kalau sudah ada yang punya sayang." ucap Alex dengan lembut
"Tapi ga perlu di tempat yang terlihat jelas gini dong sayang"
"Kalau ga di tempat yang jelas gimana orang lain bisa lihat dong sayang?"
"Tapi kalau begini kan aku jadi malu mau keluar," gerutu Dinda
Alex mencium ujung kepala Dinda dengan lembut
"Aku lebih merasa senang kalau kita di sini aja sayang, dengan begitu siapa tau benih padi kita cepat tumbuh." ucap Alex sambil senyum menggoda
Mendengar ucapan Alex yang seperti itu membuat Dinda langsung menatap ke arah dirinya dengan tajam
"Kalau gitu ngapain kita jauh-jauh ke sini sayang?"
Perdebatan kecil di antara mereka hanya akan berakhir begitu saja tanpa ada artinya sama sekali, semua yang sudah mereka lalui selama ini memberikan kekuatan yang tak terhingga di dalam hati mereka berdua
Sedangkan di tempat yang berbeda Irwan di datangi oleh asisten pribadinya dan membisikkan sesuatu kepada dirinya, Irwan pun segera berpamitan kepada semua orang dan sedikit menghindar dari keramaian. Ternyata saat itu asisten pribadi Irwan memberitahukan kepada dirinya bahwa sang buah hatinya belum mau tidur sebelum dirinya menghubungi
"Kenapa aku bisa sampai lupa telepon Susan sih?"
Irwan pun langsung menghubungi sang buah hati dan berbincang cukup lama dengan sang buah hati, hal tersebut selalu dia lakukan setiap malam bila dia sedang berada di luar kota. Selesai Irwan selesai menghubungi sang buah hati ternyata Maria sudah berada tak jauh dari dirinya
"Mau apa perempuan ini?" batin Irwan
Awalnya Irwan berusaha untuk mengabaikan keberadaan Maria pada saat itu, tetapi dia harus menghentikan langkah kakinya karena Maria mulai membuka suara dengan nada suara yang tak enak untuk di dengar
"Saya yakin kamu adalah orang hebat karena bisa membuat seorang Alexandria Wijaya yang hebat menjadi simpanan kamu"
Irwan langsung menatap tajam ke arah Maria
__ADS_1
"Apa maksud kamu?"
"Apa kamu mau mengelak kalau kamu sudah berkeluarga? lalu apa namanya hubungan antara kamu dan Alexa?" tanya Maria dengan senyuman sinis
Irwan yang tak ingin terpancing lebih jauh langsung meninggalkan Maria begitu saja dan kembali ke meja mereka, tak selang berapa lama Maria pun ikut mendudukkan tubuhnya dengan membawa senyuman penuh kemenangan
"Hai... Apa kalian tau kalau sebenarnya Alexa itu..." ucap Maria yang sengaja menggantung ucapan yang akan dia katakan
Sebenernya Irwan tak ingin membuat perhitungan dengan seorang wanita, tetapi dia juga tak mungkin tinggal diam karena dia tau dengan pasti apa yang akan di lakukan oleh wanita tersebut
"Kamu asisten pribadi Alex kan?" tanya Irwan sambil menatap asisten pribadi Alex
"Iya pak," jawab Reyhan dengan sopan
"Saya yakin belum lama ini pasti Alex mencari tau tentang saya kan," ucap Irwan penuh penekanan
Alexa dan yang lainnya pun langsung menatap ke arah Irwan dengan serius, sedangkan Reyhan tampak bingung untuk menjawab pertanyaan tersebut
"Ga masalah kamu cukup jawab saya dengan jujur, atau saya harus hubungi Alex terlebih dahulu untuk menyelesaikan ini." ucap Irwan dengan tegas
"Kamu kenapa?" tanya Alexa dengan wajah cemas
Irwan pun tersenyum hangat ke arah Alexa
"Ga apa kok sayang, aku cuma mau kasih tau ke seseorang siapa kamu yang sebenarnya. Karena baru aja ada orang yang sudah ngomong sembarangan tentang kamu," ucap Irwan sambil tersenyum
Irwan pun menatap kembali ke arah Reyhan yang terlihat tertekan dengan semua keadaan yang terjadi di tempat itu
"Apa yang tadi saya bilang benar kan?"
"Ya pak"
"Apa di situ tertulis tentang kehidupan pribadi saya?"
"Maksud bapak?"
"Tentang keluarga saya," ucap Irwan dengan tegas
__ADS_1
"Di situ tertulis bahwa anda anak tunggal dari keluarga bangsawan dari kota A"
"Lalu?"
"Anda juga memiliki seorang putri dan istri anda meninggal dunia saat melahirkan anak kalian"
Irwan pun langsung menatap ke arah Maria dengan tatapan membunuhnya
"Lain kali periksa dulu segala sesuatunya dengan benar sebelum mulut kamu melemparkan sesuatu yang kotor ke orang lain," ucap Irwan dengan tegas
Irwan menatap ke arah Alexa dengan lembut
"Sekarang kamu cuma punya dua pilihan sayang, kita pindah dari meja ini atau kita pergi dari sini? Aku ga mau kamu terlalu lama dekat dengan orang yang mempunyai pikiran kotor," ucap Irwan dengan lembut
Suami Maria langsung menatap tajam ke arah dirinya dan langsung meminta maaf kepada Irwan jika mereka ada melakukan kesalahan, Alexa yang tak mau menghindar dari masalah memutuskan untuk tidak pergi dari tempat itu dan memilih duduk bersama Julian dan istrinya
"Sekarang apa kalian sudah puas?" tanya Reyhan dengan wajah yang merah padam
"Apa sih maksud kamu?"
"Yang pasti karena ulah kalian aku pasti akan mendapatkan masalah dari pak Alex"
"Kenapa kamu harus takut? kak Maria bilang dia akan meminta suaminya memberikan posisi di perusahaan mereka"
Reyhan mendengus kesal
"Apa kalian pikir pak Alex sebaik saudaranya? kalian berharap saja apa yang kalian lakukan tidak sampai ke telinga pak Alex"
"Maksud kamu apa sih sayang?" tanya istri Reyhan tak terima
Melihat sepupunya sudah bersitegang dengan suaminya Maria pun mengambil alih menjadi penengah, dia meyakinkan kepada Reyhan bahwa Reyhan tak perlu khawatir bila dia sampai kehilangan pekerjaan karena ulah mereka pada malam itu
"Oke masalah dengan pak Alex sudah selesai, tapi masalah dengan orang tadi? jangan bilang kalian membuat masalah tanpa tau siapa dia yang sebenernya, kalian sudah membuat masalah dengan orang yang salah." ucap Reyhan dengan tegas
Suami Maria yang marah pun hanya bisa langsung bangkit dari duduknya dan meninggalkan tempat itu, begitu juga dengan Reyhan dia melakukan hal yang sama. Dan saat Alexa melirik ke arah meja mereka di sana sudah tak ada siapapun lagi
Untuk pertama kalinya Alexa bisa merasa tenang berada di acara tersebut, sedangkan Maria bersama sepupunya hanya bisa merasa bahwa mereka sudah kalah telak dari Alexa pada malam itu
__ADS_1