Perjuangan Cinta Beda Kasta

Perjuangan Cinta Beda Kasta
Ingin Pergi Sejauh Mungkin


__ADS_3

Dinda pun langsung menatap tajam ke arah Alex, sedangkan Alex langsung menampilkan sebuah senyuman yang terlihat meremehkan. Entah mengapa tiba-tiba saja air mata Dinda mengalir dengan sendirinya


"Kenapa kamu selemah itu Din? belum Din belum saatnya kamu terlihat lemah di mata aku, karena aku masih harus membalas semua yang sudah kamu lakukan secara perlahan. Jadi jangan selemah ini Din, jangan buat aku berhenti untuk melakukan niat aku." batin Alex


"Apa kamu pikir air mata yang tunjukkan ada artinya untuk saya? air mata kamu tidak ada artinya sama sekali untuk saya," ucap Alex dengan dingin


Dinda dan Alex pun hanya terdiam dan saling menatap, Dinda bisa tau bahwa tatapan mata Alex saat itu memancarkan kebencian yang teramat besar terhadap dirinya. Dia hanya bisa berusaha untuk mengatur nafasnya agar air matanya tak terus mengalir


"Tolong jangan menangis Dinda, jangan jatuhkan air mata kamu di hadapan laki-laki ini karena laki-laki seperti dia bahkan ga pantas untuk mendapatkan air mata kamu. Jangan tunjukkan kelemahan kamu di hadapan dia Dinda"


Dinda terus berusaha untuk menguatkan hatinya agar tak kembali menjatuhkan air matanya di hadapan Alex, dan dari kejauhan mulai terdengar suara Alexa dengan cepat Dinda pun langsung menghapus air matanya yang sempat terjatuh


Tak lama kemudian Alexa pun masuk ke dalam ruangan tersebut, dan dengan sangat mudah dia bisa mengetahui bahwa saat itu Dinda habis menangis. Alexa pun langsung melangkahkan kakinya dan menghampiri Dinda


"Kamu kenapa Din?" tanya Alexa dengan wajah serius


"Aku ga apa kok kak," ucap Dinda sambil menggelengkan kepalanya


Alexa pun langsung mengalihkan pandangan matanya ke arah Alex, dia pun menatap ke arah Alex dengan tajam


"Apa kamu melakukan sesuatu kepada Dinda kak?"


Tanpa rasa bersalah sama sekali Alex pun hanya menjawab dengan menggelengkan kepalanya, Dinda pun langsung mendekat ke arah Alexa dan memegang tangan Alexa

__ADS_1


"Pak Alex ga berbuat apapun kok kak, aku baik-baik aja." ucap Dinda sambil memaksa dirinya untuk tersenyum


"Dinda yang aku kenal bukan perempuan lemah, jadi ga mungkin kamu meneteskan air mata kamu kalau kamu baik-baik aja Din. Bilang sama kak Alexa kamu kenapa? dan kak Alexa janji kak Alexa ga akan diam aja," ucap Alexa dengan bersungguh-sungguh


"Aduh kenapa jadi begini sih suasananya?"


Dinda melihat ekspresi wajah marah Alexa pada saat itu, dia sendiri tak tau mengapa Alexa berbuat seperti itu dan seolah siap melindungi dirinya dari Alex. Dinda merasa tak enak hati dengan suasana yang tercipta pada saat itu


"Kenapa kamu bersikap aneh Alexa? memang apa yang kak Alex lakukan sama dia? mungkin aja dia merasa sedih karena dia berpikir belum tentu dia bisa menggunakan gaun sebagus itu saat nanti dia bertunangan," ucap Alex dengan dingin


Alexa pun melepaskan tatapan membunuhnya ke arah Alex untuk sesaat dan langsung menatap ke arah Dinda lembut, sedangkan Dinda yang tak ingin masalah menjadi semakin panjang memilih untuk menjawab dengan anggukan kepalanya sambil tersenyum


