
Alex memilih untuk menemani Dinda makan malam walaupun saat itu perutnya sudah terisi dengan penuh, Alex pun semakin yakin dengan apa yang dia rasakan karena Dinda terlihat hampir tak menyentuh makanan yang ada di dalam piringnya
Setelah menyelesaikan makan malam Alex meminta Dinda untuk duduk menemani dirinya di ruang tamu, dan Alex pun langsung menatap serius ke arah Dinda
"Apa kamu sedang ada masalah?"
Dinda hanya menjawab dengan menggelengkan kepalanya
"Bilang ke aku sekarang juga sebenarnya kamu kenapa?" tanya Alex dengan serius
Dinda pun membuang nafasnya dengan kasar lalu mulai menatap ke arah Alex dengan tajam
"Kenapa kamu masih tanya kak? bukannya selama ini kamu selalu tau apapun yang aku lakukan di luar sana?"
"Sial!! untuk mulai belajar menghargai privasi dia aku sudah menarik orang yang mengikuti dia selama ini, sebenarnya dia kenapa?"
"Apa susahnya sih? kamu tinggal bilang aja ke aku sebenarnya kamu kenapa?"
"Tadi calon tunangan kamu meminta aku untuk datang ke kantor dia kak"
Alex pun langsung menatap ke arah Dinda dengan tajam, saat itu hati Dinda terasa sakit karena merasa Alex tak suka bila dia sampai mengganggu Melinda. Walaupun sudah pasti itu salah besar, Alex menatap Dinda dengan tajam karena merasa khawatir akan keadaan Dinda
"Apa yang dia bilang ke kamu?"
"Dia ternyata sudah tau tentang hubungan aku sama kamu kak," ucap Dinda dengan hati-hati
Entah mengapa Dinda merasa bahwa Alex bersikap biasa saja saat mendengar penjelasan darinya
"Terus?"
__ADS_1
"Dia menawarkan aku uang dan meminta aku untuk menjauh dari dari kamu kak," ucap Dinda sambil menundukkan kepalanya
"Apa jawaban kamu?" tanya Alex dengan tegas
"Maaf kak karena aku bilang kalau aku ga bisa melakukan itu," ucap Dinda berhati-hati sambil menundukkan kepalanya
Dinda memang sedang menundukkan kepalanya tak mengetahui bahwa saat itu Alex langsung tersenyum tipis karena merasa bahagia
"Aku minta maaf kalau jawaban yang aku berikan salah kak, aku juga minta maaf kalau seandainya aku menjadi pengganggu di hubungan kalian"
"Apa lagi yang kamu bilang ke dia?"
Dinda mulai berani mengangkat wajahnya dengan perasaan yang sedikit bingung, karena dia merasa Alex memberikan dia sebuah pertanyaan dengan nada suara yang lembut
"Kenapa dari tadi kak Alex cuma tertarik dengan jawaban yang aku berikan? apa dia takut kata-kata aku bisa menyakiti hati perempuan itu? tapi kenapa aku merasa suara kak Alex jadi lembut"
Alex pun langsung menatap tajam ke arah Dinda
"Apa maksud kamu?"
Tiba-tiba saja Dinda mengingat semua penghinaan yang di lakukan Melinda kepada dirinya, dia pun mulai menatap tajam ke arah Alex
"Karena memang aku ga memiliki hak apapun di hubungan ini kak, cuma kamu yang bisa memutuskan apapun di dalam hubungan kita" ucap Dinda sambil tersenyum getir
"Apa itu yang ada di dalam pikiran kamu?" tanya Alex penuh penekanan
"Ini bukan tentang apa yang ada di dalam pikiran aku kak, tapi aku harus sadar diri dengan posisi aku yang saat ini"
"Apa otak kamu itu bermasalah Din? seharusnya kamu tau saat ini kamu adalah perempuan satu-satunya yang menjadi istri aku, bahkan aku selalu kembali ke sisi kamu saat aku sudah selesai bekerja. Apa sedikit pun kamu ga bisa memahami perasaan aku? seharusnya kamu berusaha lebih keras untuk membujuk aku meninggalkan perempuan itu"
__ADS_1
Sayang nya kata-kata tersebut hanya Alex ucapkan di dalam hatinya, dan Alex pun memberikan senyuman yang terlihat sinis
"Bagus kalau kamu masih sadar dengan posisi kamu yang sebenarnya," ucap Alex dengan dingin
Hati Dinda pun terasa semakin sakit saat mendengar ucapan Alex pada saat itu, dia pun mulai menatap ke arah Alex dengan tajam
"Kamu ga usah khawatir kak, aku bahkan ga akan mengganggu apapun rencana yang akan kamu lakukan di luar sana dengan wanita manapun. Aku hanya akan menunggu kamu merasa bosan dengan tubuh aku dan bisa melepaskan aku"
"Kenapa kamu selalu berpikir untuk pergi dari aku Din? bahkan setelah kita menyatukan tubuh kita pun ga merubah pemikiran kamu sama sekali, apa kamu benar-benar ingin pergi dari sisi aku seperti dulu lagi Din? maaf karena aku ga akan pernah membiarkan itu semua terjadi!!" batin Alex sambil mengeraskan rahangnya
Lagi-lagi mereka berdua hanya bisa saling menyakiti perasaan mereka satu sama lain, dan ucapan terakhir Dinda benar-benar membuat Alex terbakar api amarah
Alex pun langsung menarik tangan Dinda dengan kasar dan membawa Dinda masuk ke dalam kamar, dia pun menghempaskan tubuh Dinda dengan sedikit keras ke atas tempat tidur. Saat itu Alex benar-benar merasa marah karena Dinda tak bisa mengerti perasaannya sama sekali
Alex pun menatap Dinda dengan dingin dan lekat, dia pun segera naik ke atas tempat tidur dan berada tepat di atas tubuh Dinda. Alex menggunakan kedua tangannya dan lututnya untuk menahan beban tubuhnya
"Kamu harus tau kalau sampai kapan pun aku ga akan pernah melepaskan kamu," ucap Alex dengan dingin
Alex pun mulai mencium bibir Dinda dengan sedikit kasar, Dinda bisa merasakan perbedaan ciuman Alex dengan sangat jelas. Alex juga meninggalkan jejak kepemilikan dirinya di leher Dinda dengan cara yang sedikit kasar, hal tersebut membuat Dinda meringis menahan rasa sakit yang dia rasakan karena ulah Alex tersebut
Alex menatap ke arah Dinda dengan tatapan mata yang dingin dan sulit untuk di pahami Dinda pada saat itu, Dinda memang tak mengerti apa yang ada di dalam benak Alex pada saat itu. Tetapi dia tau bahwa Alex sedang merasa marah pada saat itu
"Ga aku ga mau di perlakukan seperti ini, walaupun tugas aku hanya menghangatkan tempat tidur kamu. Aku ga mau kamu yang bersikap kasar seperti ini saat kita mau melakukan ini kak"
Dinda pun mengalungkan kedua tangannya di leher Alex sambil tersenyum hangat dan berhasil Alex tersadar langsung tersadar dengan kesalahan yang hampir saja dia lakukan
"Walaupun aku cuma wanita kamu yang ga memiliki hak apapun, setidaknya aku adalah istri kamu kak. Jadi tolong perlakukan aku dengan baik saat kita akan melakukan ini," ucap Dinda dengan lembut
Ada sebuah perasaan hangat langsung menyelimuti hati Alex pada saat itu, bahkan semua api amarah yang sedang menguasai Alex pun menghilang begitu saja
__ADS_1