Perjuangan Cinta Beda Kasta

Perjuangan Cinta Beda Kasta
Penilaian Dari Valen


__ADS_3

Dinda yang merasa bingung bercampur sedikit jengkel pun memilih untuk langsung menghubungi Alex, tetapi panggilan telepon yang Dinda lakukan ternyata di abaikan oleh Alex


Saat itu Alex tak menyadari panggilan telepon dari Dinda karena saat itu dia sedang berdiri di hadapan seorang laki-laki yang tertangkap basah sedang berduaan dengan Valen, dan Alex melihat dengan mata dan kepalanya sendiri Valen sedang menyenderkan kepalanya di bahu laki-laki tersebut


"Jadi begini sikap kamu kalau di belakang aku?" tanya Alex dengan dingin


Valen pun langsung bangkit dari duduknya dengan wajah panik


"Kamu salah paham sayang, aku tadi lagi membahas sesuatu aja sama dia." ucap Valen sambil berusaha untuk memegang tangan Alex


Alex pun langsung menepis tangan Valen begitu saja


"Apa kamu pikir aku ini buta? apa kamu pikir aku sebodoh itu, sampai aku bisa percaya kalau itu cara seseorang yang sedang membahas sesuatu?"


Valen pun berusaha memberikan senyuman terbaik yang dia punya dan mencoba kembali untuk memegang tangan Alex, tetapi lagi-lagi Alex menepis tangan Valen


"Jangan sentuh aku!!" ucap Alex penuh penekanan


"Oke, tapi kamu harus dengerin penjelasan dari aku dulu sayang, aku itu ga ada hubungan apapun sama dia kami memang cuma lagi membahas sesuatu." ucap Valen dengan nada memelas


Alex memberikan senyuman dingin di bibirnya


"Mulai sekarang kita ga ada hubungan apa-apa lagi ." ucap Alex dengan tegas


Valen yang mendengar hal tersebut pun merasa panik dan langsung memegang tangan Alex dengan erat, bagaimana pun juga Alex adalah ATM berjalan bagi Valen selama ini. Dengan semua sikap dingin yang Alex tunjukkan ternyata Alex selalu memenuhi kebutuhan Valen tanpa harus di minta oleh gadis tersebut


"Kamu ga bisa gitu dong sayang, kamu harus dengerin penjelasan aku dulu"


"Penjelasan apa? penjelasan kalau kamu lagi membahas sesuatu dengan laki-laki lain sambil menyenderkan kepala kamu di laki-laki itu." ucap Alex dengan dingin


Alex pun menatap dengan tajam tangan Valen yang memaksa untuk memegang tangannya, tatapan mata Alex berhasil membuat nyali Valen menciut dan langsung melepaskan tangan Alex

__ADS_1


"Mulai sekarang kamu bebas melakukan apapun yang kamu mau, karena mulai sekarang aku akan anggap kamu ga pernah ada"


Alex pun mulai memutar tubuhnya dan hendak meninggalkan Valen begitu saja, baru saja Alex melangkahkan kakinya beberapa langkah tiba-tiba saja Valen kembali membuka suara dengan volume yang sedikit besar


"Kamu kira aku bahagia menjalin hubungan sama kamu selama ini? kamu memang kasih aku status sebagai pacar kamu, tapi kenyataan yang ada apa? setiap saat kamu cuma bersikap dingin sama aku, apa kamu pernah peluk aku atau cium aku duluan?"


Alex pun langsung memutar tubuhnya kembali ke arah Valen dengan wajah dingin seperti biasanya


"Apa dengan alasan itu kamu punya hak untuk berbuat seperti ini? sejauh yang aku ingat kamu ga pernah mengeluh atau meminta itu saat aku memberikan kamu sesuatu?"


"Gimana juga aku ini perempuan dan aku butuh juga yang namanya perhatian dan di manja, tapi aku ga pernah bisa dapatkan itu dari kamu. Perempuan mana pun ga akan pernah bisa bahagia menjalin hubungan dengan laki-laki seperti kamu!!"


