
Detik demi detik terus berlalu, hingga saat itu Dinda masih belum memiliki pemikiran buruk apapun terhadap Alex. Dinda masih terus berusaha untuk meyakinkan hatinya bahwa pertemuan antara dirinya dan Alex hanyalah sebuah kebetulan belaka
Dinda ingin berusaha untuk menyelesaikan acara Alex dengan sempurna, karena tempat Dinda berkerja sudah menjanjikan bonus yang besar bila Dinda bisa menyelesaikan itu acara Alex dengan baik
Di saat Dinda sedang berusaha keras untuk melupakan semua kenangan yang ada antara dirinya dan Alex, tiba-tiba saja siang itu ponsel Dinda berdering dan sebuah panggilan telepon dari sebuah nomor yang tak akan pernah bisa dia lupakan yaitu Alex menghubungi dirinya
"Halo"
"Ini saya Alexander Wijaya"
"Selamat siang pak, apa ada yang bisa saya bantu?" ucap Dinda dengan sopan
"Datang ke Alewi boutique sekarang juga," ucap Alex dengan dingin
"Mohon maaf sebelumnya pak, tapi seingat saya untuk melakukan fitting baju bukan pada hari ini pak"
"Saya minta kamu datang ke sini sekarang juga, jadi hanya ada dua pilihan untuk kamu saat ini. Kamu datang kesini sekarang juga atau saya akan membatalkan niat saya menggunakan jasa event organiser kalian." ucap Alex dengan tegas
Dinda pun langsung menoleh ke orang yang berada tepat di sampingnya, dan orang tersebut adalah sang ibu yang sudah bersiap untuk pergi ke rumah sakit melakukan pemeriksaan. Sang ibu yang melihat Dinda kebingungan pun hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya
"Baik pak, bisa tolong kirimkan alamat butik tersebut?"
Alex langsung memutuskan sambungan teleponnya begitu saja, tak lama kemudian Alex mengirimkan alamat boutique tersebut. Dinda pun langsung menatap ke arah sang ibu dengan tatapan mata penuh penyesalan
"Maaf ya bu, padahal aku udah janji mau temenin ibu ke rumah sakit. Tapi tiba-tiba ada pekerjaan yang harus segera Dinda selesaikan"
"Ibu baik-baik aja kok Din, biar nanti ibu pergi sendiri naik taksi ya." ucap sang ibu dengan lembut
"Atau kita atur ulang aja jadwal periksa ibu ya? biar Dinda bisa temenin ibu pergi ke rumah sakit"
"Kamu ga usah khawatir ya Din, kamu selesaikan aja pekerjaan kamu dulu dengan baik. Lagi pula kan hari ini cuma jadwal untuk pemeriksaan aja ke rumah sakit"
Ibu Sari ibu dari Dinda pun berhasil meyakinkan Dinda untuk tak perlu merasa khawatir, karena memang hari itu mereka hanya melakukan kontrol di rumah sakit. Dinda pun mengantarkan sang ibu ke rumah sakit terlebih dahulu lalu segera menuju ke tempat yang Alex katakan
Sedangkan di tempat yang berbeda Alex sedang mendudukkan tubuhnya di samping seorang gadis cantik yang tak lain adalah Alexa, Alexa memutuskan untuk kembali ke kota itu dan melanjutkan mimpinya membuka sebuah boutique di kota itu setelah kepergian kedua orang tuanya
__ADS_1
"Kapan calon tunangan kamu itu datang kak?" tanya Alexa
Alexa benar-benar merasa penasaran dengan sosok gadis yang berhasil menaklukkan hati sang kakak, Alexa sudah berusaha mengenalkan Alex dengan beberapa gadis cantik yang dia kenal. Tetapi Alex tak pernah menunjukkan sebuah ketertarikan terhadap gadis-gadis tersebut
Lalu tiba-tiba saja suatu hari Alex meminta Alexa untuk merancang sebuah gaun untuk acara pertunangan dirinya dan seorang gadis, dan yang membuat Alexa penasaran adalah waktu pertunangan mereka sudah di tentukan tetapi Alex tak pernah membawa gadis tersebut di hadapan Alexa sama sekali
"Dia ga akan datang," jawab Alex dengan dingin
Alexa pun hanya bisa memasang wajah sedikit kebingungan
"Bukannya tadi kak Alex bilang kalau hari ini ada yang mau coba baju yang akan kalian pakai nanti"
