Perjuangan Cinta Beda Kasta

Perjuangan Cinta Beda Kasta
Penuh Derai Air Mata


__ADS_3

Alex dengan setia memeluk tubuh mungil Dinda yang sedang menangis, sesekali dia menghadiahkan sebuah ciuman yang lembut di ujung kepala Dinda


"Kamu pasti bohong kan kak?"


Dinda masih berusaha untuk tak mempercayai perjuangan Alex yang begitu besar bagi dirinya


"Maaf ya sayang kalau aku bikin kamu sedih tapi aku harus jujur sama kamu, aku mau belajar untuk bicara jujur di hadapan kamu. Aku ga mau kita selalu salah paham akan sesuatu," ucap Alex dengan lembut


Dinda pun mulai melepaskan tubuhnya dari pelukan Alex dan menatap ke arah Alex dengan air mata yang terus berlinang


"Tapi kenapa kamu lakuin itu semua kak?"


"Jawabannya mudah Din, karena aku benar-benar mencintai kamu." ucap Alex sambil tersenyum hangat


Dinda pun memeluk tubuh Alex dengan erat


"Aku benar-benar bingung kak, kamu menunjukkan kalau kamu benar-benar mencintai aku. Tapi kenapa dulu kamu tega melakukan itu di belakang aku kak?" tanya Dinda dengan suara yang terputus-putus tertahan oleh tangisan


Saat itu Alex hanya bisa terdiam karena dia tak ingin Dinda merasa semakin bersalah, atau dia akan menanyakan sesuatu yang lebih jauh lagi. Dinda pun mulai melepaskan pelukannya dan menatap wajah Alex yang saat itu terlihat tertekan


"Kenapa kamu diam kak? kamu bilang kalau kamu mau mulai belajar berkata jujur"


Wajah Alex pun terlihat semakin tertekan


"Apa kamu ga mau mengakui kesalahan kamu yang satu itu kak?"


Alex pun membuang nafasnya dengan kasar dan mulai menatap ke arah Dinda dengan tatapan mata sendu


"Apa kamu mau aku cerita jujur tentang yang kamu lihat malam itu Din?"


Dinda menganggukkan kepalanya walaupun hati kecilnya merasa sedikit takut pada saat itu

__ADS_1


"Aku ga tau apapun tentang kejadian malam itu Din," ucap Alex lirih


"Apa maksud kamu kak?"


"Malam itu aku sama sekali ga tau kalau ada perempuan di dalam kamar aku, aku bahkan ga tau siapa perempuan itu. Semua itu cuma rencana papa untuk memisahkan kita Din," ucap Alex sambil menundukkan kepalanya


Hati Dinda semakin tak menentu mendengar penjelasan Alex pada saat itu, dia bahkan berbuat nekad hanya untuk membalas perbuatan Alex dengan cara yang sama. Tetapi ternyata Alex sendiri tak mengetahui apapun tentang malam itu


"Ga kak, kamu pasti lagi bohong sama aku kan!! semua yang kamu bilang dari awal bohong kan kak!! kamu cuma mau membuat aku merasa bersalah kan!!" teriak Dinda


Dinda pun menangis semakin hebat dan hati Alex benar-benar terasa sakit melihat keadaan Dinda yang seperti itu, dengan cepat Alex langsung memeluk tubuh Dinda dengan sangat erat


"Aku bohong kok Din semua yang bilang sama kamu itu cuma bohong, aku mohon berhenti untuk menangis Din. Hati aku benar-benar terasa sakit melihat kamu seperti ini Din"


Alex hanya berusaha untuk membuat Dinda menjadi lebih tenang, tetapi yang terjadi Dinda semakin merasa bahwa semua yang Alex katakan benar adanya


"Jadi itu alasan kamu ga pernah merasa melakukan kesalahan ya kak? karena kamu memang ga pernah melakukan itu semua. Dan aku dengan bodohnya melakukan itu cuma untuk membalas kamu, dan sekarang aku benar-benar merasa seperti perempuan bodoh dan kotor"


Dinda berteriak dan meronta untuk melepaskan tubuhnya dari pelukan Alex, tetapi semuanya hanya sia-sia karena Alex semakin mengeratkan pelukannya. Alex hanya berharap dengan dia melakukan itu Dinda menyadari bahwa dia akan selalu ada untuk Dinda


"Lepas kak!! aku mohon lepasin aku!!"


