
Pria yang pernah menghabiskan malam bersama Dinda memesankan minuman hangat untuk Dinda, setelah merasa cukup tenang Dinda mulai menatap ke arah pria tersebut dengan serius
"Saya ingin mengucapkan terima kasih untuk bantuan anda malam ini tuan"
Pria tersebut hanya menjawab dengan senyuman hangat
"Sebenarnya apa yang anda inginkan dari saya tuan?" tanya Dinda dengan wajah serius
"Saya mau menawarkan kamu untuk menjadi istri saya, saya bisa membuat kamu dan ibu kamu bisa terlepas dari Alex sepenuhnya." ucap pria tersebut dengan bersungguh-sungguh
Dinda menatap serius ke arah pria tersebut dengan tatapan mata penuh tanda tanya
"Kalau kamu bertanya mengapa saya menawarkan hal itu kepada kamu? maka jawabannya saya hanya satu, karena saya merasa bersalah dengan apa yang sudah saya lakukan terhadap kamu"
"Anda tidak perlu merasa bersalah atau merasa harus bertanggung jawab tuan, hal itu bisa terjadi karena saya menjadi salah satu pihak yang menyetujui hal tersebut. Jadi saya rasa anda tidak perlu merasa terbebani," ucap Dinda dengan serius
Lagi-lagi pria tersebut menampilkan sebuah senyuman yang hangat
"Tapi bagaimana pun juga saya adalah pria yang pertama kali menyentuh tubuh kamu, dan secara samar saya bisa mengingat semua yang saya lakukan malam itu"
Dinda pun membuang nafas nya dengan kasar, entah mengapa sekarang Dinda tak lagi memiliki perasaan takut saat berhadapan dengan pria tersebut
"Apa anda sudah lupa tuan? anda juga telah memberikan imbalan yang pantas pada saya untuk malam itu"
__ADS_1
Pria tersebut menggelengkan kepalanya tanpa rasa ragu sama sekali
"Seandainya malam itu saya dalam keadaan sadar dan tau kalau kamu adalah perempuan baik-baik, maka saya tidak akan mau melakukan itu terhadap kamu." ucap pria tersebut dengan serius
Dinda pun hanya terdiam dan memberikan sebuah senyuman yang penuh arti, dan pria tersebut hanya bisa tersenyum karena dia yakin Dinda tak mempercayai apa yang dia katakan
"Bagaimana pun juga saya hanya manusia normal dan malam itu saya memang memesan seorang wanita untuk menemani saya, saya meminta wanita tersebut menunggu saya di dalam kamar seperti yang kamu lakukan pada malam itu"
"Tapi ternyata di pertemuan malam itu ada seseorang yang mau menjebak saya dan memberikan obat terhadap saya, saat merasa tubuh saya sudah tidak beres saya pun melarikan diri dari pertemuan itu. Itu juga alasan saya tidak bisa mengendalikan diri saya kepada kamu pada malam itu"
Dinda hanya menundukkan kepalanya karena semua ucapan pria tersebut benar adanya, bahkan malam itu pria tersebut bertindak bagai seorang laki-laki yang penuh kehausan akan hubungan tersebut dan tak memberikan Dinda waktu untuk beristirahat sama sekali
"Saat saya terbangun kamu sudah menghilang entah kemana, saya pun akhirnya menyadari bahwa saya sudah melakukan kesalahan besar kepada kamu. Itu yang membuat saya selalu berusaha mencari kamu dan merasa harus bertanggung jawab terhadap kamu," ucap pria tersebut dengan bersungguh-sungguh
Entah mengapa Dinda bisa merasakan ketulusan dari semua ucapan pria tersebut, Dinda kini benar-benar tak memiliki rasa takut sama sekali terhadap pria yang ada di hadapannya tersebut. Dinda pun akhirnya bisa menampilkan sebuah senyuman yang terlihat tulus
Baru saja Dinda akan bangkit dari duduknya pria tersebut kembali membuka suara
"Apa kamu lebih bersedia berada di samping laki-laki itu? laki-laki yang menjadikan ibu kamu sebagai sebuah ancaman agar kamu bersedia berada di samping dia? laki-laki yang memaksa kamu untuk menjadi penanggung jawab acara pertunangan dia dengan wanita lain, di saat kamu sudah sah sebagai istrinya?"
Dinda pun terlihat terdiam sejenak mendengar semua ucapan laki-laki tersebut, karena semua yang di ucapkan oleh laki-laki tersebut adalah sebuah kenyataan pahit yang memang benar terjadi. Laki-laki tersebut tersenyum puas di dalam hatinya melihat Dinda yang mulai goyah
"Kalau kamu menerima tawaran saya, saya janji akan memperlakukan kamu dan ibu kamu dengan baik." ucap pria tersebut dengan bersungguh-sungguh
__ADS_1
"Sungguh tawaran yang sangat menggiurkan, tapi jika aku menerima tawaran tersebut bukan kah itu artinya aku benar-benar menjadi wanita murahan. Sadar Dinda saat ini kamu masih menjadi istri yang sah dari kak Alex, apapun yang dia lakukan status kamu tidak akan pernah berubah"
Dinda pun tersenyum hangat
"Maaf tuan karena saya tidak bisa menerima tawaran yang anda berikan, saya pamit tuan," ucap Dinda dengan sopan
Baru saja Dinda melangkahkan kakinya beberapa langkah tiba-tiba saja Alex sudah berada tepat di hadapannya dengan nafas yang masih memburu, Dinda pun menatap sayu ke arah Alex
"Kenapa kamu ada di sini kak? apa kamu mau memastikan aku ga akan bisa lari dari genggaman tangan kamu? apa ga bisa kamu kasih aku waktu sebentar saja untuk menata hati aku?"
Pria tadi langsung berjalan ke arah Dinda dan bersiap untuk melindungi Dinda jika Dinda memang tak ingin bertemu dengan Alex
"Kalau kamu mau saya bisa kamu membawa kamu pergi sekali lagi," ucap pria tersebut dengan bersungguh-sungguh
Dinda pun menggelengkan kepalanya dan mulai mengumpulkan kekuatan di dalam hatinya agar tak kembali menjatuhkan air matanya, Dinda pun mulai melangkahkan kakinya ke arah Alex. Dinda menghentikan langkah kakinya saat sudah berada tepat di hadapan Alex dan menatap Alex dengan wajah datar
"Aku minta maaf sama kamu kalau aku mengacaukan acara kamu kak, aku juga minta maaf karena tadi aku ga berhasil mengendalikan perasaan aku," ucap Dinda dengan tegas
Alex hanya bisa terdiam di hadapan Dinda
"Tapi kamu tenang aja kak, tanpa kamu datang ke tempat ini sekali pun aku pasti tetap akan kembali ke sisi kamu. Karena aku masih sadar dengan pos...."
Dinda tak bisa menyelesaikan ucapan yang akan dia katakan karena tiba-tiba saja Alex langsung memeluk tubuh Dinda dengan sangat erat, entah mengapa Dinda bisa merasakan perasaan takut yang Alex rasakan dari pelukan tersebut
__ADS_1
"Kita pulang ke rumah kita ya," bisik Alex dengan lembut dan suara yang bergetar
Satu kalimat yang Alex ucapkan pada Dinda saat itu membuat hati Dinda benar-benar terasa sakit, itu adalah sebuah kalimat yang sangat berarti bagi Dinda bila keadaan hubungan mereka baik-baik saja. Tetapi hubungan yang sedang terjadi di antara mereka saat ini hanya untuk saling menyakiti