Alex memandang malas ke arah Alexa tetapi dia tau dengan pasti Alexa tak akan berhenti sebelum dia memberikan sebuah penjelasan, itu semua terlihat jelas dari ekspresi wajah Alexa pada saat itu
"Aku sudah suruh orang lain datang untuk coba baju itu"
Alexa pun semakin terlihat bingung tetapi dia tak mau bertanya lebih jauh, karena kini Alex menunjukkan wajah bahwa dia tak ingin memberi penjelasan yang lebih jauh lagi
"Mungkin saja badan mereka hampir sama, jadi kak Alex minta orang ini untuk coba gaun yang aku rancang karena calon tunangan kak Alex ga bisa datang"
"Astaga Dinda, kamu kemana aja selama ini Din? kenapa kamu ga pernah ada kabar selama ini?" tanya Alexa dengan bersemangat
Dinda pun hanya bisa memberikan senyuman tipis pada saat itu, tiba-tiba saja Alexa langsung memeluk tubuh Dinda dengan sangat erat. Tetapi entah mengapa Dinda merasa bahwa pelukan Alexa saat itu terasa penuh rasa penyesalan
"Kamu baik-baik aja kan selama ini Din?" bisik Alexa dengan lirih
Hati Dinda benar-benar merasa tersentuh akan sikap Alexa pada saat itu, dia bisa yakin bahwa perasaan sayang Alexa terhadap dirinya benar-benar tulus
"Aku baik-baik aja kok kak"
Alexa pun melepaskan pelukannya dan menatap Dinda dengan tatapan mata yang sulit di artikan, dan tiba-tiba saja Alexa pun baru tersadar akan sesuatu
"Tapi kenapa kamu bisa ada di sini Din?" tanya Alexa dengan serius
"Pak Alex yang meminta aku untuk datang kak"
__ADS_1
Alexa pun langsung menatap ke arah Alex dengan tatapan mata yang mengandung seribu pertanyaan
"Apa sebenarnya yang ada di dalam pikiran kak Alex saat ini? kenapa dia harus minta Dinda yang coba gaun ini?"
"Minta dia untuk coba gaun itu," ucap Alex dengan dingin
"Apa kamu yakin kak? atau sebenarnya Dinda perempuan yang akan menjadi tunangan kamu kak?"
Alex pun memberikan senyuman yang penuh arti
"Jangan berpikir yang aneh-aneh, yang pasti bukan dia perempuan yang akan menjadi tunangan kak Alex." ucap Alex dengan dingin
Alexa pun menatap tajam ke arah Alex seolah dia sedang mengibarkan bendera perang terhadap Alex atas sikap Alex, sedangkan Alex seolah tak perduli sama sekali dengan sikap yang Alexa tunjukkan
"Bawa dia untuk coba gaun itu"
Alexa mulai membawa Dinda ke ruang ganti untuk mencoba gaun yang sudah dia siapkan, awalnya wajah Dinda di hias dengan make up yang terlihat natural dan fresh. Dan setelah make up selesai Dinda mulai berganti pakaian dengan gaun yang sudah di sediakan
Sebuah kaca besar yang berada di sana membuat Dinda bisa melihat penampilan dirinya kini secara keseluruhan, baik Dinda maupun Alexa benar-benar merasa takjub akan perubahan Dinda pada saat itu
"Ya ampun Din, kamu benar-benar cantik"
"Terima kasih kak," ucap Dinda sambil tersenyum
"Aku mau lihat kak Alex di ruangan sebelah dulu ya"
"Ya kak"
Alexa pun mulai meninggalkan Dinda di ruangan tersebut dan melihat Alex di ruangan sebelah, setelah melihat Alex dia pun pergi ke kamar kecil. Sedangkan Dinda masih memandang ke arah kaca besar yang ada di hadapannya, dia masih merasa tak percaya dengan penampilan dirinya pada saat itu
"Apa ini aku? aku ga sangka ternyata aku bisa terlihat secantik ini, apa suatu saat nanti aku juga bisa menggunakan gaun seindah ini untuk acara penting aku sendiri?"
Dinda yang sedang asik dengan pemikiran dirinya tak menyadari bahwa saat itu Alex sudah berada di dekatnya
"Seandainya dulu kamu ga berkhianat maka sudah pasti itu semua akan menjadi milik kamu, tapi sekarang jangan pernah bermimpi untuk bisa mendapatkan itu semua." ucap Alex dengan nada suara sedikit meremehkan
__ADS_1