"Ya kak pak Alex memang ga melakukan apapun sama aku kak, aku cuma merasa takjub aja ternyata aku bisa terlihat secantik ini memakai gaun yang kakak rancang"


Pandangan mata Alexa pun langsung tertuju ke seluruh jari tangan Dinda yang saat itu terlihat tidak menggunakan cincin sama sekali, dengan bodohnya dia pun langsung mempercayai penjelasan Alex begitu saja


Dinda pun hanya bisa membalas dengan senyuman tipis, tetapi kata-kata yang Alexa ucapkan benar-benar membuat Alex menjadi tak senang. Kata-kata yang Alexa ucapkan dengan niat menenangkan hati Dinda menjadi seperti sebuah pisau yang menyerang hati Alex secara bertubi-tubi


Dinda pun segera berpamitan setelah menyelesaikan tugasnya di tempat itu, yang ada di dalam pikiran Dinda saat itu dia hanya ingin menjauh dari semua anggota keluarga Wijaya secepat mungkin


Alexa awalnya meminta Dinda untuk makan siang bersama dirinya, tapi Dinda langsung menolak ajakan tersebut dengan sopan dengan alasan sedang banyak pekerjaan. Dinda tak mempunyai nyali untuk menerima tawaran Alexa pada saat itu, karena tatapan mata Alex yang tajam tertuju ke arah dirinya


Alexa pun akhirnya memilih untuk tidak memaksa Dinda, mereka hanya saling bertukar nomor telepon agar bisa saling menghubungi di kemudian hari. Dinda pun segera berpamitan, saat Dinda akan meninggalkan tempat itu tiba-tiba saja Alex mulai membuka suara

__ADS_1


"Saya yang meminta kamu untuk datang, jadi biar saya yang mengantarkan kamu pulang." ucap Alex dengan dingin


"Ga usah pak, saya ga mau merepotkan bapak saya bisa naik taksi aja." ucap Dinda dengan sopan


Usaha Dinda berakhir dengan sia-sia karena Alex langsung menunjukkan sikap bahwa dia tanpa mau di bantah, dan Alexa pun menyetujui hal tersebut karena ingin Dinda aman dalam perjalan pulang


Sudah pasti Dinda harus naik ke dalam mobil Alex karena Alexa ikut mengantarkan mereka hingga ke luar tempat itu, setelah merasa cukup jauh dan tak mungkin lagi terlihat oleh Alexa Dinda pun langsung membuka suara


"Tolong berhenti di depan pak, saya lanjutkan perjalanan saya menggunakan taksi saja." ucap Dinda dengan sopan


Alex hanya melirik sekilas ke arah Dinda dan mengabaikan ucapan Dinda pada saat itu, Dinda yang sudah tak lagi bisa menahan rasa amarahnya pun mulai menaikkan volume suaranya


"Saya bilang berhenti pak, saya mau turun di sini saja!!"


Alex pun mulai menghentikan mobilnya dan menatap tajam ke arah Dinda, Alex pun mengeluarkan aura yang sangat mematikan pada saat itu. Tetapi entah dari mana datangnya keberanian Dinda pada saat itu, Dinda pun membalas dengan tatapan mata yang tajam ke arah Alex


"Kenapa?" tanya Alex dengan dingin


"Apa perlu sebuah alasan untuk saya meminta turun dari mobil anda pak?" jawab Dinda dengan tegas


"Saya cuma mau antar kamu dan ga berbuat lebih, jadi apa masalahnya? atau kamu mau gunakan alasan yang sama seperti dulu lagi?"


"Ya, karena saya tidak nyaman berada di dekat anda pak, dan saya hanya ingin pergi sejauh mungkin dari anda"

__ADS_1


Alex pun tersenyum dingin


"Apa kamu merasa marah hanya karena ucapan saya tadi? apa kamu sudah lupa apa yang sudah kamu lakukan di masa lalu Dinda?!!" ucap Alex sambil menaikkan volume suaranya


__ADS_2