Alex pun tersenyum dingin dan berhasil membuat Valen tak mempunyai keberanian untuk meluapkan semua yang dia rasakan


"Mulai sekarang aku kasih kamu kebebasan buat cari laki-laki yang bisa berbuat seperti itu ke kamu, karena bagi aku perempuan seperti kamu bahkan ga pantas untuk di ingat sama sekali." ucap Alex dengan tegas


"Oh ya aku harus ucapkan terima kasih sama kamu untuk penilaian kamu terhadap aku, untuk selanjutnya aku bisa bersikap lebih baik sama perempuan yang ada di samping aku"


Alex pun pergi meninggalkan Valen begitu saja dan menghampiri Julian serta yang lainnya yang sudah berjaga di kejauhan, saat Alex sudah berada di antara mereka Julian pun langsung mengalungkan tangannya ke pundak Alex


Alex hanya melirik sekilas ke arah ke Julian tanpa menjawab pertanyaan yang Julian berikan


"Sia-sia dong udah siap-siap di sini, kita kira lu mau hajar laki-laki tadi." ucap Julian dengan santai


"Ga penting," ucap Alex dengan dingin


Julian pun mendekatkan bibirnya ke telinga Alex dan membisikkan sesuatu kepada Alex


"Itu artinya posisi Valen sebenarnya ga penting di dalam hati lu"


Alex hanya terdiam dengan wajah dingin seperti biasanya, mereka pun melanjutkan langkah kaki mereka ke arah parkiran. Tetapi anehnya kata-kata yang di ucapkan oleh Julian benar-benar mengganggu pikiran Alex

__ADS_1


"Apa bener posisi Valen itu ga penting di dalam hati aku? selama kami berhubungan aku bahkan ga pernah perduli saat beberapa kali melihat Valen dekat dengan laki-laki lain, bahkan apa yang aku lakukan tadi hanya untuk mengakhiri hubungan kami tanpa ada perasaan marah sama sekali di dalam hati aku"


Alex benar-benar sudah mulai merasa terganggu dengan apa yang dia rasakan terhadap Dinda, dan tanpa Alex sadari dia pun mulai membandingkan apa yang dia rasakan kepada Valen dan Dinda


Dan saat Alex sudah berada di dalam mobilnya tiba-tiba saja Alex menyadari bahwa ponselnya bergetar, dan sebuah panggilan telepon dari Dinda kembali masuk ke dalam ponselnya


"Halo"


"Maaf den sebelumnya saya cuma mau tanya bu Helen minta saya untuk beli apa ya? soalnya saya telepon bapak katanya bapak ga ada di minta Bu Helen untuk jemput saya den," ucap Dinda dengan sopan


"Astaga gw jadi lupa kalau tadi gw cuma bohong sama dia" ucap Alex di dalam hatinya sambil menepuk jidatnya


"Kamu ada di mana?"


"Saya masih di depan kampus den"


"Ya udah kamu tunggu aja sebentar lagi aku ke situ"


"Oh gitu, ya den"


Alex pun langsung memutuskan sambungan teleponnya, Alex pun segera menghidupkan mesin mobilnya dan melajukan mobilnya ke tempat yang Dinda maksud


Sedangkan Dinda yang sedang menunggu Alex pun di hampiri oleh seseorang yang mengendarai motornya, dan orang tersebut langsung membuka helm yang dia gunakan sambil tersenyum ramah


"Lagi ngapain di sini?"


Dinda pun hanya terdiam sambil memasang wajah bingung karena dia merasa bahwa dia tak mengenal orang tersebut


"Jangan bilang kamu ga kenal sama aku, kita kan satu kelas loh." ucap orang tersebut dengan wajah kecewa


"Aduh maaf ya, soalnya aku belum hafal semua anak-anak di kelas kita," ucap Dinda di akhiri dengan senyuman

__ADS_1


"Oke ga masalah, kamu lagi nungguin apa di sini? kalau kamu tunggu taksi di sini kayaknya aku jarang liat ada taksi yang lewat sini deh"


Dinda pun bercengkrama dengan ramah kepada orang tersebut karena orang tersebut pun menunjukkan sikap sopan selama mereka berbincang


__ADS_2