"Ga Din, apapun yang terjadi aku ga akan pernah melepaskan kamu lagi. Aku ga akan bisa hidup tanpa kamu Din"


"Sekarang aku harus gimana kak?"


"Kamu ga perlu melakukan apapun Din, aku cuma minta kamu selalu ada di samping aku dan jangan pernah tinggalin aku." ucap Alex lirih


Cukup lama Dinda menangis dengan hebatnya menyesali segala perbuatan yang telah dia lakukan di masa lalu, sedangkan laki-laki yang sedang memeluk tubuhnya saat itu sedang berjuang keras untuk mempersatukan cinta mereka


Dan Alex dengan setia terus memeluk tubuh mungil Dinda, dia mulai melepaskan pelukannya saat merasa Dinda mulai tenang. Saat itu Alex hanya bisa terdiam dengan wajah penuh penyesalan

__ADS_1


"Aku minta maaf ya, aku yang salah Din. Seharusnya aku ga perlu bilang apapun sama kamu, tentang rumah ini atau tentang malam itu. Aku memang laki-laki bodoh Din," ucap Alex lirih


"Apa yang harus aku lakukan sama kamu kak? aku benar-benar merasa ga pantas di samping kamu, setidaknya aku juga harus berkata jujur sama kamu kak sebelum kita berpisah." batin Dinda


"Apa kamu benar-benar bisa memaafkan kesalahan aku di masa lalu kak?"


"Gimana aku bisa marah sama kamu Din? kalau kamu cuma korban di malam itu, seandainya aku dalam keadaan sadar aku ga mungkin diam aja saat kamu butuh bantuan." ucap Alex lirih


Dinda pun menutup kedua bola matanya untuk sejenak dan mulai menatap ke arah Alex dengan serius


"Aku akan bilang jujur sama kamu kak, alasan aku melakukan hal bodoh itu bukan karena butuh uang untuk biaya operasi bapak aku kak"


"Maksud kamu Din?" tanya Alex dengan suara yang bergetar


"Ya kak, malam itu aku melakukan hal bodoh itu cuma untuk membalas perbuatan kamu dengan cara yang sama"


Kedua bola mata Alex sudah berubah menjadi merah dan berkaca-kaca


"Sekarang apa kamu tetap bisa memaafkan kesalahan aku? walaupun kamu sudah tau alasan aku yang sebenarnya melakukan itu," ucap Dinda dengan serius


Pada saat itu hati kecil Dinda merasa bahwa dia sudah tak pantas berada di sisi Alex, dia hanya berharap Alex akan melepaskan dirinya bila mengetahui alasan yang sebenarnya. Tetapi yang terjadi selanjutnya adalah Alex memeluk tubuh Dinda dengan sangat erat dan tubuh Alex bergetar hebat saat itu


"Aku benar-benar memohon maaf sama kamu Din, sebagai laki-laki aku benar-benar gagal menjaga kamu dengan baik"


Dinda hanya bisa terdiam karena apa yang ada di dalam pikirannya berbeda jauh dengan yang sedang terjadi, dan tak butuh waktu lama Dinda bisa mengetahui bahwa saat itu seorang Alexander Wijaya yang hebat sedang menangis. Dia mengetahui itu karena pundaknya mulai terasa basah dengan air mata yang Alex keluarkan


"Kak..."


Alex tetap setia dengan posisi yang sama dan terus mengeluarkan air matanya


"Kamu ga boleh bersikap seperti ini kak, kamu ga salah apapun kak. Aku yang bodoh dan melakukan kesalahan kak"

__ADS_1


Alex benar-benar menyesali semua perbuatan yang telah dia lakukan kepada Dinda selama ini, siapa yang akan menyangka setelah melewati malam panas yang tak akan terlupakan. Kini mereka berdua harus menyambut hari yang baru penuh derai air mata


__ADS_2